India dan Pakistan Saling Buka Kartu Fasilitas Nuklir

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Di tengah sisa-sisa konflik militer 2025, India dan Pakistan tetap jalankan ritual diplomatik tahunan demi cegah kiamat nuklir. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Di tengah sisa-sisa konflik militer 2025, India dan Pakistan tetap jalankan ritual diplomatik tahunan demi cegah kiamat nuklir. Dok: Istimewa.

NEW DELHI, POSNEWS.CO.ID – India dan Pakistan kembali menjalankan ritual diplomatik krusial pada hari Kamis. Kedua negara tetangga yang berseteru ini saling bertukar daftar instalasi dan fasilitas nuklir masing-masing melalui saluran diplomatik.

Kementerian Luar Negeri India menyatakan bahwa proses pertukaran berlangsung secara serentak di New Delhi dan Islamabad. Di sisi lain perbatasan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Hussain Andrabi, turut mengonfirmasi hal ini. Ia memastikan bahwa pertukaran data berjalan sesuai dengan kesepakatan yang berlaku.

Komitmen di Atas Konflik

Momen ini menjadi sorotan khusus karena konteks waktunya. Pertukaran tahunan ini tetap terlaksana meskipun bayang-bayang konflik militer singkat tahun 2025 masih menyelimuti hubungan kedua negara. Ketegangan bilateral sempat memuncak, namun protokol nuklir ini terbukti tahan banting.

Baca Juga :  Minneapolis Membara, Agen Federal Tembak Mati Warga Sipil

Dasar dari tindakan ini adalah pakta bilateral yang melarang kedua negara menyerang fasilitas nuklir satu sama lain. Para pemimpin kedua negara menandatangani perjanjian bersejarah ini pada Desember 1988. Kemudian, aturan ini mulai berlaku efektif pada 27 Januari 1991.

Katup Pengaman Terakhir

Kelangsungan pertukaran daftar ini memiliki makna strategis yang mendalam, melampaui sekadar rutinitas birokrasi.

Pertama, ini adalah bukti ketahanan Confidence Building Measures (CBM) atau tindakan pembangunan kepercayaan. Fakta bahwa mekanisme ini tetap berjalan pasca-konflik 2025 menunjukkan adanya kedewasaan strategis. Baik New Delhi maupun Islamabad menyadari satu hal krusial: perang konvensional boleh terjadi, namun salah hitung terkait aset nuklir adalah garis merah yang haram mereka langgar.

Baca Juga :  Perang Tanpa Peluru: Sanksi Ekonomi sebagai Senjata Geopolitik

Kedua, transparansi ini berfungsi sebagai deterensi. Dengan mengetahui lokasi pasti fasilitas lawan, kedua pihak secara implisit saling mengingatkan tentang kerentanan masing-masing. Ini menciptakan keseimbangan teror yang paradoksnya justru menjaga perdamaian nuklir di Asia Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah retorika politik yang sering kali panas, pertukaran daftar ini adalah sinyal sunyi namun kuat. Sinyal itu menyatakan bahwa komunikasi antar-petinggi militer dan diplomat masih berfungsi demi mencegah bencana katastrofi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Naikkan Pangkat 47 Pati Polri, Ini Daftar Lengkap Jenderal Baru 2026
Mengapa Penurunan Populasi Burung di Amerika Serikat Kian Mempercepat?
Puncak Mudik 2026 Naik 4,26%, Korlantas Tutup Tol MBZ dan Terapkan Contraflow
Hai Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026, Ini Penjelasan Kemenag
Fed Tahan Suku Bunga: Jerome Powell Waspadai Inflasi Energi Akibat Perang Iran
Pertemuan 2 Jam Prabowo–Megawati di Istana, Bahas Politik dan Geopolitik Global
Xi Jinping dan Berdimuhamedov Pererat Kemitraan Strategis China-Turkmenistan
IMO Usulkan Jalur Aman untuk 20.000 Pelaut yang Terjebak di Teluk

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:25 WIB

Kapolri Naikkan Pangkat 47 Pati Polri, Ini Daftar Lengkap Jenderal Baru 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:10 WIB

Mengapa Penurunan Populasi Burung di Amerika Serikat Kian Mempercepat?

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:55 WIB

Puncak Mudik 2026 Naik 4,26%, Korlantas Tutup Tol MBZ dan Terapkan Contraflow

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:34 WIB

Hai Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026, Ini Penjelasan Kemenag

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:00 WIB

Fed Tahan Suku Bunga: Jerome Powell Waspadai Inflasi Energi Akibat Perang Iran

Berita Terbaru