Aliansi Pertahanan Udara: Jepang, Inggris, dan Italia Percepat Pengembangan Jet Tempur Generasi Terbaru

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Membangun kedaulatan udara. Di sela Konferensi Keamanan Munich, Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menyepakati percepatan proyek Global Combat Air Program (GCAP) guna menghadapi tantangan keamanan global. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Membangun kedaulatan udara. Di sela Konferensi Keamanan Munich, Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menyepakati percepatan proyek Global Combat Air Program (GCAP) guna menghadapi tantangan keamanan global. Dok: Istimewa.

MUNICH, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Jepang resmi menyepakati langkah percepatan pengembangan jet tempur generasi terbaru bersama Inggris dan Italia. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, mengonfirmasi komitmen tersebut saat menghadiri Konferensi Keamanan Munich pada Jumat.

Koizumi mengadakan pembicaraan terpisah dengan Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto dan Menteri Pertahanan Inggris John Healey. Ketiga pemimpin pertahanan ini berfokus pada kemajuan proyek trilateral yang sangat ambisius untuk menjaga supremasi udara mereka di masa depan.

Target GCAP 2035 dan Integrasi Keamanan Global

Pertemuan tingkat tinggi ini bertujuan untuk memajukan Global Combat Air Program (GCAP). Program tersebut memiliki target utama untuk meluncurkan jet tempur canggih yang siap beroperasi secara penuh pada tahun 2035 mendatang.

Dalam diskusi tersebut, Koizumi menekankan bahwa keamanan di kawasan Indo-Pasifik dan Euro-Atlantik saling berkaitan erat. Oleh karena itu, ketiga negara sepakat untuk bekerja sama secara intensif guna membendung upaya sepihak yang ingin mengubah status quo melalui kekuatan militer. Langkah ini merupakan respon langsung terhadap peningkatan aktivitas militer Tiongkok di Indo-Pasifik serta dampak invasi Rusia ke Ukraina yang masih berlanjut di benua Eropa.

Baca Juga :  Krisis Haiti Memuncak: Dewan Transisi Ngotot Pecat PM Fils-Aime

Penguatan Aliansi dengan Selandia Baru

Selain pertemuan trilateral, Koizumi juga mengadakan pembicaraan bilateral dengan Menteri Pertahanan Selandia Baru, Judith Collins. Keduanya mengonfirmasi peningkatan kerja sama dalam hal pertukaran pasokan pertahanan antar-negara.

Bahkan, kesepakatan ini memperkuat inisiatif yang sebelumnya telah digagas oleh otoritas luar negeri kedua negara pada Desember lalu. Penandatanganan perjanjian akuisisi dan layanan silang (Acquisition and Cross-Servicing Agreement) menjadi landasan hukum utama bagi Tokyo dan Wellington untuk saling mendukung logistik militer. Sinergi ini menunjukkan ambisi Jepang untuk memperluas jaringan kemitraan keamanan di luar sekutu tradisionalnya.

Baca Juga :  Tragedi di Abyei: Drone Hantam Markas PBB, 6 Penjaga Perdamaian Bangladesh Tewas

Diplomasi Pertahanan di Tengah Ketidakpastian

Kehadiran Koizumi di Munich mengirimkan sinyal kuat mengenai posisi asertif Jepang dalam urusan keamanan internasional. Melalui kolaborasi teknologi tinggi seperti jet tempur GCAP, Jepang berupaya mengurangi ketergantungan teknologi tunggal dan membangun kedaulatan industri pertahanan yang mandiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada akhirnya, percepatan proyek jet tempur ini bukan sekadar urusan teknis manufaktur. Ini merupakan pernyataan politik bersama bahwa demokrasi maju di Asia dan Eropa siap bersatu menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks. Dunia kini menanti bagaimana aliansi ini mampu mengubah peta kekuatan udara global dalam satu dekade ke depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga
Viral BBM Tercampur Air di SPBU Parungpanjang Bogor, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite
Pemprov DKI Siapkan Mudik Gratis 2026 ke 20 Kota, Motor Diangkut ke 6 Tujuan
Tragedi Laut Mediterania: 53 Migran Tewas atau Hilang di Lepas Pantai Libya
Visi Pertahanan Keir Starmer: Eropa adalah Raksasa Tidur
Aturan Pembelajaran Ramadan 2026 Resmi Terbit, Ini Skema Belajar dan Libur Idulfitri
Raja Salman Salurkan Bantuan Pangan Rp6,4 Miliar untuk Indonesia Jelang Ramadan 2026
Emas Bersejarah Matt Weston: Inggris Raya Puncaki Klasemen

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:59 WIB

Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:55 WIB

Viral BBM Tercampur Air di SPBU Parungpanjang Bogor, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:31 WIB

Pemprov DKI Siapkan Mudik Gratis 2026 ke 20 Kota, Motor Diangkut ke 6 Tujuan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:55 WIB

Tragedi Laut Mediterania: 53 Migran Tewas atau Hilang di Lepas Pantai Libya

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:49 WIB

Visi Pertahanan Keir Starmer: Eropa adalah Raksasa Tidur

Berita Terbaru

Ilustrasi,
Tragedi di Kordofan. Kelompok paramiliter RSF meluncurkan serangan drone mematikan yang menyasar warga sipil dan bantuan pangan, memperburuk krisis kemanusiaan di tengah ancaman kelaparan massal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kejahatan Perang di Sudan: Drone RSF Bantai Keluarga

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:59 WIB

Mendefinisikan ulang keamanan transatlantik. PM Keir Starmer menyerukan agar Inggris dan Eropa memperkuat komitmen NATO guna menghindari risiko ketergantungan berlebih pada Amerika Serikat di tengah tantangan global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Visi Pertahanan Keir Starmer: Eropa adalah Raksasa Tidur

Sabtu, 14 Feb 2026 - 19:49 WIB