Upaya Redam Krisis Greenland dan Pertegas Peran Eropa

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konflik Arktik memicu perang dagang. Trump tetapkan tenggat waktu Februari untuk aneksasi Greenland atau hadapi tarif impor, membuat Eropa bersatu melawan

Konflik Arktik memicu perang dagang. Trump tetapkan tenggat waktu Februari untuk aneksasi Greenland atau hadapi tarif impor, membuat Eropa bersatu melawan "intimidasi". Dok: Istimewa.

BRUSSEL, POSNEWS.CO.ID – Para sekutu Amerika Serikat di NATO meyakini bahwa badai krisis terkait kedaulatan Greenland kini telah berlalu. Keyakinan ini muncul setelah aliansi tersebut meresmikan misi militer baru di wilayah Arktik guna memperkuat peran keamanan Eropa.

Ancaman Presiden Donald Trump terhadap wilayah otonom Denmark tersebut bulan lalu sempat menjerumuskan aliansi yang telah berusia 76 tahun ini ke dalam krisis terdalam. Namun demikian, NATO segera bergerak cepat melalui peluncuran misi “Arctic Sentry” pada Rabu. Langkah ini secara khusus bertujuan untuk meredam kekhawatiran Washington mengenai potensi ancaman Rusia dan Tiongkok di kutub utara.

Pergeseran Beban Pertahanan Eropa

Krisis Greenland secara tidak langsung mempertegas kebutuhan mendesak bagi Eropa untuk mengambil peran lebih besar. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mencatat adanya perubahan pola pikir yang signifikan di antara para pemimpin benua biru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rakyat memahami bahwa ini bukan sekadar tentang membelanjakan uang lebih banyak. Ini adalah tugas visi untuk melakukan pertahanan secara bersama-sama dengan Amerika Serikat,” ujar Rutte. Oleh karena itu, administrasi Trump terus mengirimkan pesan bahwa Eropa harus segera berbenah saat Washington mulai mengalihkan fokus strategis mereka ke tantangan di kawasan Pasifik dan Tiongkok.

Baca Juga :  Gabriel García Márquez: Sang Penyihir Kata

Desakan Kepemimpinan Konvensional

Wakil Menteri Pertahanan AS, Elbridge Colby, menegaskan bahwa sekutu sedang menuju situasi di mana Eropa memimpin pertahanan konvensional NATO. Hal ini berarti sekutu tidak boleh lagi hanya mengandalkan kekuatan militer Amerika Serikat sebagai tumpuan utama.

Colby menyatakan bahwa Washington akan terus menekan sekutu secara tegas untuk menyeimbangkan kembali peran dan beban di dalam aliansi. “Jika Eropa mampu bangkit di momen ini, aliansi akan muncul lebih kuat, tangguh, dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas Colby di markas besar NATO di Brussel. Bahkan, anggaran militer di seluruh Eropa telah menunjukkan tren peningkatan yang masif sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Langkah Nyata: Penyerahan Komando Regional

Sebagai bukti konkret dari pembagian beban tersebut, NATO mengumumkan bahwa Amerika Serikat menyerahkan dua posisi komando regional senior kepada Inggris dan Italia minggu ini. Para diplomat menyambut baik langkah tersebut sebagai simbol nyata dari burden-sharing yang sedang berjalan.

Baca Juga :  Rekap State of the Union: Trump Klaim Kemenangan Ekonomi

Menteri Pertahanan Prancis, Catherine Vautrin, menegaskan komitmen negaranya untuk memastikan keamanan mandiri di Eropa. Selain itu, ia menyebut bahwa proses transformasi ini telah dimulai sebagai respon atas tuntutan Pentagon beberapa bulan lalu. “Kami akan melakukannya, dan kami sudah mulai melakukannya,” tegas Vautrin.

Ujian Berat di KTT Ankara

Tahap krusial berikutnya bagi stabilitas aliansi adalah KTT NATO di Ankara yang dijadwalkan pada bulan Juli mendatang. Dalam pertemuan tersebut, para sekutu harus mampu membuktikan kepada Presiden Trump bahwa mereka telah memberikan kontribusi yang memadai.

Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, memperingatkan bahwa beberapa sekutu masih perlu meningkatkan upaya mereka, terutama negara-negara yang berada jauh dari garis depan timur NATO. “Mereka tidak bergerak secepat yang seharusnya. Kami benar-benar mengharapkan mereka untuk berbuat lebih banyak,” ujar Whitaker. Laporan pertama mengenai belanja pertahanan sekutu akan menjadi penentu apakah harmoni transatlantik ini akan bertahan atau kembali terguncang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah
Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan
Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Berita Terbaru

Hiu viral Bukang-i kembali menerobos masuk ke kanal kota Busan Korea Selatan. Simak kronologi upaya evakuasi dan respon pengunjung. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Senin, 26 Okt 2026 - 06:00 WIB