Khamenei Klaim Kemenangan: Hasutan AS dan Israel Gagal

Minggu, 18 Januari 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peluang damai dari Doha. Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan darurat di Qatar guna meredakan ketegangan perang pasca-sains aksi saling serang di Teluk Arab. Dok: Istimewa.

Peluang damai dari Doha. Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan darurat di Qatar guna meredakan ketegangan perang pasca-sains aksi saling serang di Teluk Arab. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan deklarasi kemenangan yang tegas pada hari Sabtu (18/1). Ia menyatakan bahwa negaranya telah berhasil mengalahkan Amerika Serikat dan Israel “sekali lagi”.

Dalam pidatonya saat peringatan hari raya keagamaan, Khamenei menegaskan bahwa Iran telah “memadamkan hasutan” yang menurutnya disulut oleh Washington dan Tel Aviv.

Khamenei tidak menahan diri. Ia menuduh Amerika Serikat merancang kerusuhan dengan tujuan akhir “menelan Iran”. Secara spesifik, ia menunjuk hidung Presiden AS Donald Trump.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Trump adalah seorang kriminal,” seru Khamenei. Ia menuding Presiden AS bertanggung jawab langsung atas pembunuhan dan kehancuran selama kerusuhan baru-baru ini. Khamenei menyoroti fakta bahwa Trump melakukan intervensi pribadi, berkomentar secara publik, dan mendorong para perusuh dengan menjanjikan dukungan militer.

Baca Juga :  Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika

Bukan Perang, Tapi Hukuman

Meskipun retorikanya keras, Khamenei menegaskan posisi strategis Iran. Ia menyatakan bahwa meskipun Iran tidak akan mencari perang, mereka tidak akan tinggal diam.

“Kami tidak akan menahan diri untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas kerusuhan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ancamnya.

Pernyataan ini muncul saat protes domestik tampak mulai mereda setelah berminggu-minggu demonstrasi nasional. Protes yang bermula pada akhir Desember karena keluhan ekonomi tersebut sempat berubah menjadi kekerasan massal.

Otoritas Iran bersikeras bahwa “vandal” telah membajak protes damai tersebut. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan pada hari Jumat bahwa pasukan keamanan telah menahan sekitar 3.000 orang sehubungan dengan kerusuhan itu.

Tanda-tanda Normalisasi

Situasi di lapangan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Layanan pesan singkat (SMS) di Iran, yang sempat terganggu, kembali pulih pada hari Sabtu. Media Iran juga melaporkan bahwa sekolah-sekolah akan buka kembali pada hari Minggu setelah penutupan selama satu minggu.

Baca Juga :  Megawati Kembali Jadi Ketua Umum PDIP Periode 2025-2030

Di tingkat regional, sekutu Iran mulai merapatkan barisan. Pemimpin baru Hezbollah Lebanon, Naim Qassem, menyuarakan dukungan kuat. Dalam pidato televisi di saluran al-Manar, Qassem menyebut Iran sebagai “benteng perlawanan” dan menuduh Amerika Serikat berusaha mendominasi dunia.

Di sisi diplomatik, Kementerian Luar Negeri Iran juga bergerak ofensif. Pada Jumat malam, mereka mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras komentar dari negara-negara G7. Teheran menyebut pernyataan G7 tentang kerusuhan baru-baru ini sebagai tindakan “mencampuri urusan orang lain” dan mendesak kelompok tersebut untuk berhenti mengintervensi urusan internal Iran.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

GIGABYTE menaikkan harga kartu grafis di Jepang hingga 40 persen akibat lonjakan biaya produksi dan kelangkaan komponen memori AI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Harga GPU GIGABYTE di Jepang Melonjak 40%

Sabtu, 8 Agu 2026 - 14:12 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta di Gambir terbakar dan memicu penerapan WFH bergilir bagi ASN.
(Posnews/Dinas Gulkarmat DKI Jakarta)

JABODETABEK

Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Ribuan ASN Jalani WFH Bergilir

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:09 WIB

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Capcom Menguji Monster Hunter Wilds di Nintendo Switch 2

Sabtu, 8 Agu 2026 - 12:19 WIB