JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan harga pangan menjelang Ramadan 2026 dan Idul Fitri.
Langkah ini menyusul temuan data terbaru yang menunjukkan harga cabai rawit merah dan minyak goreng masih bertahan tinggi di pasar nasional.
Pemerintah menilai lonjakan dua komoditas strategis tersebut berpotensi memicu inflasi musiman terbesar di Jakarta jika pemerintah tidak mengendalikannya secara ketat.
Harga Cabai dan Minyak Goreng Masih Tinggi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI Jakarta telah memperkuat berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga, terutama pada minyak goreng dan cabai rawit merah.
Berdasarkan panel harga pangan per 10 Februari 2026, harga cabai rawit merah tercatat berada di atas batas atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) dengan rata-rata sekitar Rp 69.512 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng rakyat (Minyakita) juga tercatat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sekitar Rp 16.892 per liter.
Pramono menyebut pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan harga minyak goreng dan cabai hampir selalu melonjak signifikan menjelang Ramadan dan Idulfitri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta langsung menyusun strategi pengendalian harga sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Minyak goreng dan cabai memang komoditas yang biasanya naik. Karena itu, kami antisipasi melalui berbagai langkah pasar dan penguatan ketahanan pangan,” ujar Pramono saat jumpa pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Pemprov DKI Perluas Urban Farming dan Siapkan Intervensi Pasar
Sebagai langkah konkret, Pemprov DKI Jakarta memperluas program urban farming untuk meningkatkan pasokan komoditas lokal, khususnya cabai.
Meski Jakarta memiliki keterbatasan lahan pertanian, pemerintah daerah menggandeng komunitas pertanian perkotaan dan pelaku usaha untuk menanam cabai di lahan sempit, pekarangan rumah, serta kawasan permukiman.
Pemerintah juga melengkapi program tersebut dengan pelatihan dan pendampingan teknis agar hasil panen dapat terserap pasar lokal.
Selain meningkatkan produksi, Pemprov DKI Jakarta memastikan stok pangan utama di ibu kota berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Berdasarkan data terbaru pemerintah daerah, persediaan bahan pokok utama dinilai mencukupi sehingga potensi krisis pasokan dapat ditekan.
Pemprov DKI pun terus memantau stok dan distribusi pangan secara berkala guna mengantisipasi gejolak harga di pasar tradisional maupun modern.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan pasar murah dan operasi pasar pangan di berbagai titik ibu kota jika terjadi lonjakan harga di tingkat konsumen.
Intervensi ini difokuskan pada komoditas strategis seperti minyak goreng dan cabai yang sensitif terhadap inflasi.
Pemprov Imbau Warga Tidak Panic Buying
Di sisi lain, Pramono mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia memastikan pasokan bahan pangan di Jakarta berada dalam kondisi aman dan terus diawasi secara rutin.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin ketersediaan bahan pangan, dan kami akan bertindak tegas jika menemukan spekulan atau pelanggaran harga,” tegas Pramono.
Pengamat ekonomi mendorong pemerintah memperkuat koordinasi antardaerah dan pengawasan distribusi pangan guna menekan lonjakan harga jelang dan selama Ramadan 2026.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov DKI Jakarta optimistis dapat menekan kenaikan harga minyak goreng dan cabai sekaligus menjaga inflasi pangan tetap terkendali menjelang Ramadan.
Pengamat ekonomi mendorong pemerintah memperkuat koordinasi antardaerah dan pengawasan distribusi pangan guna menekan lonjakan harga jelang dan selama Ramadan 2026.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov DKI Jakarta optimistis dapat menekan kenaikan harga minyak goreng dan cabai sekaligus menjaga inflasi pangan tetap terkendali menjelang Ramadan. (red)
Editor : Hadwan





















