JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tradisi ngabuburit merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Ramadan di Indonesia. Masyarakat biasanya menghabiskan waktu sore hari untuk berburu takjil atau sekadar berkumpul bersama kerabat.
Namun demikian, waktu luang tersebut sebenarnya menyimpan potensi besar bagi pertumbuhan pribadi. Alih-alih hanya menunggu jarum jam bergerak, Anda dapat mengoptimalkan jendela waktu ini untuk kegiatan yang lebih bermakna. Oleh karena itu, strategi manajemen waktu yang tepat akan membuat puasa Anda terasa lebih singkat sekaligus memberikan dampak positif bagi masa depan.
1. Perkaya Spiritual dengan Kajian Online dan Podcast
Teknologi memudahkan akses terhadap ilmu agama tanpa harus keluar rumah. Saat ini, banyak platform digital menyediakan rekaman ceramah pendek atau podcast religi dengan durasi 15 hingga 30 menit.
Selain itu, Anda dapat memilih topik yang relevan dengan perbaikan karakter atau manajemen emosi. Mendengarkan ilmu baru di sore hari akan membantu menenangkan pikiran dari tekanan pekerjaan. Sebagai hasilnya, Anda memasuki waktu berbuka dengan kondisi hati yang lebih tenang dan lapang.
2. Olahraga Intensitas Rendah (Active Recovery)
Banyak orang menghindari aktivitas fisik karena takut merasa haus. Padahal, melakukan gerakan ringan menjelang berbuka justru membantu sirkulasi darah dan memperbaiki suasana hati.
Pakar kesehatan menyarankan jenis latihan berikut:
- Jalan Santai: Berjalan kaki di sekitar lingkungan rumah selama 20 menit.
- Stretching Statis: Meregangkan otot-otot yang kaku akibat duduk seharian saat bekerja.
- Yoga Ringan: Fokus pada pernapasan untuk menurunkan tingkat hormon stres kortisol.
Dengan melakukan gerakan ini, tubuh Anda akan melepaskan endorfin yang mencegah rasa lemas berlebihan saat malam hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
3. Membaca Buku dan Asah Skill Baru
Waktu ngabuburit adalah momen emas untuk menyelesaikan tumpukan buku yang belum sempat Anda baca. Cobalah mendedikasikan 30 menit setiap sore untuk membaca buku non-fiksi atau biografi tokoh inspiratif.
Lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan aplikasi pembelajaran bahasa atau kursus singkat melalui ponsel. Mempelajari lima kata baru dalam bahasa asing atau memahami dasar-dasar desain grafis secara konsisten setiap hari akan membuahkan hasil luar biasa dalam sebulan. Tentu saja, kegiatan ini jauh lebih bermanfaat daripada sekadar melakukan navigasi tanpa arah di dunia maya.
4. Berbenah dan Decluttering Ruang Kerja
Lingkungan yang rapi mencerminkan pikiran yang tertata. Gunakan waktu sore untuk membereskan meja kerja atau merapikan folder di perangkat komputer Anda.
Selanjutnya, Anda dapat menerapkan metode decluttering minimalis pada satu sudut ruangan setiap harinya. Langkah kecil ini memberikan rasa pencapaian (sense of accomplishment) yang instan. Dengan demikian, Anda akan merasa lebih siap dan termotivasi untuk memulai pekerjaan pada keesokan paginya.
5. Jurnaling dan Refleksi Diri
Tantangan terbesar saat berpuasa adalah menjaga kesabaran. Menulis jurnal atau melakukan refleksi harian membantu Anda mengevaluasi perkembangan diri selama bulan Ramadan.
Tuliskan tiga hal yang Anda syukuri hari ini serta satu pelajaran hidup yang baru Anda dapatkan. Meskipun tampak sederhana, kebiasaan ini memperkuat kesadaran diri dan kematangan emosional. Pada akhirnya, ngabuburit bukan lagi sekadar menunggu matahari terbenam, melainkan proses aktif untuk menjadi versi terbaik dari diri Anda sendiri.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















