Wang Yi Telepon Menlu Thailand dan Kamboja, Desak Gencatan Senjata Segera

Jumat, 19 Desember 2025 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otoritas yang dipertanyakan. Melalui kacamata Institusionalisme Liberal, keberadaan PBB merupakan kebutuhan fungsional yang kini menghadapi ujian besar dari persaingan kekuatan global. Dok: Istimewa.

Otoritas yang dipertanyakan. Melalui kacamata Institusionalisme Liberal, keberadaan PBB merupakan kebutuhan fungsional yang kini menghadapi ujian besar dari persaingan kekuatan global. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Beijing mulai memainkan peran aktif dalam meredakan ketegangan di Asia Tenggara. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, turun tangan langsung dengan menelepon mitranya dari Thailand dan Kamboja pada Kamis (11/12/2025).

Dalam pembicaraan terpisah tersebut, Wang Yi menerima laporan terkini mengenai bentrokan berdarah di perbatasan kedua negara. Kabar baiknya, kedua belah pihak menyatakan keinginan mereka untuk meredakan ketegangan dan mengimplementasikan gencatan senjata.

Wang Yi menegaskan posisi China sebagai teman dekat dan tetangga bagi kedua negara. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban sipil akibat konflik tersebut.

“China adalah pihak yang paling tidak ingin melihat kedua belah pihak menggunakan konfrontasi bersenjata,” ujar Wang dengan nada prihatin.

Intensitas Konflik Mengkhawatirkan

Wang menyoroti skala pertempuran kali ini yang jauh lebih intens dibandingkan insiden sebelumnya. Menurutnya, membiarkan konflik berlarut-larut tidak akan menguntungkan siapa pun. Justru, hal itu akan merusak persatuan ASEAN yang selama ini terjaga.

Baca Juga :  Michelle Park Steel Dinominasikan Sebagai Duta Besar AS

“Prioritas utama adalah membuat keputusan cepat untuk gencatan senjata, membendung kerugian, dan membangun kembali rasa saling percaya,” tegas anggota Biro Politik Komite Sentral PKT tersebut.

Beijing konsisten memegang pendekatan yang adil dan tidak memihak. Oleh karena itu, Wang menyatakan dukungan penuh China terhadap upaya mediasi yang dilakukan oleh ASEAN.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diplomasi Ulang-Alik Utusan Khusus

Langkah konkret Beijing tidak berhenti di telepon. Wang mengumumkan bahwa China telah mengirim utusan khusus untuk urusan Asia. Saat ini, utusan tersebut sudah bertolak menuju Kamboja dan Thailand.

Misi utusan khusus ini adalah melakukan “diplomasi ulang-alik” (shuttle diplomacy). Tujuannya, menjembatani komunikasi antara kedua pihak yang bertikai dan mempromosikan pemulihan perdamaian secara konstruktif.

Langkah ini mendapat sambutan hangat. Wakil Perdana Menteri Kamboja Prak Sokhonn dan Menlu Thailand Sihasak Phuangketkeow sangat menghargai sikap objektif China. Mereka berharap peran Beijing dapat menjadi kunci de-eskalasi situasi yang kian genting.

Baca Juga :  PBB Ungkap Kegagalan Komitmen Negara Kaya dalam Menutup Kesenjangan Global

Korban Jiwa Terus Bertambah

Urgensi perdamaian semakin nyata melihat data korban yang terus merangkak naik. Militer Thailand merilis pernyataan resmi pada Kamis. Tercatat, bentrokan terbaru telah menewaskan 21 tentara Thailand dan 21 warga sipil.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak, juga melaporkan data pilu. Hingga Rabu sore, total warga sipil Kamboja yang tewas mencapai 18 orang. Selain itu, jumlah korban luka-luka melonjak menjadi 78 orang.

Kini, harapan perdamaian bertumpu pada meja perundingan. Kehadiran mediator China dan tekanan ASEAN diharapkan mampu menghentikan hujan peluru yang telah merenggut puluhan nyawa tak berdosa di perbatasan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov
Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026
Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:36 WIB

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:20 WIB

May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:07 WIB

Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:33 WIB

Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:18 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026

Berita Terbaru

Alun-alun teknologi militer. Ukraina menawarkan kerja sama sistem nirawak dan pengalaman medan tempur kepada Jepang guna memperkuat pertahanan Tokyo di tengah perubahan peta keamanan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:33 WIB