GLASGOW, POSNEWS.CO.ID – Martin O’Neill mungkin sudah berusia 70-an tahun, namun sentuhan emasnya belum pudar. Manajer veteran asal Irlandia itu berhasil menuntaskan misi krusial: membawa Celtic lolos ke fase playoff Liga Europa.
Dalam laga penentuan melawan Utrecht, Celtic tampil pantas sebagai pemenang. Pertandingan berlangsung menghibur, meski tuan rumah sempat membuat pendukungnya senam jantung di babak kedua.
Bagi O’Neill, kemenangan ini membuktikan bahwa ia bukan sekadar “pria masa lalu”. Padahal, di paruh akhir 2025, peluang Celtic untuk bertahan di kompetisi ini tampak sangat tipis. Namun, O’Neill berhasil membalikkan keadaan.
Pesta Gol di Babak Pertama
Tanda-tanda kemenangan sudah terlihat sejak menit awal. Celtic langsung tancap gas menghadapi Utrecht yang sudah dipastikan tersingkir.
Baru enam menit laga berjalan, Benjamin Nygren membuka keunggulan. Gelandang ini menyelesaikan umpan silang Kieran Tierney dengan tendangan kaki kanan yang akurat. Lini pertahanan Utrecht membuat kesalahan fatal dengan membiarkan Nygren berdiri bebas di kotak penalti.
Gol kedua lahir dari bencana tim tamu. Kiper Utrecht, Vasilis Barkas—mantan pemain Celtic—melakukan blunder dengan mengoper bola langsung ke kaki Daizen Maeda. Dalam kepanikan menghalau bola, kapten Utrecht Nick Viergever justru mencetak gol bunuh diri.
Penderitaan Utrecht bertambah pada menit ke-19. Wasit memberikan penalti setelah Dani de Wit dianggap melakukan handball. Arne Engels mengeksekusi penalti dengan dingin, membawa Celtic terbang tinggi dengan skor 3-0.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Blunder Schmeichel dan Penyelamat Trusty
Namun, Celtic lengah menjelang turun minum. Dani de Wit memperkecil ketertinggalan lewat tembakan melengkung dari jarak 20 yard yang membuat kiper Kasper Schmeichel mati langkah.
Memasuki babak kedua, kepanikan melanda Glasgow. Pemain Utrecht, Adrian Blake, melepaskan tembakan rendah dari jarak 25 yard. Bola yang seharusnya mudah diantisipasi justru gagal ditepis oleh Schmeichel. Skor berubah menjadi 3-2, dan kelemahan kiper veteran Denmark itu kembali menjadi sorotan.
Beruntung, Celtic memiliki Auston Trusty. Bek tengah yang sempat terkena kartu merah di liga domestik akhir pekan lalu itu membayar lunas kesalahannya. Ia menyundul sepak pojok Engels tinggi ke dalam gawang Utrecht, mengubah skor menjadi 4-2 dan memberikan ruang napas bagi timnya.
Gol tersebut mematikan harapan Utrecht. Pertandingan pun berakhir manis bagi Celtic. O’Neill, yang kontraknya diperkirakan hanya sampai Mei, kini memiliki argumen kuat untuk bertanya: mengapa kebersamaan ini harus berakhir cepat jika prestasi terus mengalir?
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















