14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bencana dahsyat di barat daya Jepang. Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, merenggut 14 nyawa warga dan memicu ledakan di pusat perbelanjaan. Dok: Istimewa.

Bencana dahsyat di barat daya Jepang. Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, merenggut 14 nyawa warga dan memicu ledakan di pusat perbelanjaan. Dok: Istimewa.

KUMAMOTO, POSNEWS.CO.ID – Gempa bumi dahsyat kembali mengguncang wilayah barat daya Jepang.

Bencana Gempa M 7,1 dan Ledakan Mal Kashima

Otoritas Prefektur Kumamoto mengonfirmasi kematian 14 warga setempat pada Rabu ini.

Bencana gempa bumi bermagnitudo 7,1 menghantam wilayah tersebut pada Selasa sore.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guncangan keras memicu ledakan hebat di pusat perbelanjaan Aeon Kashima.

Perdana Menteri Sanae Takaichi mengonfirmasi kematian tiga pekerja di mal tersebut.

Presiden Aeon Co Akio Yoshida menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada keluarga korban.

Baca Juga :  Pertaruhan Takaichi: Jepang Gelar Pemilu Dini Februari

Yoshida memastikan seluruh pengunjung telah keluar dari gedung sebelum ledakan terjadi.

Namun ledakan gas menghancurkan lantai dua bangunan mal tersebut secara parah.

Pengerahan Pasukan Bela Diri dan Cuaca Panas

Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menerjunkan 4.600 prajurit Pasukan Bela Diri ke lokasi.

Sebanyak 170 prajurit memimpin operasi pencarian korban di reruntuhan mal.

Takaichi menegaskan bahwa tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan warga.

Suhu udara yang menembus 35 derajat Celsius memperberat kerja tim penyelamat.

Badan meteorologi mengimbau warga mewaspadai risiko penyakit akibat sengatan panas.

Kepolisian Tokyo juga mengirimkan tim penyelamat khusus menggunakan helikopter ke Kumamoto.

Baca Juga :  Rusia Bersedia Terima Usulan Jaminan Keamanan dari Amerika Serikat

Kerusakan Pabrik Yatsushiro dan Kelumpuhan Industri

Bencana ini juga menghancurkan pabrik Nippon Paper Industries di kota Yatsushiro.

Kerusakan cerobong asap pabrik merenggut lima nyawa pekerja setempat.

Gempa bumi turut merusak jaringan listrik dan memadamkan 34.000 rumah warga.

Layanan kereta cepat Shinkansen menghentikan sebagian besar rute perjalanan mereka.

Maskapai Japan Airlines dan All Nippon Airways membatalkan belasan penerbangan domestik.

Produsen otomotif Honda dan Toyota menghentikan sementara operasional pabrik mereka di wilayah tersebut.

Sagawa Express dan Japan Post juga menghentikan layanan pengiriman barang secara total.

Warga Kumamoto mengingat kembali trauma gempa bumi beruntun sepuluh tahun lalu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB