Gus Alex Resmi Ditahan KPK, Skandal Kuota Haji 2024 Rugikan Negara Rp622 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Alex mengenakan rompi tahanan KPK usai diperiksa terkait kasus korupsi kuota haji di Gedung Merah Putih KPK. (Posnews/Ist)

Gus Alex mengenakan rompi tahanan KPK usai diperiksa terkait kasus korupsi kuota haji di Gedung Merah Putih KPK. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024, Selasa (17/3/2026).

Gus Alex keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 14.44 WIB dengan mengenakan rompi tahanan oranye bernomor 103. Selanjutnya, petugas langsung menggiringnya ke mobil tahanan di halaman gedung.

Saat dicecar wartawan, Gus Alex tetap tenang. Ia menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menghargai proses hukum. Semoga keadilan dan kebenaran terungkap,” ujarnya singkat.

Namun, ketika ditanya soal dugaan negosiasi dan aliran uang, ia memilih irit bicara dan meminta awak media mengonfirmasi langsung ke penyidik serta tim kuasa hukumnya.

Di sisi lain, Gus Alex membantah keterlibatan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Ia menegaskan tidak ada perintah maupun aliran dana dari Yaqut dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  KPK Sesuaikan Aturan Usai KUHP dan KUHAP Baru Berlaku, Penanganan Korupsi Dipastikan Aman

KPK mengungkap peran strategis Gus Alex dalam kasus ini. Ia diduga menjadi sosok yang mengarahkan kebijakan di Kementerian Agama, khususnya terkait skema T0—program yang memungkinkan calon jemaah baru langsung berangkat haji tanpa antre.

Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut kebijakan itu dilonggarkan melalui keputusan Dirjen PHU 2023 atas arahan internal yang melibatkan Gus Alex.

Skandal Fee Haji Khusus Terbongkar

Tak hanya itu, penyidik juga membongkar praktik pengumpulan fee percepatan kuota haji khusus. Gus Alex diduga memerintahkan pejabat Kemenag untuk menarik pungutan dari penyelenggara haji.

Pada 2023, fee dipatok sekitar USD 5.000 (Rp84,4 juta) per jemaah. Sementara pada 2024, nilainya bervariasi mulai dari USD 2.000 hingga USD 2.500 per jemaah.

Baca Juga :  Bencana di Sumatera, Korban Banjir dan Longsor Digartiskan BPJS hingga Sertifikat Tanah

Dana tersebut diduga dikumpulkan dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan dibebankan kepada calon jemaah.

Kasus ini mencuat sejak Agustus 2025. Awalnya, KPK memperkirakan kerugian negara mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Namun, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada Maret 2026 menunjukkan angka pasti kerugian mencapai sekitar Rp622 miliar.

Perjalanan Kasus: Dari Penyidikan hingga Penahanan

KPK menetapkan Gus Alex dan Yaqut sebagai tersangka pada Januari 2026. Yaqut sempat mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, namun majelis hakim menolaknya.

Selanjutnya, KPK menahan Yaqut pada 12 Maret 2026. Kini, giliran Gus Alex menyusul mendekam di tahanan KPK untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPO Narkoba Internasional Dibekuk di Riau, Bareskrim Sita Narkotika Senilai Rp137 Miliar
Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Bahas Revitalisasi Wayang, Soroti Moral Bangsa
Etomidate dalam Botol Obat Batuk dan Sabu di Rambut Terbongkar di Rutan Salemba
Controlled Delivery Bareskrim Berbuah Manis, Kurir dan Bendahara Jaringan Diciduk
Brimob Gagalkan Tawuran di Bekasi, 18 Remaja Ditangkap dan Bom Molotov Disita
Bareskrim Buka Fakta Mengejutkan, Jaringan Narkoba Kirim Paket Selama 10 Bulan
Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat
Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:34 WIB

DPO Narkoba Internasional Dibekuk di Riau, Bareskrim Sita Narkotika Senilai Rp137 Miliar

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:13 WIB

Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Bahas Revitalisasi Wayang, Soroti Moral Bangsa

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:44 WIB

Controlled Delivery Bareskrim Berbuah Manis, Kurir dan Bendahara Jaringan Diciduk

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:43 WIB

Brimob Gagalkan Tawuran di Bekasi, 18 Remaja Ditangkap dan Bom Molotov Disita

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:31 WIB

Bareskrim Buka Fakta Mengejutkan, Jaringan Narkoba Kirim Paket Selama 10 Bulan

Berita Terbaru

Ilustasi, Taktik baru perang informasi. Biro Keamanan Nasional Taiwan meluncurkan situs pelaporan khusus guna memikat warga Tiongkok yang kecewa pada sistem pemerintahan Beijing. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:14 WIB

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:51 WIB