Korban Longsor Banjarnegara Bertambah Jadi 12 Orang, BNPB Siapkan 50 Huntara untuk Penyintas

Sabtu, 22 November 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Personel SAR menyisir sektor C “lidah longsoran” Banjarnegara dengan alat berat pada hari terakhir operasi pencarian.(Posnews/Ist)

Personel SAR menyisir sektor C “lidah longsoran” Banjarnegara dengan alat berat pada hari terakhir operasi pencarian.(Posnews/Ist)

BANJARNEGARA, POSNEWS.CO.ID – Jelang berakhirnya operasi, Tim SAR akhirnya berhasil menemukan korban longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Jumat (21/11/2025).

Dengan penemuan terbaru ini, jumlah korban meninggal dunia resmi naik menjadi 12 orang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut dua jenazah ditemukan dalam waktu berdekatan, yakni sekitar pukul 16.30 WIB dan 17.00 WIB.

Temuan ini menambah jumlah korban meninggal menjadi 12 orang, termasuk dua korban sebelumnya yang ditemukan dalam bentuk potongan tubuh,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Menurutnya, jumlah warga hilang kini tercatat 18 orang, setelah dua temuan body part harus melalui proses identifikasi ketat oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Baca Juga :  Tragedi Musala Al Khoziny, Presiden Prabowo Instruksikan Periksa Semua Ponpes

Cuaca Buruk dan Tanah Labil Tak Hentikan Tim SAR

Hingga kini, proses pencarian korban terus berlanjut. Meski cuaca tidak bersahabat, petugas tetap melanjutkan operasi secara hati-hati.

Hujan yang mengguyur kawasan dikhawatirkan menambah beban tanah dan memicu longsor susulan.

Medan juga memperberat langkah tim: tanah labil, licin, serta jarak pandang terbatas. Namun, tim SAR gabungan tetap teguh menyisir tiga sektor pencarian:

  • Sektor A (bagian atas)
  • Sektor B (area tengah)
  • Sektor C (area bawah, titik menerima luncuran material terbesar)

BNPB Bangun 50 Huntara untuk Para Penyintas

Baca Juga :  Australia Membara: Gelombang Panas Panggang Victoria

Abdul Muhari memastikan BNPB bergerak cepat membantu warga terdampak. Sebanyak 50 hunian sementara (huntara) mulai disiapkan dan bisa bertambah sesuai kebutuhan.

Pembangunan diawali Sabtu (22/11/2025) dengan penyiapan material dan pembukaan lahan. Dua hari kemudian, Senin (24/11/2025), proses konstruksi huntara resmi dimulai.

Pemda kini melakukan pendataan warga terdampak dan mereka yang tinggal di zona rawan. Kelompok ini akan menjadi prioritas penghuni huntara.

BNPB juga menegaskan pembangunan hunian tetap (huntap) akan berlanjut setelah seluruh huntara selesai dan ditempati. Lokasinya direncanakan tidak jauh dari area terdampak, agar warga tetap dekat dengan lingkungan asal mereka. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Janji Masuk SPKT Polres Banjarbaru, Polisi Gadungan Ditangkap usai Tipu Kekasih
Dedi Mulyadi Minta Oknum Dishub Bekasi Dipecat Usai Video Dugaan Pungli Viral
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Dimulai, Kapolda Riau Kirim 8 Tim ke Wilayah 3T
Kericuhan Tarkam Purbalingga: Suporter Serbu Lapangan dan Keroyok Wasit
Balita 2 Tahun Diculik dan Diduga Dijadikan Jaminan Utang Arisan Online di Makassar
Jenazah Korban KKB Yahukimo Berhasil Dievakuasi TNI, Ditemukan di Jurang Kali Kolaf
MBG di SMKN 6 Semarang Diduga Sebabkan Keracunan 707 Orang, 9 Orang Dirawat
Grand Max Bawa BBM Terbakar di Tanjung Senang, Polisi Dalami Dugaan Pengecoran

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Janji Masuk SPKT Polres Banjarbaru, Polisi Gadungan Ditangkap usai Tipu Kekasih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Dedi Mulyadi Minta Oknum Dishub Bekasi Dipecat Usai Video Dugaan Pungli Viral

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Dimulai, Kapolda Riau Kirim 8 Tim ke Wilayah 3T

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kericuhan Tarkam Purbalingga: Suporter Serbu Lapangan dan Keroyok Wasit

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Balita 2 Tahun Diculik dan Diduga Dijadikan Jaminan Utang Arisan Online di Makassar

Berita Terbaru

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB