Jenderal Maruli Ungkap Upaya Sabotase Jembatan Bailey, Nyawa Warga Terancam

Senin, 29 Desember 2025 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Posnews/Ist)

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkap dugaan sabotase jembatan Bailey yang dibangun TNI di wilayah terdampak bencana Sumatera.

Aksi ini dinilai membahayakan keselamatan warga yang bergantung pada akses darurat tersebut.

Maruli menyebut sabotase terdeteksi dua hari sebelumnya. Pelaku diduga mencoba melepas baut konstruksi jembatan yang sudah terpasang dan siap digunakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di tengah penanganan bencana, masih ada pihak yang berupaya menyabotase jembatan Bailey kami,” tegas Maruli saat konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/12/2025).

Baca Juga :  HNPN–SNI Kirim 35 Ton Bantuan ke Sumatera, KKP Kerahkan Kapal ORCA 05

Ia geram karena tindakan itu berpotensi merenggut nyawa warga yang tengah berada dalam kondisi darurat. Menurutnya, perbuatan tersebut melampaui batas kemanusiaan.

“Kami tidak menyangka ada tindakan setega ini. Warga korban bencana justru dijadikan taruhan,” ujarnya.

Maruli juga menepis isu liar soal pengkondisian. Ia menegaskan tidak ada alasan apa pun yang membenarkan tindakan berbahaya tersebut.

Baca Juga :  OTT KPK di Jakut, 4 Pegawai Pajak dan 4 Swasta Diciduk - Emas, Uang Rp6 Miliar Disita

“Mengorbankan nyawa rakyat bukan pengkondisian, itu tindakan biadab,” tandasnya.

Sebagai tindak lanjut, TNI AD memperketat pengamanan seluruh jembatan darurat dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki serta memburu pelaku sabotase.

Hingga akhir Desember 2025, TNI AD terus mempercepat pembangunan dan pengamanan jembatan Bailey di sejumlah titik bencana sebagai jalur vital logistik, evakuasi, dan pemulihan akses warga.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

I-GHAS 24/7, Sistem Baru Polri Deteksi Buronan Internasional
Slamet Uliandi Jadi Tersangka Keempat, Ini Perannya dalam Kasus Penyadapan
Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?
1.468 Titik Panas Karhutla, Kalteng Paling Mengkhawatirkan
DPR Dorong RUU Penyadapan, Privasi Warga Jadi Sorotan
Komisi Yudisial dan Polri Bahas Polisi Khusus Pengadilan
Purnawirawan Polri Dukung Kapolri di Tengah Kasus Penyadapan
Jokowi tunjukkan ijazah di sidang Roy Suryo

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:41 WIB

I-GHAS 24/7, Sistem Baru Polri Deteksi Buronan Internasional

Kamis, 5 November 2026 - 21:12 WIB

Slamet Uliandi Jadi Tersangka Keempat, Ini Perannya dalam Kasus Penyadapan

Kamis, 5 November 2026 - 17:23 WIB

Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?

Kamis, 5 November 2026 - 16:55 WIB

DPR Dorong RUU Penyadapan, Privasi Warga Jadi Sorotan

Kamis, 5 November 2026 - 16:44 WIB

Komisi Yudisial dan Polri Bahas Polisi Khusus Pengadilan

Berita Terbaru

Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto menandatangani kerja sama dengan dua perusahaan untuk membuka peluang kerja melalui program POLIRAN. (Posnews/Humas PMJ)

JABODETABEK

POLIRAN Buka Jalan Kerja bagi Warga Jakarta

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:00 WIB

Kapolri Suyudi Ario Seto bersama Dirjen Imigrasi saat meluncurkan aplikasi I-GHAS 24/7 di Mabes Polri. (Posnews/Humas Polri)

NASIONAL

I-GHAS 24/7, Sistem Baru Polri Deteksi Buronan Internasional

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:41 WIB

Ilustrasi, Penyadapan. (Magnific)

NASIONAL

Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:23 WIB