Warga Kali Baru Cilincing Tewas Tersetrum Listrik Saat Banjir Jakarta Utara

Senin, 12 Januari 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bu Maya warga Kali Baru, Cilincing, Jakut meninggal tersetrum listrik. (Posnews/MR)

Bu Maya warga Kali Baru, Cilincing, Jakut meninggal tersetrum listrik. (Posnews/MR)

CILINCING, POSNEWS.CO.ID – Musim hujan membawa bahaya tersembunyi bagi warga Jakarta Utara. Selain banjir, risiko sengatan listrik akibat genangan air bisa berakibat fatal.

Hari ini, Senin (12/1/2026), tragedi itu terjadi di RT 0011/RW 08 Kali Baru Barat 1, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing.

Air hujan merembes masuk ke rumah warga hingga setinggi tempat tidur. Ketika korban berinisial Bu. Maya terbangun, genangan air sudah menyatu dengan aliran listrik rumah.

Baca Juga :  Banjir Rendam Jakarta Utara, Forkopimko Turun Langsung Pantau Genangan Jalan Utama

Akibatnya, ia tersetrum listrik dan meninggal dunia di lokasi.

“Kami mengimbau seluruh warga khususnya di Kali Baru dan wilayah Jakarta Utara untuk tetap waspada. Pastikan kabel dan instalasi listrik aman, terutama saat genangan air mulai masuk rumah,” ujar seorang petugas BPBD setempat.

BPBD Jakarta dan petugas PLN mengingatkan masyarakat untuk:

Memastikan semua kabel listrik aman dan terangkat dari area genangan air.

Tidak menyentuh peralatan listrik saat rumah mulai terendam.

Baca Juga :  Banjir Rendam 33 Jalan di Jakarta, Ketinggian Air Capai 95 Cm - Jakarta Selatan dan Utara Terparah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menggunakan sumber penerangan alternatif yang aman, seperti lampu senter atau lilin, bila terpaksa.

Musim hujan saat ini masih diprediksi berlangsung hingga Februari 2026. Oleh karena itu, kesiapsiagaan terhadap potensi banjir dan bahaya listrik harus menjadi prioritas seluruh warga.

“Setiap genangan air bisa berpotensi mematikan jika bersentuhan dengan aliran listrik. Selalu waspada dan utamakan keselamatan,” tegas petugas BPBD. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus, Bukti Keterlibatan Sipil Mulai Terkuak
Memahami Gejala Regresi Politik di Berbagai Belahan Dunia
Ngeri! Anak di Lahat Mutilasi Ibu Kandung, Jasad Dikubur dalam 3 Karung
Sistem Pemilu Dunia: Mana yang Paling Representatif untuk Demokrasi Kita?
Selandia Baru Siaga Satu: Siklon Vaianu Ancam Pulau Utara dengan Angin Mematikan
Hakim AS Sebut Rencana Pemerintah Terhadap Kilmar Ábrego
Rumah Saksi Dibakar, KPK Usut Intimidasi di Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara
Konflik Uang Berujung Maut, Ayah Tewas Dibantai Anak Kandung Saat Tidur

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 18:50 WIB

Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus, Bukti Keterlibatan Sipil Mulai Terkuak

Rabu, 8 April 2026 - 18:26 WIB

Memahami Gejala Regresi Politik di Berbagai Belahan Dunia

Rabu, 8 April 2026 - 17:25 WIB

Ngeri! Anak di Lahat Mutilasi Ibu Kandung, Jasad Dikubur dalam 3 Karung

Rabu, 8 April 2026 - 17:21 WIB

Sistem Pemilu Dunia: Mana yang Paling Representatif untuk Demokrasi Kita?

Rabu, 8 April 2026 - 17:08 WIB

Selandia Baru Siaga Satu: Siklon Vaianu Ancam Pulau Utara dengan Angin Mematikan

Berita Terbaru

Bahaya dari dalam. Demokrasi modern tidak lagi mati melalui kudeta militer yang berdarah, melainkan melalui erosi perlahan yang para pemimpin terpilih lakukan terhadap institusi dan norma politik tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Memahami Gejala Regresi Politik di Berbagai Belahan Dunia

Rabu, 8 Apr 2026 - 18:26 WIB