Ambisi Akuisisi Greenland: Trump Tunjuk Jenderal Lapangan

Rabu, 24 Desember 2025 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

COPENHAGEN – Ambisi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk membeli pulau terbesar di dunia ternyata belum padam. Trump kembali menegaskan keinginan AS untuk “memiliki” Greenland demi kepentingan keamanan nasional pada Senin (22/12/2025).

Langkah serius pun ia ambil. Trump menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus untuk pulau Arktik tersebut pada hari Minggu. Menurut Trump, Landry sangat antusias dan ingin “memimpin serangan” (lead the charge) dalam upaya akuisisi ini.

“Kami membutuhkannya untuk keamanan nasional. Kami harus memilikinya,” tegas Trump kepada wartawan di Palm Beach, Florida.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Denmark: “Anda Tidak Bisa Menganeksasi Negara Lain”

Pernyataan ini langsung memicu badai diplomatik. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen merilis pernyataan bersama yang berapi-api.

Baca Juga :  Pembunuhan Pegawai Bank di Jakarta Ditangkap di Johar Baru, 1 di Bandara NTT

Mereka menegaskan bahwa rakyat Greenland memegang hak penuh atas pulau tersebut, bukan Denmark, apalagi Amerika. Secara tegas, mereka menolak segala bentuk pengambilalihan.

“Anda tidak bisa menganeksasi negara lain. Bahkan, argumen keamanan internasional tidak bisa membenarkannya,” bunyi pernyataan tersebut.

Nielsen menambahkan lewat Facebook bahwa pengumuman Trump tidak mengubah apa pun bagi mereka. “Kami memutuskan masa depan kami sendiri,” tulisnya.

Tekanan Ekonomi: Proyek Angin Dibekukan

Ketegangan tidak hanya berhenti pada perang kata-kata. Tampaknya, Washington mulai menggunakan instrumen ekonomi untuk menekan Copenhagen.

Pada hari yang sama, pemerintahan Trump menangguhkan sewa untuk lima proyek angin lepas pantai besar di Pantai Timur AS. Nahasnya, perusahaan energi Denmark, Orsted, tengah mengembangkan dua proyek di antaranya.

Copenhagen menilai langkah ini sebagai taktik tekanan langsung. Akibatnya, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen berencana memanggil Duta Besar AS Kenneth Howery.

Baca Juga :  Target Berikutnya: Trump Beri Sinyal Ambil Alih Kuba di Tengah Kolapsnya Listrik Nasional

“Tiba-tiba, sekarang ada perwakilan khusus presiden AS yang bertugas mengambil alih Greenland. Ini tentu saja benar-benar tidak dapat diterima,” ujar Rasmussen kepada TV2.

Uni Eropa Pasang Badan

Uni Eropa (EU) tidak tinggal diam melihat tekanan terhadap anggotanya. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan bahwa keamanan Arktik tetap menjadi prioritas utama.

Ia menekankan prinsip integritas wilayah dan kedaulatan nasional dalam hukum internasional. “EU akan berdiri teguh bersama Denmark dan rakyat Greenland,” janjinya.

Faktanya, Greenland memiliki posisi strategis di antara Eropa dan Amerika Utara. Pulau ini menjadi lokasi kunci sistem pertahanan rudal balistik AS. Selain itu, kekayaan mineralnya yang melimpah membuat AS semakin bernafsu untuk mengurangi ketergantungan impor dari negara lain.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50
Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow Kedua Kalinya
Ancaman Penahanan Dana NATO: AS Tinjau Ulang Pasukan
Politisi Republik Serang Kesepakatan Damai Trump dengan Iran
Amerika Serikat dan Iran Resmi Rilis Dokumen Damai
PM Jepang Sanae Takaichi Sukses Jalani Debut Diplomasi G7

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:16 WIB

Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:09 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:23 WIB

Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:46 WIB

Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow Kedua Kalinya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:41 WIB

Ancaman Penahanan Dana NATO: AS Tinjau Ulang Pasukan

Berita Terbaru