4.725 WNI Korban Online Scam di Kamboja Pulang ke Indonesia Jelang Lebaran 2026

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan WNI eks korban online scam di Kamboja tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan menjalani pemeriksaan petugas gabungan.
(Posnews/Ist)

Ratusan WNI eks korban online scam di Kamboja tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan menjalani pemeriksaan petugas gabungan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sebanyak 4.725 WNI terjerat online scam di Kamboja minta dipulangkan, lonjakan kasus awal 2026 tembus 92% dari total 2025.

Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Phnom Penh mencatat 4.725 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjerat sindikat penipuan daring atau online scam di Kamboja mengajukan permohonan pulang ke Tanah Air.

Data itu dihimpun sejak 16 Januari hingga 22 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka tersebut setara 92 persen dari total kasus sepanjang 2025 yang mencapai 5.088 WNI. Artinya, lonjakan kasus di awal 2026 melonjak drastis dan hampir menyamai angka satu tahun penuh sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, 16–22 Februari 2026, sebanyak 462 WNI eks sindikat online scam telah kembali ke Indonesia. Mereka membeli tiket secara mandiri setelah mendapat fasilitasi dan pendampingan dari KBRI.

Baca Juga :  Sabu Hampir 5 Kg dari Iran Digagalkan di Tangsel, Polisi Tangkap 2 Kurir

Puncak kepulangan terjadi pada 22 Februari 2026 dengan 131 WNI tiba sekaligus.

Sekitar sepertiga dari mereka sebelumnya ditempatkan di penampungan sementara yang difasilitasi KBRI dan otoritas Kamboja.

Selain itu, KBRI menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang kehilangan atau tidak memiliki paspor.

Hampir seluruhnya juga dibantu mengajukan keringanan denda overstay kepada otoritas imigrasi Kamboja.

Secara total, sejak 30 Januari hingga 22 Februari 2026, KBRI telah memfasilitasi kepulangan 692 WNI. Namun, pemerintah memperkirakan masih banyak korban online scam yang pulang secara mandiri tanpa melapor.

Baca Juga :  Trump Tolak Negosiasi Saat Korban Sipil Tembus 1.332 Jiwa

Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, para WNI langsung menjalani pemeriksaan tim gabungan, termasuk aparat penegak hukum.

Proses ini melengkapi early assessment yang sebelumnya dilakukan KBRI untuk mengukur tingkat keterlibatan masing-masing individu dalam jaringan penipuan daring.

KBRI Phnom Penh memprediksi gelombang kepulangan akan terus meningkat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pasalnya, penerbitan SPLP dan persetujuan keringanan denda imigrasi diperkirakan bertambah dalam beberapa pekan ke depan.

Pemerintah pun mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar tanpa prosedur resmi, karena modus online scam lintas negara kini semakin masif dan terorganisir. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol
Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang
Sopir Kontainer Diduga Mabuk Tabrak 2 Mobil dan Motor di Plumpang
Wanita Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos Grogol, Ada Luka di Kepala

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WIB

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:44 WIB

Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:56 WIB

Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB