BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Begini-lah jadinya jika warga sudah emosi. Aksi penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Teluk Pucung, Bekasi Utara, berubah menegangkan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadapi ancaman senjata tajam jenis golok dari seorang warga saat memimpin langsung operasi penertiban. Rekaman video kejadian itu pun viral di media sosial dan menuai sorotan publik.
Peristiwa tersebut terjadi saat Satpol PP Kota Bekasi menertibkan bangunan liar berupa tempat penyimpanan kelapa berbahan besi yang berdiri di bahu jalan, tepat di depan ruko dan dinilai mengganggu ketertiban umum serta arus lalu lintas.
Meski situasi memanas, Tri Adhianto menegaskan penertiban telah melalui tahapan sesuai prosedur. Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, lebih dulu menyampaikan imbauan dan sosialisasi kepada para pedagang sebelum tindakan pembongkaran dilakukan.
“Kami sudah memberikan imbauan sebelumnya. Petugas juga kami minta bertindak persuasif dan sesuai aturan,” ujar Tri, Minggu (8/2/2026).
Terkait ancaman golok yang diarahkan ke petugas dan dirinya, Tri menyatakan tidak gentar. Namun, ia justru menyoroti bahaya pembiaran pelanggaran yang terus berulang tanpa penegakan hukum.
“Saya bukan khawatir soal goloknya. Yang saya khawatirkan adalah jika pelanggaran dibiarkan dan akhirnya menjadi kebiasaan. Lama-lama pelanggar merasa paling benar,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tri menilai kemarahan warga tersebut merupakan akumulasi pembiaran selama bertahun-tahun. Menurutnya, penegakan aturan yang terlambat justru memicu resistensi di lapangan.
“Kemarahan itu muncul karena selama ini tidak pernah ditindak. Ketika aturan ditegakkan, baru muncul reaksi keras,” tambahnya.
Insiden Bermula Membongkar Bangunan Penyimpanan Kelapa
Berdasarkan video yang beredar, insiden bermula ketika petugas Satpol PP mulai membongkar bangunan penyimpanan kelapa.
Seorang pria berbaju merah tiba-tiba datang dan melarang petugas melanjutkan penertiban.
“Woy, woy, jangan yang ini,” teriak pria tersebut sambil mendekati petugas.
Adu mulut pun tak terhindarkan. Situasi kemudian semakin mencekam ketika pria tersebut masuk ke dalam ruko dan kembali sambil membawa golok. Ia mengacungkan senjata tajam ke arah petugas hingga membuat petugas mundur ke arah wali kota.
Perekam video terdengar berteriak memperingatkan situasi.
“Awas pak wali, amankan itu orangnya,” ucap suara dalam rekaman.
Melihat eskalasi konflik, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro langsung turun tangan.
Ia memberikan penjelasan dan pengertian kepada pria tersebut hingga situasi berhasil dikendalikan tanpa korban jiwa.
Hingga kini, Pemkot Bekasi memastikan penertiban PKL tetap berjalan sebagai bagian dari penegakan Perda Ketertiban Umum.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya menata kota tanpa kompromi terhadap ancaman kekerasan. (red)
Editor : Hadwan





















