Harga Cabai dan Minyak Goreng Masih Tinggi, Pemprov DKI Siapkan Operasi Pasar

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kebijakan larangan pembangunan lapangan padel di zona perumahan di Balai Kota Jakarta. (Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kebijakan larangan pembangunan lapangan padel di zona perumahan di Balai Kota Jakarta. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan harga pangan menjelang Ramadan 2026 dan Idul Fitri.

Langkah ini menyusul temuan data terbaru yang menunjukkan harga cabai rawit merah dan minyak goreng masih bertahan tinggi di pasar nasional.

Pemerintah menilai lonjakan dua komoditas strategis tersebut berpotensi memicu inflasi musiman terbesar di Jakarta jika pemerintah tidak mengendalikannya secara ketat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga Cabai dan Minyak Goreng Masih Tinggi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI Jakarta telah memperkuat berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga, terutama pada minyak goreng dan cabai rawit merah.

Berdasarkan panel harga pangan per 10 Februari 2026, harga cabai rawit merah tercatat berada di atas batas atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) dengan rata-rata sekitar Rp 69.512 per kilogram.

Sementara itu, harga minyak goreng rakyat (Minyakita) juga tercatat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sekitar Rp 16.892 per liter.

Pramono menyebut pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan harga minyak goreng dan cabai hampir selalu melonjak signifikan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta langsung menyusun strategi pengendalian harga sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Baca Juga :  Gubernur Pramono Lantik Uus Kuswanto sebagai Sekda DKI, Tegaskan Rekam Jejak Unggul

β€œMinyak goreng dan cabai memang komoditas yang biasanya naik. Karena itu, kami antisipasi melalui berbagai langkah pasar dan penguatan ketahanan pangan,” ujar Pramono saat jumpa pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Pemprov DKI Perluas Urban Farming dan Siapkan Intervensi Pasar

Sebagai langkah konkret, Pemprov DKI Jakarta memperluas program urban farming untuk meningkatkan pasokan komoditas lokal, khususnya cabai.

Meski Jakarta memiliki keterbatasan lahan pertanian, pemerintah daerah menggandeng komunitas pertanian perkotaan dan pelaku usaha untuk menanam cabai di lahan sempit, pekarangan rumah, serta kawasan permukiman.

Pemerintah juga melengkapi program tersebut dengan pelatihan dan pendampingan teknis agar hasil panen dapat terserap pasar lokal.

Selain meningkatkan produksi, Pemprov DKI Jakarta memastikan stok pangan utama di ibu kota berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Berdasarkan data terbaru pemerintah daerah, persediaan bahan pokok utama dinilai mencukupi sehingga potensi krisis pasokan dapat ditekan.

Pemprov DKI pun terus memantau stok dan distribusi pangan secara berkala guna mengantisipasi gejolak harga di pasar tradisional maupun modern.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan pasar murah dan operasi pasar pangan di berbagai titik ibu kota jika terjadi lonjakan harga di tingkat konsumen.

Baca Juga :  Budi Santoso Buka Pasar Murah Kemendag Jelang Ramadan 2026, Libatkan 75 UMKM

Intervensi ini difokuskan pada komoditas strategis seperti minyak goreng dan cabai yang sensitif terhadap inflasi.

Pemprov Imbau Warga Tidak Panic Buying

Di sisi lain, Pramono mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia memastikan pasokan bahan pangan di Jakarta berada dalam kondisi aman dan terus diawasi secara rutin.

β€œKami meminta masyarakat tetap tenang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin ketersediaan bahan pangan, dan kami akan bertindak tegas jika menemukan spekulan atau pelanggaran harga,” tegas Pramono.

Pengamat ekonomi mendorong pemerintah memperkuat koordinasi antardaerah dan pengawasan distribusi pangan guna menekan lonjakan harga jelang dan selama Ramadan 2026.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov DKI Jakarta optimistis dapat menekan kenaikan harga minyak goreng dan cabai sekaligus menjaga inflasi pangan tetap terkendali menjelang Ramadan.

Pengamat ekonomi mendorong pemerintah memperkuat koordinasi antardaerah dan pengawasan distribusi pangan guna menekan lonjakan harga jelang dan selama Ramadan 2026.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov DKI Jakarta optimistis dapat menekan kenaikan harga minyak goreng dan cabai sekaligus menjaga inflasi pangan tetap terkendali menjelang Ramadan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heroik! Damkar Berjibaku 3 Jam Selamatkan Bocah dari Lubang Proyek di Jaksel
8 Tersangka Jaringan Vape Narkotika Diciduk di Bandara Kualanamu, Ada Wanita Hamil
Polisi Ringkus Lima Terduga Pelaku Pembacokan di Tanah Tinggi Johar Baru
Kapal dari Laut Thailand Bawa 325 Kg Sabu, Bareskrim Polri Ringkus Dua Kurir
Kaki Diborgol dan Dirantai, 3 Pemuda di Senen Diduga Disekap Selama Tiga Pekan
Jakarta Bangun Akses Bawah Tanah ke MRT, Hotel-Hotel Ikonik Terintegrasi
Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil, Sudin Tamhut Jakarta Utara Sisir Pohon Berisiko
Teriak Minta Tolong, Pemuda Luka Bacok di Bekasi Diduga Jadi Korban Begal

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:11 WIB

Heroik! Damkar Berjibaku 3 Jam Selamatkan Bocah dari Lubang Proyek di Jaksel

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:40 WIB

8 Tersangka Jaringan Vape Narkotika Diciduk di Bandara Kualanamu, Ada Wanita Hamil

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:03 WIB

Polisi Ringkus Lima Terduga Pelaku Pembacokan di Tanah Tinggi Johar Baru

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:26 WIB

Kapal dari Laut Thailand Bawa 325 Kg Sabu, Bareskrim Polri Ringkus Dua Kurir

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kaki Diborgol dan Dirantai, 3 Pemuda di Senen Diduga Disekap Selama Tiga Pekan

Berita Terbaru