Pukulan Telak bagi RFK Jr.: Hakim AS Blokir Perombakan Kebijakan Vaksin Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Lompatan besar abad ke-21. Teknologi mRNA telah bertransformasi dari solusi pandemi menjadi platform pengobatan canggih yang mampu memprogram ulang sistem imun manusia untuk melawan kanker dan memperbaiki kerusakan genetik dari dalam. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Lompatan besar abad ke-21. Teknologi mRNA telah bertransformasi dari solusi pandemi menjadi platform pengobatan canggih yang mampu memprogram ulang sistem imun manusia untuk melawan kanker dan memperbaiki kerusakan genetik dari dalam. Dok: Istimewa.

MASSACHUSETTS, POSNEWS.CO.ID – Seorang hakim Amerika Serikat memblokir upaya pemerintah untuk mengubah kebijakan vaksin nasional pada hari Senin. Putusan ini menghentikan langkah Kepala Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. yang mencoba merombak total sistem imunisasi di negeri Paman Sam.

Hakim federal Brian Murphy di Massachusetts menghentikan komponen utama dari kebijakan baru tersebut secara tiba-tiba. Oleh karena itu, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) tidak dapat melanjutkan pemangkasan jadwal vaksinasi pediatrik yang telah berlaku selama bertahun-tahun.

Pengabaian Prosedur Ilmiah dan Hukum

Di bawah kepemimpinan RFK Jr., HHS mengumumkan perubahan drastis pada jadwal vaksin anak. Mereka memotong jumlah suntikan yang direkomendasikan secara universal, termasuk untuk penyakit flu dan hepatitis A. Namun, Hakim Murphy menilai bahwa pemerintah telah mengabaikan metode pengambilan keputusan yang diatur dalam undang-undang.

“Pemerintah telah mengabaikan metode-metode tersebut dan merusak integritas tindakannya sendiri,” tulis Hakim Murphy dalam putusannya. Ia menyebut perubahan kebijakan tersebut bersifat “sewenang-wenang dan berubah-ubah”. Akibatnya, pengadilan menyatakan bahwa perubahan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Kontroversi Panel Penasihat ACIP

RFK Jr. sebelumnya telah memecat anggota kelompok penasihat imunisasi (ACIP) yang berpengaruh. Selanjutnya, ia mengisi panel tersebut dengan tokoh-tokoh yang memiliki sentimen anti-vaksin yang serupa dengannya. Hakim Murphy mencatat bahwa dari 15 anggota ACIP saat ini, hanya enam orang yang memiliki pengalaman berarti di bidang vaksin.

Kelompok medis terkemuka seperti American Academy of Pediatrics (AAP) dan American College of Physicians menggugat perubahan ini ke pengadilan. Mereka menilai panel bentukan RFK Jr. telah membahayakan kesehatan masyarakat. Salah satu keputusan panel yang paling kontroversial adalah penghapusan rekomendasi vaksin hepatitis B bagi semua bayi baru lahir di AS.

Baca Juga :  Cucu Mpok Nori Tewas di Cipayung, Mantan Suami Siri Emosi Usai Ditolak Rujuk

Respon Pemerintah dan Komunitas Medis

Juru bicara HHS, Andrew Nixon, menyatakan bahwa departemen tersebut berharap keputusan hakim ini akan segera dibatalkan melalui banding. Secara simultan, HHS menunda pertemuan komite ACIP yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Meskipun demikian, komunitas medis menyambut hangat putusan pengadilan tersebut.

AAP menyebut perintah hakim ini sebagai langkah “bersejarah dan menggembirakan”. Menurut mereka, kebijakan RFK Jr. telah menyebarkan kekacauan dan kebingungan bagi orang tua serta dokter anak di seluruh negeri. Putusan ini memastikan bahwa proses pengembangan rekomendasi imunisasi tetap berbasis sains dan tidak dapat dipermainkan oleh kepentingan politik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban
Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung
Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act
PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi
Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir
Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS
Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:21 WIB

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban

Kamis, 17 September 2026 - 09:17 WIB

Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung

Kamis, 17 September 2026 - 08:10 WIB

Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act

Kamis, 17 September 2026 - 07:03 WIB

PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi

Kamis, 17 September 2026 - 06:00 WIB

Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir

Berita Terbaru

Direktur FBI Kash Patel membela kebijakan rekrutmen korban prostitusi di sidang Senat AS. Simak rincian perdebatan dan pengawasan pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban

Kamis, 17 Sep 2026 - 10:21 WIB

Dewan Kennedy Center menyetujui penutupan gedung untuk perbaikan usai hakim memblokir penambahan nama Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:17 WIB

Senat AS gagal meloloskan RUU Kripto Clarity Act dukungan Donald Trump. Simak rincian pemungutan suara dan dampaknya pada harga Bitcoin. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act

Kamis, 17 Sep 2026 - 08:10 WIB