OTT Bea Cukai, KPK Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas – Mantan Pejabat Eselon II Diamankan

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. (Posnews/Ist)

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti bernilai fantastis dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Penyidik mengamankan uang tunai miliaran rupiah, valuta asing, serta logam mulia seberat sekitar 3 kilogram.

Selain itu, KPK langsung mengamankan seluruh barang bukti saat operasi berlangsung di Jakarta.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, barang sitaan tersebut diduga kuat berkaitan dengan suap dan gratifikasi dalam proses impor barang melalui jalur Bea Cukai.

“Tim menyita uang tunai, baik rupiah maupun mata uang asing, senilai miliaran rupiah, serta logam mulia sekitar tiga kilogram,” ujar Budi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga :  Renovasi Berujung Petaka, Rumah Roboh 2 Warga Tertimbun Puing

Tak berhenti di situ, KPK juga mengamankan seorang mantan pejabat Bea Cukai. Yang bersangkutan merupakan mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Ditjen Bea Cukai dengan pangkat Eselon II.

Penyidik menangkapnya di Lampung setelah lebih dulu melakukan pemeriksaan awal di Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyebut OTT di lingkungan Bea Cukai sebagai salah satu operasi penindakan yang KPK gelar pada hari yang sama.

Namun demikian, Fitroh memastikan dua OTT tersebut berbeda perkara dan tidak saling berkaitan.

“KPK melakukan dua OTT pada Rabu (4/2), satu di lingkungan Bea Cukai Jakarta dan satu lagi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keduanya tidak berhubungan,” tegasnya.

Baca Juga :  Yakub Hasibuan Gelar Perkara Ijazah Jokowi Bukan Ajang Pembuktian - Hormati Proses Hukum

Dalami Konstruksi Perkara

Hingga kini, penyidik terus mendalami konstruksi perkara dan belum mengumumkan identitas lengkap seluruh pihak yang diamankan.

Namun, KPK memfokuskan penyidikan pada praktik impor ilegal dan dugaan suap dalam proses pengeluaran barang di Bea Cukai.

Saat ini, seluruh pihak yang terjaring OTT masih berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1Ă—24 jam untuk menentukan status hukum, termasuk kemungkinan penetapan tersangka.

Kasus ini pun menjadi sorotan nasional di awal 2026. OTT Bea Cukai menjadi operasi tangkap tangan kelima KPK tahun ini, menegaskan komitmen KPK memberantas korupsi di sektor strategis. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Jakarta Membara, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku dan Sita Puluhan Sajam
Densus 88 Bongkar Aksi Kekerasan Siswa SMP Sungai Raya, 5 Gas Portabel dan 6 Molotov Disiapkan
Bisnis Gelap Etomidate Dibongkar, 82 Paket Disita dari Dua Perempuan
Racun Ditemukan di Minuman, Polisi Ungkap Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Warakas
Memecahkan Dilema Darwin: Jejak Hewan Pertama
Bagaimana 382 Kilogram Batu Bulan Mengubah Tata Surya?
Balas Dendam Bullying, Siswa SMP di Kalbar Diduga Serang Sekolah Pakai Molotov
KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih, Telusuri Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:29 WIB

Tawuran Jakarta Membara, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku dan Sita Puluhan Sajam

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:04 WIB

OTT Bea Cukai, KPK Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas – Mantan Pejabat Eselon II Diamankan

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:42 WIB

Densus 88 Bongkar Aksi Kekerasan Siswa SMP Sungai Raya, 5 Gas Portabel dan 6 Molotov Disiapkan

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:24 WIB

Bisnis Gelap Etomidate Dibongkar, 82 Paket Disita dari Dua Perempuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:24 WIB

Racun Ditemukan di Minuman, Polisi Ungkap Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Warakas

Berita Terbaru