JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat lonjakan kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang di wilayah Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya sejak awal 2026.
Dari seluruh kasus yang terjadi, Kota Bekasi menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak, baik luka maupun meninggal dunia.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menegaskan, tren kecelakaan akibat kerusakan jalan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
βAda peningkatan dibanding tahun lalu. Wilayah Bekasi Kota paling banyak. Tercatat beberapa korban laka, salah satu faktornya karena kondisi jalan, dari Januari sampai hari ini,β ujar Komarudin, Jumat (20/2/2026).
27 Kecelakaan dalam 28 Hari, Satu Orang Tewas
Sebelumnya, Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 27 kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang sepanjang 1β28 Januari 2026.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani merinci, dari 27 kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka berat, dan 20 orang luka ringan.
βTotal kejadian laka akibat jalan berlubang dari 1 Januari sampai 28 Januari 2026 ada 27 kejadian. Rinciannya satu meninggal dunia, delapan luka berat, dan 20 luka ringan,β tegas Ojo, Kamis (29/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data tersebut menjadi alarm serius bagi keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang paling rentan saat melintasi jalan rusak dan tergenang air.
Pelajar Tewas di Jalan Matraman
Salah satu kasus tragis terjadi di Jalan Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Seorang pelajar meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terperosok ke lubang di badan jalan.
Korban yang melaju dari arah selatan ke utara itu kehilangan kendali, terjatuh, dan mengalami luka berat di bagian kepala. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Curah Hujan Tinggi Picu Kerusakan Jalan
Kerusakan jalan di berbagai titik dipicu curah hujan tinggi sejak awal 2026. Selain itu, banjir yang merendam sejumlah ruas jalan mempercepat kerusakan aspal dan memperparah lubang di badan jalan.
Komarudin menegaskan, data kecelakaan ini menjadi bahan evaluasi bersama instansi terkait untuk mempercepat perbaikan infrastruktur.
βData ini menjadi bahan evaluasi rutin bersama instansi terkait agar segera dilakukan langkah perbaikan,β ujarnya.
Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan saat hujan, serta memperhatikan kondisi jalan, khususnya di wilayah rawan seperti Bekasi dan Jakarta Timur.
Lonjakan kecelakaan akibat jalan berlubang ini menjadi peringatan keras bahwa faktor infrastruktur masih menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan di awal 2026. (red)
Editor : Hadwan





















