Xi Jinping dan Berdimuhamedov Pererat Kemitraan Strategis China-Turkmenistan

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Navigasi hubungan adidaya. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing guna melakukan pembicaraan tatap muka perdana dalam enam bulan dengan Presiden Xi Jinping, membawa agenda ekonomi besar di tengah ketegangan perang Iran. Dok: Istimewa.

Navigasi hubungan adidaya. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing guna melakukan pembicaraan tatap muka perdana dalam enam bulan dengan Presiden Xi Jinping, membawa agenda ekonomi besar di tengah ketegangan perang Iran. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Presiden China Xi Jinping menyerukan perluasan skala kerja sama sektor gas alam dengan Turkmenistan pada Rabu. Pertemuan tingkat tinggi di Beijing ini menegaskan posisi Turkmenistan sebagai mitra energi paling tepercaya China di Asia Tengah.

Xi Jinping menekankan pentingnya peningkatan level perdagangan dan investasi. Hal ini bertujuan untuk menghadapi dinamika global yang kian kompleks. Kunjungan Gurbanguly Berdimuhamedov bertepatan dengan keberhasilan “Dua Sesi” China. Sidang tersebut baru saja menyetujui cetak biru pembangunan nasional lima tahun ke depan.

Gas Alam dan Implementasi Rencana Lima Tahun ke-15

Dalam pembicaraan tersebut, Xi mengungkapkan persetujuan garis besar Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030). Rencana ini meletakkan fondasi kuat bagi modernisasi sosialis China. Implementasi rencana tersebut menjanjikan peluang pembangunan luas bagi negara mitra, termasuk Turkmenistan.

Oleh karena itu, gas alam tetap menjadi pilar utama kemitraan strategis ini. China berkomitmen menyerap lebih banyak pasokan energi dari Turkmenistan. Langkah ini mendukung kebutuhan industri domestik China yang kian berkembang. Sebagai imbalannya, China menjamin dukungan penuh terhadap kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah Turkmenistan.

Ekspansi ke Sektor AI dan Ekonomi Digital

Selain sektor migas, Xi Jinping mendorong perluasan kerja sama bidang non-sumber daya. China mengajak Turkmenistan berkolaborasi dalam konektivitas, pertanian, kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, dan energi bersih. Kedua pihak sepakat mempercepat penyelarasan Inisiatif Sabuk dan Jalan dengan strategi nasional Turkmenistan.

Kolaborasi ini juga menyentuh aspek sosial dan budaya. Mereka membentuk “Luban Workshops”, pusat pengobatan tradisional, dan pusat kebudayaan. Langkah ini bertujuan mempererat hubungan antar-masyarakat. China juga mentransfer keahlian teknologi tinggi ke wilayah Asia Tengah.

Baca Juga :  Komplotan Curanmor Beji Depok Diringkus, Pelaku Bersenjata Golok Tak Berkutik

Melawan “Tiga Kekuatan Jahat” dan Multilateralisme Sejati

Di bidang keamanan, Xi Jinping menyerukan tindakan tegas untuk melawan “tiga kekuatan jahat”. Hal ini mencakup terorisme, ekstremisme, dan separatisme. Stabilitas keamanan perbatasan menjadi syarat mutlak bagi keberlangsungan proyek infrastruktur strategis kedua negara. Kedua negara terus memperketat koordinasi militer dan intelijen demi lingkungan pembangunan yang aman.

Berdimuhamedov menyatakan dukungannya terhadap empat inisiatif global dari Xi Jinping. Ia menegaskan kesetiaan Turkmenistan pada prinsip “Satu China”. Ia juga mengapresiasi posisi adil China dalam urusan internasional. Kedua pemimpin sepakat terus membela otoritas PBB. Mereka juga mempraktikkan multilateralisme sejati di tengah tantangan global 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50
Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow Kedua Kalinya
Ancaman Penahanan Dana NATO: AS Tinjau Ulang Pasukan
Politisi Republik Serang Kesepakatan Damai Trump dengan Iran
Amerika Serikat dan Iran Resmi Rilis Dokumen Damai
PM Jepang Sanae Takaichi Sukses Jalani Debut Diplomasi G7

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:16 WIB

Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:09 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:23 WIB

Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:46 WIB

Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow Kedua Kalinya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:41 WIB

Ancaman Penahanan Dana NATO: AS Tinjau Ulang Pasukan

Berita Terbaru