Terobosan Jenewa: AS dan Iran Sepakati Prinsip Panduan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lampu hijau untuk Jenewa. Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu Menlu Oman di Muscat guna menyelaraskan posisi sebelum menghadapi delegasi Amerika Serikat dalam perundingan nuklir putaran kedua. Dok: Istimewa.

Lampu hijau untuk Jenewa. Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu Menlu Oman di Muscat guna menyelaraskan posisi sebelum menghadapi delegasi Amerika Serikat dalam perundingan nuklir putaran kedua. Dok: Istimewa.

JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Kabar positif muncul dari meja diplomasi di Jenewa pada Selasa petang. Menlu Iran Abbas Araqchi mengonfirmasi pemahaman awal dengan Amerika Serikat. Kedua pihak menyepakati “prinsip-prinsip panduan” guna menyelesaikan sengketa nuklir selama puluhan tahun.

Kesepakatan akhir memang belum tercapai. Namun, pengumuman ini segera memberi napas lega bagi pasar energi global. Alhasil, harga minyak Brent merosot lebih dari 1 persen. Hal ini terjadi karena kekhawatiran akan konflik terbuka di kawasan Teluk mulai berkurang.

Peran Mediasi Oman dan Kehadiran Jared Kushner

Menlu Oman Badr al-Busaidi memediasi perundingan tidak langsung ini secara intensif di tanah netral Swiss. Kehadiran Jared Kushner dan utusan khusus Steve Witkoff menarik perhatian dunia. Mereka mewakili delegasi Amerika Serikat dalam perundingan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang pejabat tinggi AS menyatakan bahwa perundingan tersebut telah menghasilkan kemajuan yang signifikan. Namun demikian, masih banyak rincian teknis yang perlu tim negosiator bahas lebih lanjut. Pihak Iran berjanji akan menyerahkan proposal rinci dalam waktu dua minggu. Langkah ini bertujuan untuk mempersempit celah perbedaan yang masih tersisa.

Baca Juga :  Mengapa Swiss Menjadi Kiblat Riset dan Teknologi Tinggi?

Manuver Militer di Selat Hormuz

Tepat saat perundingan dimulai pada Selasa pagi, militer Iran sempat melakukan manuver yang mengejutkan. Media pemerintah Teheran melaporkan penutupan sementara sebagian wilayah Selat Hormuz. Alasan “keamanan” menjadi dalih utama selama latihan militer Garda Revolusi berlangsung.

Banyak pihak menilai langkah ini sebagai pengingat posisi tawar Teheran. Selat Hormuz merupakan jalur distribusi bagi seperlima pasokan minyak dunia. Jalur tersebut memang kembali buka setelah beberapa jam. Namun, insiden ini sempat memicu kegugupan di Washington. Saat ini, AS tetap menyiagakan armada angkatan laut di dekat perairan Iran.

Perdebatan Rudal dan Retorika “Regime Change”

Hambatan utama dalam mencapai kesepakatan permanen tetap terletak pada cakupan perundingan. Washington berupaya memasukkan isu simpanan rudal balistik Iran ke dalam meja perundingan. Sebaliknya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa program rudal nasional bersifat non-negosiasial.

Baca Juga :  Artis Onad Diciduk Narkoba, Polisi: Positif Ganja dan Ekstasi, Mengaku Menyesal

Khamenei juga menanggapi dingin komentar Donald Trump mengenai kemungkinan “perubahan rezim” (regime change) di Teheran. “Tentara terkuat di dunia terkadang bisa ditampar begitu keras hingga tidak bisa bangun lagi,” tegas Khamenei. Di sisi lain, Trump mengeklaim Iran sangat menginginkan kesepakatan melalui platform X. Menurutnya, Iran ingin menghindari konsekuensi ekonomi dan militer yang lebih berat. Ia merujuk pada serangan pengebom B-2 ke fasilitas nuklir Iran Juni tahun lalu.

Jendela Peluang bagi Stabilitas Regional

Araqchi menyebut hasil hari Selasa sebagai “jendela peluang baru” saat berbicara pada konferensi pelucutan senjata di Jenewa. Ia berharap proses ini akan membuahkan solusi berkelanjutan. Fokus utamanya adalah pengakuan hak-hak sah Iran atas energi nuklir damai.

Saat ini, dunia menanti proposal teknis yang akan Teheran ajukan. Keberhasilan diplomasi ini sangat krusial bagi harga energi global. Langkah ini juga menguji kebijakan “Fase Kedua” Donald Trump dalam meredam ketegangan Timur Tengah tanpa memicu perang baru.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Berita Terbaru

Tandukan dramatis Daichi Kamada pada menit-menit akhir menyelamatkan Jepang dari kekalahan saat menghadapi Belanda pada laga pembuka Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Julio Cortez)

SPORT

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Senin, 15 Jun 2026 - 08:35 WIB