WASHINGTON/MINNEAPOLIS, POSNEWS.CO.ID – Gencatan senjata retorika antara Washington dan Minneapolis berumur pendek. Pada hari Rabu (28/1), Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melancarkan serangan verbal kepada Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey.
Pemicunya adalah penegasan Frey bahwa kotanya tidak akan membantu agen federal menegakkan hukum imigrasi. Trump, yang sehari sebelumnya menjanjikan de-eskalasi, langsung berang.
“Bisakah seseorang di lingkaran dalamnya menjelaskan bahwa pernyataan ini adalah pelanggaran hukum yang sangat serius, dan bahwa dia BERMAIN DENGAN API!” tulis Trump di media sosial. Ia juga mengancam akan memotong pendanaan bagi negara bagian yang menerapkan yurisdiksi suaka (sanctuary jurisdictions).
Frey membalas dengan dingin: “Tugas polisi kami adalah menjaga keamanan warga, bukan menegakkan hukum imigrasi federal.”
Taktik Baru di Bawah Tom Homan
Di lapangan, kedatangan “Tsar Perbatasan” Tom Homan menggantikan Gregory Bovino membawa perubahan pola operasi. Pengamat melaporkan pergeseran dari penyisiran acak ke operasi yang lebih tertarget.
Kini, agen ICE bergerak dalam karavan tiga kendaraan dan mengetuk pintu rumah tertentu untuk mencari target spesifik. Jika mereka tidak menemukan target, mereka pergi. Ini berbeda dengan taktik minggu lalu di mana agen menghentikan orang secara acak di jalanan.
Namun, aktivis tetap skeptis. “Mereka pasti berpindah-pindah. Mengendur selama beberapa hari agar orang lengah,” kata Patty O’Keefe, pengamat komunitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Video Maut Alex Pretti
Tekanan politik terhadap Trump makin berat setelah narasi pemerintah soal penembakan Alex Pretti (37) runtuh.
Awalnya, pejabat menuduh Pretti berencana membantai petugas dengan pistol. Stephen Miller, penasihat Gedung Putih, bahkan melabelinya sebagai “pembunuh” dan “teroris”.
Namun, video yang Reuters verifikasi mengungkap fakta sebaliknya. Video itu menunjukkan Pretti hanya memegang ponsel saat agen Patroli Perbatasan mendorongnya ke tanah. Rekaman juga memperlihatkan agen menemukan pistol Pretti di pinggangnya dan mengambilnya beberapa detik sebelum agen lain menembak punggung Pretti yang sudah petugas lumpuhkan.
Fakta ini memicu krisis politik. Sejumlah anggota Partai Republik di Kongres, yang biasanya loyal pada Trump, kini mulai menyerukan penyelidikan independen. Miller pun melunak, mengakui agen “mungkin tidak mengikuti protokol”.
Ilhan Omar Diserang, Ekuador Protes
Kekacauan meluas ke ranah diplomatik dan politik. Kementerian Luar Negeri Ekuador mengirim nota protes setelah agen ICE mencoba masuk ke konsulat mereka di Minneapolis.
Sementara itu, seorang pria menyerang Anggota DPR Ilhan Omar, sasaran kritik favorit Trump, saat pertemuan balai kota (town hall). Pelaku menyemprotnya dengan cairan berbau busuk menggunakan jarum suntik. Polisi segera menangkap tersangka Anthony Kazmierczak (55) atas tuduhan penyerangan tingkat tiga.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Reuters





















