Minneapolis Membara, Agen Federal Tembak Mati Warga Sipil

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"Ini memuakkan." Gubernur Minnesota menuntut penarikan agen federal setelah insiden penembakan ketiga bulan ini menewaskan seorang pemilik senjata legal. Dok: VCG.

MINNEAPOLIS, POSNEWS.CO.ID – Sabtu pagi (25/1) yang dingin di Minneapolis berubah menjadi mimpi buruk. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa seorang pria yang tewas ditembak oleh agen federal Amerika Serikat ternyata adalah warga negara AS sendiri.

Kepala Polisi Minneapolis, Brian O’Hara, mengungkapkan identitas korban dalam konferensi pers. Korban bernama Alex Pretti, pria kulit putih berusia 37 tahun dan penduduk lokal Minneapolis.

“Kami yakin dia adalah warga negara Amerika,” ujar O’Hara.

Fakta yang lebih mengejutkan terungkap: Pretti adalah pemilik senjata yang sah dan memiliki izin untuk membawanya (permit to carry). O’Hara mendesak warga untuk tetap damai, meski ia mengakui adanya kemarahan besar di masyarakat.

Versi DHS vs Video Wali Kota

Narasi kejadian terbelah tajam. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) merilis pernyataan pembelaan. Mereka mengklaim petugas sedang melakukan operasi target terhadap “orang asing ilegal” yang menjadi buronan kasus kekerasan.

Menurut DHS, seorang individu (Pretti) mendekati petugas Patroli Perbatasan dengan pistol semi-otomatis 9mm.

Baca Juga :  1.882 Napi Lapas Cipinang Terima Remisi HUT ke-80 RI, 48 Langsung Bebas

“Petugas berusaha melucuti senjata tersangka tetapi tersangka bersenjata itu melawan dengan keras,” klaim DHS. Agen kemudian melepaskan “tembakan defensif” karena takut akan nyawanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey memiliki cerita berbeda yang mengerikan. Ia mengaku telah menonton video kejadian tersebut.

“Video itu tampaknya menunjukkan lebih dari enam agen bertopeng memukuli salah satu konstituen kami dan menembaknya hingga mati,” ungkap Frey dengan nada berang.

“Berapa banyak lagi nyawa yang harus hilang sebelum pemerintahan ini menyadari bahwa narasi politik dan partisan tidak setingkat pentingnya dengan nilai-nilai Amerika?” tanyanya.

Gubernur Walz: “Keluarkan Mereka Sekarang!”

Gubernur Minnesota Tim Walz bereaksi keras. Melalui platform X, ia menyebut insiden ini “memuakkan” setelah berbicara dengan Gedung Putih.

“Minnesota sudah muak. Presiden harus mengakhiri operasi ini. Tarik ribuan petugas yang kejam dan tidak terlatih itu dari Minnesota. Sekarang!” tuntut Walz.

Baca Juga :  Guncangan Global di Afrika: Menlu Afsel Peringatkan Ancaman Krisis Pangan dan Energi

Sebagai respons darurat, Walz mengizinkan pengaktifan Garda Nasional Minnesota (Minnesota National Guard) untuk membantu penegak hukum lokal atas permintaan Kantor Sheriff Hennepin County. Walz menegaskan bahwa negara bagian memiliki personel sendiri untuk menjaga keamanan, dan agen federal tidak boleh menghalangi kemampuan mereka.

Gelombang Protes Nasional

Kematian Alex Pretti adalah insiden penembakan ketiga yang melibatkan aparat federal di kota tersebut bulan ini, menyusul kematian Renee Good pada 7 Januari.

Dampaknya menjalar ke seluruh negeri. Di Boston, massa berbaris di tengah badai musim dingin membawa tanda bertuliskan “Abolish ICE”. Di New York, lebih dari 1.000 orang memadati jalanan menuntut pembubaran badan imigrasi tersebut.

Wali Kota New York Zohran Mamdani turut mengecam keras melalui X. “ICE meneror kota-kota kita. ICE menempatkan kita semua dalam bahaya. Hapuskan ICE,” tulisnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China
Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis
150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov
Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:07 WIB

Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:36 WIB

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Visi kemitraan masa depan. Wakil Perdana Menteri China He Lifeng mengajak Belgia untuk mempererat tradisi kerja sama yang saling menguntungkan dan menjaga sistem perdagangan dunia yang terbuka di tengah dinamika hubungan China-Uni Eropa.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

Modernisasi armada laut. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor di Sanya, China, sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan maritim dan deterensi di kawasan Samudra Hindia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Ketahanan energi lintas benua. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan pemerintah Korea Selatan menyepakati kerja sama strategis untuk menjamin kelancaran pasokan LNG dan produk minyak olahan guna meredam dampak penutupan Selat Hormuz. Dok: Yonhap.

INTERNASIONAL

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB