Takaichi Resmi Bubarkan Parlemen, Oposisi Jepang Mengamuk

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Jumat (24/1) menjadi hari yang penuh gejolak di kancah politik Jepang. Perdana Menteri Sanae Takaichi secara resmi membubarkan Majelis Rendah (House of Representatives), sebuah langkah agresif untuk memaksakan pemilihan umum dini (snap election).

Tindakan ini menandai preseden sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam 60 tahun, seorang perdana menteri membubarkan parlemen tepat pada hari pembukaan sesi Diet biasa.

Implikasinya serius: agenda krusial untuk membahas dan menyetujui anggaran awal tahun fiskal 2026 (yang dimulai April) kini terhenti. Pembubaran ini secara otomatis menunda proses tinjauan anggaran negara yang sangat vital.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Jepang segera mengadakan rapat kabinet luar biasa pasca-pembubaran. Mengutip TBS Television, kabinet memutuskan untuk mengeluarkan pemberitahuan resmi pemilu pada 27 Januari, dengan pemungutan suara dijadwalkan pada 8 Februari.

Baca Juga :  Kesenjangan yang Membakar: Bagaimana Ketimpangan Ekonomi Melahirkan Ekstremisme Politik

Oposisi: “Tidak Ada Pembenaran!”

Langkah Takaichi langsung menuai badai kritik dari para pemimpin partai oposisi yang merasa langkah ini tidak memiliki dasar moral maupun politik yang kuat.

Yoshihiko Noda, pemimpin bersama dari partai oposisi utama baru “Aliansi Reformasi Sentris” (Centrist Reform Alliance), menyatakan kekecewaannya. Kepada Kyodo News, Noda menegaskan bahwa ia merasakan “tidak ada pembenaran” untuk pembubaran tersebut, mengingat Jepang saat ini sedang menghadapi gunung masalah mendesak.

Kritik tajam juga datang dari Yuichiro Tamaki, ketua Partai Demokrat untuk Rakyat (Democratic Party for the People). Ia menyoroti dampak ekonomi dari manuver politik ini.

Baca Juga :  Memahami Realisme Ofensif dan Ambisi Hegemoni Regional

“Sangat disesalkan bahwa ini menjadi pembubaran yang menempatkan ekonomi di urutan kedua,” kecam Tamaki.

Menghindari Debat, Mengamankan Kursi?

Tomoko Tamura, ketua Partai Komunis Jepang, menyoroti penderitaan rakyat di akar rumput. Ia menunjukkan fakta bahwa kenaikan harga barang telah mendorong mata pencaharian masyarakat ke dalam kesulitan.

Tamura menuduh Takaichi sengaja memilih jalan pintas. Menurutnya, PM Takaichi membubarkan majelis rendah untuk “menghindari debat yang terbuka dan adil di hadapan publik” mengenai isu-isu krusial tersebut.

Serangan paling personal datang dari Mizuho Fukushima, pemimpin Partai Sosial Demokrat Jepang. Ia memperingatkan karakter kepemimpinan Takaichi.

“Mereka yang membubarkan Majelis Rendah semata-mata untuk kepentingan pribadi dan bertindak secara sepihak, juga akan mengatur politik dengan cara yang mementingkan diri sendiri dan sewenang-wenang,” tegas Fukushima.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1
Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas
Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir
Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani
Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas
Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan
Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran
Plt Jaksa Agung AS Batalkan Dana Ganti Rugi Trump Rp29 Triliun

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Berita Terbaru

Pemerintah Australia memperingatkan potensi lonjakan penyebaran wabah flu burung H5N1 setelah menemukan kasus kematian massal pertama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agu 2026 - 13:24 WIB

Kepolisian Twin Falls mengonfirmasi insiden penembakan di restoran In-N-Out Burger, Idaho. Akibatnya, tiga orang tewas dan tujuh warga mengalami luka-luka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:49 WIB

Tom Holland mengonfirmasi pengetahuan tentang jadwal debut Miles Morales di MCU saat mempromosikan film Spider-Man: Brand New Day yang mencetak rekor pendapatan box office. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU

Selasa, 4 Agu 2026 - 10:00 WIB