Polri Perkuat PPA, Mata Kuliah Khusus Masuk Kurikulum Polwan

Jumat, 2 Januari 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. (Posnews/Ist)

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Perlindungan perempuan dan anak (PPA) terus menguat sebagai agenda strategis nasional.

Isu ini tidak hanya menyangkut pemenuhan hak asasi manusia, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Di Indonesia, pemerintah bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat langkah perlindungan terhadap kelompok rentan.

Meski kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi masih terjadi, pemerintah dan aparat terkait terus mengembangkan kebijakan serta inovasi untuk memastikan perlindungan hukum berjalan efektif.

Polri memainkan peran kunci dalam upaya ini. Melalui pembentukan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Polri menghadirkan pendekatan yang lebih humanis, profesional, dan berorientasi pada pemulihan korban.

Unit ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus perempuan dan anak di berbagai wilayah.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 23 Desember 2025, Hujan Ringan–Sedang Mengintai Jelang Libur Nataru

Penguatan tersebut ditopang oleh kerangka hukum yang solid, baik di tingkat nasional maupun internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah regulasi, seperti Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, hingga Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, menjadi pijakan dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan dan berperspektif hak asasi manusia.

Sejalan dengan itu, Polri terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Polri menggelar pelatihan berkelanjutan, menyusun standar operasional prosedur, serta memperkuat kerja sama lintas lembaga untuk memastikan setiap personel peka terhadap isu gender dan kelompok rentan.

Sebagai langkah progresif, Polri berencana memasukkan mata kuliah Perempuan dan Kelompok Rentan ke dalam kurikulum S1 Bintara Polwan di STIK–PTIK.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Buka Pendidikan Bintara Polri 2025, Irjen Karyoto: Polisi itu Jalan Hidup

Kebijakan ini membentuk Polwan profesional yang berempati dalam menangani kasus perempuan dan anak.

Penguatan Pendidikan

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, penguatan pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi institusi.

“Polri tidak hanya memperkuat penegakan hukum, tetapi juga membangun fondasi perlindungan melalui pendidikan,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, integrasi kurikulum ini menjadi bukti komitmen Polri untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman.

Dengan langkah ini, Polri optimistis memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak yang inklusif, adil, dan berorientasi pada pemulihan korban.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Krisis Pangan Global: Ketika Pasar Komoditas Bertabrakan
Misteri Kematian Staf Bawaslu OKU Selatan, Luka di Leher Picu Dugaan Pembunuhan
Libur Lebaran, Kota Tua Jakarta Dipadati 23 Ribu Pengunjung – Lighting Art Daya Tarik Utama
Menakar Remitansi dan Dilema Politik Perbatasan
2.708 ASN Kemensos Bolos Usai Lebaran, Mensos Gus Ipul Wajibkan Apel Pembinaan
BMKG: Hujan Guyur Jabodetabek Hari Ini, Siang hingga Sore Meningkat
Jabatan Kepala BAIS TNI Diserahkan, 4 Prajurit Diduga Terlibat Kasus Air Keras Aktivis
Bareskrim Bongkar Narkoba Jaringan Erwin Iskandar, Pemilik dan Penjual Rekening Diciduk

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:52 WIB

Krisis Pangan Global: Ketika Pasar Komoditas Bertabrakan

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:08 WIB

Misteri Kematian Staf Bawaslu OKU Selatan, Luka di Leher Picu Dugaan Pembunuhan

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:56 WIB

Libur Lebaran, Kota Tua Jakarta Dipadati 23 Ribu Pengunjung – Lighting Art Daya Tarik Utama

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:48 WIB

Menakar Remitansi dan Dilema Politik Perbatasan

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:36 WIB

2.708 ASN Kemensos Bolos Usai Lebaran, Mensos Gus Ipul Wajibkan Apel Pembinaan

Berita Terbaru

Piring kosong di meja dunia. Perspektif Food Regime Theory mengungkap cara volatilitas pasar dan monopoli agribisnis mengancam kedaulatan pangan nasional di tengah berkecamuknya konflik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Krisis Pangan Global: Ketika Pasar Komoditas Bertabrakan

Kamis, 26 Mar 2026 - 07:52 WIB

Pilar ekonomi yang retak. Remitansi menjadi penyelamat bagi negara berkembang, namun arus migrasi tenaga kerja kini menghadapi tembok politik domestik yang kian keras di negara-negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menakar Remitansi dan Dilema Politik Perbatasan

Kamis, 26 Mar 2026 - 06:48 WIB