Visi Pertahanan Keir Starmer: Eropa adalah Raksasa Tidur

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegagalan penilaian di Downing Street. Dokumen rahasia mengungkap cara PM Keir Starmer mengabaikan peringatan pejabat senior terkait hubungan Peter Mandelson dengan Jeffrey Epstein demi penunjukan diplomatik. Dok: Istimewa.

Kegagalan penilaian di Downing Street. Dokumen rahasia mengungkap cara PM Keir Starmer mengabaikan peringatan pejabat senior terkait hubungan Peter Mandelson dengan Jeffrey Epstein demi penunjukan diplomatik. Dok: Istimewa.

MUNICH, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Keir Starmer akan menyerukan Inggris dan Eropa untuk segera meningkatkan komitmen mereka terhadap NATO. Langkah ini bertujuan untuk menghindari risiko ketergantungan yang berbahaya pada Amerika Serikat dalam urusan pertahanan.

Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich pada Sabtu, Starmer akan memperingatkan agar Inggris tidak menarik diri dari urusan keamanan internasional. Sebaliknya, ia mendorong fokus pada apa yang ia sebut sebagai “raksasa tidur” dari kapabilitas pertahanan bersama Eropa.

Melawan “Penjaja Jawaban Murah”

Starmer memberikan peringatan keras kepada para pemilih di dalam negeri. Rakyat harus mulai bersiap menghadapi pengeluaran pertahanan yang lebih besar di masa depan. Ia menegaskan bahwa pemerintah wajib menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut secara transparan.

Jika tidak, Starmer khawatir publik akan terjebak oleh narasi “penjaja jawaban murah” dari kelompok politik seperti Reform UK dan Partai Hijau. Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut justru berisiko membahayakan keamanan nasional. Pejabat Downing Street menegaskan bahwa seruan ini bukan karena kekhawatiran atas komitmen AS, melainkan respon atas tuntutan Washington agar Eropa lebih mandiri.

Baca Juga :  55 Tahun Kemitraan China-Nigeria: Perkuat Aliansi

Konteks Tekanan dari Donald Trump dan JD Vance

Pidato Starmer ini muncul di tengah bayang-bayang tekanan diplomatik Amerika Serikat tahun lalu. Saat itu, Wakil Presiden JD Vance mengecam para pemimpin Eropa karena dianggap lemah dalam isu migrasi dan kebebasan berbicara. Vance bahkan mempertanyakan kecocokan nilai-nilai tersebut dengan jaminan keamanan bersama dari AS.

Selain itu, Presiden Donald Trump secara rutin mempertanyakan nilai kegunaan NATO. Trump mengeklaim negara-negara Eropa hanya “berdiam diri di belakang” saat mendukung pasukan AS di Afghanistan. Pernyataan tersebut sempat memicu teguran langsung yang jarang terjadi dari Starmer sebelumnya.

Menolak Politik Isolasi Pasca-Brexit

Sebagai bentuk perlawanan terhadap politik isolasi, Starmer mengecam politisi Inggris yang ingin menghindari ikatan dengan Eropa. Ia secara khusus menyasar kelompok Konservatif yang skeptis terhadap hubungan pertahanan lintas negara.

“Kita bukan lagi Inggris di era tahun-tahun Brexit,” tegas Starmer dalam draf pidatonya. Ia yakin bahwa dalam masa yang berbahaya, menarik diri ke dalam justru merupakan bentuk penyerahan kontrol, bukan pengambilalihan kedaulatan. “Tidak ada keamanan Inggris tanpa Eropa, dan tidak ada keamanan Eropa tanpa Inggris,” tambahnya.

Integrasi Pengadaan Senjata dan Masa Depan Benua

Starmer mendesak adanya kerja sama yang lebih baik dalam pengadaan peralatan pertahanan. Saat ini, perencanaan industri yang terfragmentasi dan mekanisme pengadaan yang lamban telah menyebabkan kesenjangan kemampuan militer di berbagai area.

Ia mengingatkan bahwa ekonomi gabungan Eropa jauh lebih besar dibandingkan Rusia. Oleh karena itu, para menteri harus jujur kepada publik mengenai keputusan sulit yang akan diambil demi menjaga keselamatan bersama. Starmer menutup visinya dengan memperingatkan bahwa tanpa kemandirian, masa depan Eropa hanya akan berisi perpecahan. Ia berjanji tidak akan membiarkan “lampu-lampu di Eropa padam sekali lagi” akibat kegagalan diplomasi dan pertahanan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuaca Jabodetabek & Kota Besar Hari Ini: Hujan Ringan – Lebat, Waspada Angin Kencang
Maling Spesialis Alfamart Ngamuk di Tanjung Priok, Todong Sajam Saat Kepergok Warga
Polda Jabar Razia Truk Sumbu Tiga di Sumedang, 85 Kendaraan Melanggar Terjaring
KAI Tambah 19 Kereta Api Jarak Jauh Mudik Lebaran 2026 dari Gambir dan Pasar Senen
Anggota DPRD DKI Edukasi Warga Soal Mudik Aman Saat Bagi Takjil di Tanjung Priok
Perebutan Dominasi Chip Semikonduktor: Geopolitik Teknologi yang Menentukan Masa Depan
Diplomasi Iklim di Ujung Tanduk: Mengapa Komitmen Net-Zero Terhambat Kepentingan Nasional?
Teror di Amsterdam: Ledakan di Sekolah Yahudi Picu Kekhawatiran Global atas Anti-Semitisme

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 03:14 WIB

Cuaca Jabodetabek & Kota Besar Hari Ini: Hujan Ringan – Lebat, Waspada Angin Kencang

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:07 WIB

Maling Spesialis Alfamart Ngamuk di Tanjung Priok, Todong Sajam Saat Kepergok Warga

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:43 WIB

Polda Jabar Razia Truk Sumbu Tiga di Sumedang, 85 Kendaraan Melanggar Terjaring

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:20 WIB

KAI Tambah 19 Kereta Api Jarak Jauh Mudik Lebaran 2026 dari Gambir dan Pasar Senen

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:04 WIB

Anggota DPRD DKI Edukasi Warga Soal Mudik Aman Saat Bagi Takjil di Tanjung Priok

Berita Terbaru