WHO Lawan Balik: Tedros Sebut Alasan AS Keluar Tidak Benar

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perang kata-kata meletus di Jenewa. Bos WHO peringatkan dunia jadi kurang aman tanpa AS, sementara Washington pergi meninggalkan tunggakan iuran ratusan juta dolar. Dok: VCG.

Perang kata-kata meletus di Jenewa. Bos WHO peringatkan dunia jadi kurang aman tanpa AS, sementara Washington pergi meninggalkan tunggakan iuran ratusan juta dolar. Dok: VCG.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hubungan antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan donatur terbesarnya, Amerika Serikat, mencapai titik nadir baru pada hari Sabtu (24/1). Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, secara terbuka menyerang balik alasan Washington untuk meninggalkan badan kesehatan PBB tersebut.

Dalam pernyataan yang tajam, Tedros menepis kritik AS sebagai hal yang “tidak benar”. Ia juga memberikan peringatan serius mengenai dampak geopolitik dari keputusan tersebut.

“Pengumuman AS minggu ini… membuat baik AS maupun dunia menjadi kurang aman,” tegas Tedros.

Melalui unggahan di platform X, ia menambahkan, “Sayangnya, alasan yang dikutip untuk keputusan AS menarik diri dari WHO tidak benar.” Ia bersikeras bahwa WHO selalu terlibat dengan AS dan semua negara anggota dengan “rasa hormat penuh terhadap kedaulatan mereka.”

Tuduhan Kegagalan Pandemi

Konflik ini memuncak setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Kamis. Mereka mengumumkan bahwa Washington telah secara resmi menarik diri dari WHO.

Baca Juga :  Menjemput Malam Lailatul Qadar: Amalan Utama di 10 Hari Terakhir Ramadan

Duo pejabat tinggi pemerintahan Trump itu menuduh WHO melakukan banyak “kegagalan selama pandemi Covid-19”. Lebih lanjut, mereka menuding agensi tersebut bertindak “berulang kali melawan kepentingan Amerika Serikat.”

Namun, WHO belum mengonfirmasi bahwa penarikan diri tersebut telah berlaku secara efektif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sengketa Tagihan $278 Juta

Di balik retorika politik, terdapat masalah administrasi yang pelik: uang. Perselisihan ini muncul saat Washington berjuang melepaskan diri dari WHO, setahun setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk itu.

Proses penarikan satu tahun sebenarnya mencapai penyelesaian pada hari Kamis. Namun, Kennedy dan Rubio menyatakan penyesalan bahwa WHO “belum menyetujui penarikan kami dan, pada kenyataannya, mengklaim bahwa kami berhutang kompensasi.”

WHO memegang kartu as hukum dari tahun 1948. Ketika Washington bergabung, mereka menyetujui syarat bahwa AS berhak menarik diri asalkan memberikan pemberitahuan satu tahun dan telah memenuhi “kewajiban keuangannya kepada organisasi secara penuh untuk tahun fiskal berjalan.”

Baca Juga :  Menlu Araghchi Tolak Gencatan Senjata Sementara dan Tuntut Ganti Rugi

Seorang pejabat pers WHO mengonfirmasi kepada Xinhua bahwa AS belum membayar iuran keanggotaannya yang tertunggak.

“Hingga hari ini, AS belum membayar jumlah yang ditagihkan untuk kontribusi yang dinilai untuk dua tahunan 2024-2025,” ungkap pejabat tersebut.

Laporan National Public Radio (NPR) memperkirakan jumlah tunggakan tersebut mencapai sekitar $278 juta (Rp 4,3 triliun).

Pintu Masih Terbuka?

WHO menyatakan bahwa pemberitahuan penarikan ini “menimbulkan masalah” yang akan dibahas dalam pertemuan Dewan Eksekutif bulan depan dan Majelis Kesehatan Dunia tahunan pada bulan Mei.

Meski tegang, Tedros masih menyisakan ruang diplomasi. “Kami berharap AS akan kembali berpartisipasi aktif di WHO di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, ia menegaskan bahwa WHO tetap berkomitmen teguh bekerja dengan semua negara demi misi intinya: standar kesehatan tertinggi sebagai hak fundamental bagi semua orang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik
Prabowo Gebrak May Day 2026: RUU Ketenagakerjaan Dipercepat, Ojol Dapat Perlindungan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:50 WIB

Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB