FLORIDA/KIEV, POSNEWS.CO.ID – Dinamika perdamaian Ukraina mengalami percepatan tak terduga pada akhir pekan ini. Pejabat Amerika Serikat dan Rusia secara serempak menggambarkan pembicaraan terbaru mereka mengenai konflik Ukraina sebagai “konstruktif”. Namun, kedua belah pihak masih menutup rapat detail diskusi tersebut.
Utusan khusus presiden AS, Steve Witkoff, mengungkapkan perkembangan ini melalui media sosial X pada hari Sabtu (31/1). Ia menyatakan bahwa delegasi AS dan Rusia telah mengadakan pertemuan “produktif dan konstruktif” di Florida.
“Hari ini di Florida, Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev mengadakan pertemuan produktif,” tulis Witkoff. Ia menyebutnya sebagai bagian dari upaya mediasi AS menuju kemajuan resolusi damai konflik Ukraina.
Delegasi AS tampil dengan kekuatan penuh. Witkoff didampingi oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, Jared Kushner, dan Penasihat Senior Gedung Putih Josh Gruenbaum.
Dmitriev, utusan khusus presiden Rusia untuk investasi asing, membalas sentimen positif tersebut. Ia juga menyebut diskusi mengenai Kelompok Kerja Ekonomi AS-Rusia berjalan produktif. Pertemuan Florida ini menyusul kontak sebelumnya di Davos dan Miami. Hal ini menandakan intensitas komunikasi di jalur belakang (back-channel).
Zelenskyy: “Harus Ketemu Putin Langsung”
Sementara AS dan Rusia berunding di Florida, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengeluarkan pernyataan tegas dari Kiev. Ia menekankan bahwa masalah teritorial merupakan batu sandungan terbesar dalam negosiasi. Masalah ini tidak dapat selesai tanpa kontak langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam sebuah wawancara, Zelenskyy menyatakan Ukraina terbuka untuk pertemuan dalam format apa pun. Pertemuan tersebut harus melibatkan Rusia dan Amerika Serikat. Ia juga berharap Eropa akan terlibat pada tahap tertentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, ia menggarisbawahi urgensi pertemuan tingkat kepala negara. “Keterlibatan langsung dengan kepala negara Rusia sangat penting,” tegasnya. “Jika tidak, tim negosiasi tidak akan mampu mencapai kesepakatan tentang masalah teritorial.”
Tarik Ulur Lokasi: Moskow atau Kiev?
Lokasi pertemuan menjadi sengketa diplomatik tersendiri. Rusia sebelumnya menyatakan bisa menjamin keamanan Zelenskyy jika ia bersedia datang ke Moskow. Syaratnya, harus ada jaminan hasil konkret yang positif.
Zelenskyy menolak mentah-mentah ide tersebut. Ia menyebut “mustahil” baginya untuk bertemu Putin di Moskow. Sebaliknya, ia secara resmi mengundang presiden Rusia tersebut untuk mengadakan negosiasi di Kiev.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















