Pos PT Kristal di Nabire Diserang, Dua Korban Tewas dan Bangunan Terbakar

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pos PT Kristal di Nabire Diserang, Dua Korban Tewas dan Bangunan Terbakar. (Posnews/Ist)

Pos PT Kristal di Nabire Diserang, Dua Korban Tewas dan Bangunan Terbakar. (Posnews/Ist)

NABIRE, POSNEWS.CO.ID – Penyerangan bersenjata di Pos PT Kristal Kilometer 38 Nabire menewaskan dua orang, Satgas Ops Damai Cartenz buru pelaku.

Aksi brutal mengguncang Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIT.

Kelompok bersenjata menyerang Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38 hingga menewaskan dua orang dan membakar bangunan pos.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Nabire langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan. Petugas mengamankan area, menggelar olah TKP, serta mengevakuasi korban.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyampaikan duka cita dan memastikan proses penyelidikan berjalan cepat.

“Kami langsung turun ke TKP, lakukan pengamanan dan evakuasi. Penanganan dilakukan sesuai prosedur,” tegasnya di Nabire, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga :  Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki KKB Pimpinan Elkius Kobak Yang Memakan Korban 5 Warga Sipil

Jenazah Ditemukan Hangus Terbakar

Di lokasi, aparat menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus di antara puing pos yang terbakar. Petugas kemudian membawa korban ke RSUD Nabire untuk identifikasi dan autopsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis karena luka bakar berat.

Selain itu, aparat menemukan satu unit kendaraan operasional perusahaan dengan empat lubang tembakan di bagian depan. Radiator mesin juga rusak akibat proyektil.

Namun, petugas belum menemukan selongsong peluru di sekitar TKP, diduga pelaku menembak dari jarak 50–100 meter.

Dari pemeriksaan awal, penyidik meminta keterangan empat saksi yang merupakan karyawan perusahaan.

Mereka mengaku mendengar rentetan tembakan sebelum melihat sekitar tiga orang pelaku di sekitar lokasi. Jumlah dan identitas pelaku masih didalami.

Menanggapi klaim tanggung jawab yang beredar di media sosial, polisi menegaskan tidak akan berspekulasi.

Baca Juga :  Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 59 Santri Masih Terjebak Reruntuhan

“Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Semua berbasis alat bukti dan investigasi lapangan,” ujar Yusuf.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan aparat akan menindak tegas pelaku. “Negara harus hadir menjaga keamanan dan stabilitas wilayah,” katanya.

Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan tim gabungan telah melakukan pengejaran, pemetaan, dan profiling kelompok yang diduga terlibat.

Aparat juga mendalami motif serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata di wilayah Nabire.

Hingga kini, pengamanan diperketat di sekitar lokasi kejadian. Aparat gabungan terus memburu pelaku untuk mengungkap tuntas kasus penyerangan bersenjata di Nabire yang menewaskan dua orang tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menguji Efektivitas PBB di Tengah Pelanggaran Hukum Global?
Mengapa Narasi Musuh Bersama Masih Laku di Politik Luar Negeri?
4.725 WNI Korban Online Scam di Kamboja Pulang ke Indonesia Jelang Lebaran 2026
Kesenjangan Utara-Selatan: Menelaah Teori Ketergantungan dalam Arsitektur Ekonomi Global Baru
Apakah Kebangkitan Multipolaritas Akan Membawa Stabilitas?
Arus Mudik 2026, Polisi Batasi Truk di Tol Tangerang–Merak dan Jalur Arteri
Bagaimana Soft Power Budaya Mengatur Ulang Diplomasi?
Motor Penjaga Kios Raib di Cipedak Jagakarsa, Pelaku Pakai Jaket Ojol

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 20:09 WIB

Menguji Efektivitas PBB di Tengah Pelanggaran Hukum Global?

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:07 WIB

Pos PT Kristal di Nabire Diserang, Dua Korban Tewas dan Bangunan Terbakar

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:56 WIB

Mengapa Narasi Musuh Bersama Masih Laku di Politik Luar Negeri?

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:19 WIB

4.725 WNI Korban Online Scam di Kamboja Pulang ke Indonesia Jelang Lebaran 2026

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:01 WIB

Kesenjangan Utara-Selatan: Menelaah Teori Ketergantungan dalam Arsitektur Ekonomi Global Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi, Otoritas yang dipertanyakan. Melalui kacamata Institusionalisme Liberal, keberadaan PBB bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan fungsional yang kini terancam oleh egoisme kekuatan besar. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menguji Efektivitas PBB di Tengah Pelanggaran Hukum Global?

Minggu, 22 Feb 2026 - 20:09 WIB

Foto, Pesan ganda dari Pyongyang. Di balik peresmian sistem peluncur roket raksasa berkemampuan nuklir, Korea Utara mengirimkan sinyal diplomasi yang mengejutkan terkait ketegangan drone dengan Korea Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Narasi Musuh Bersama Masih Laku di Politik Luar Negeri?

Minggu, 22 Feb 2026 - 18:56 WIB