Polemik MBG Memanas, PDIP Pastikan Tak Ada Kader Main Proyek Dapur Gizi

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, dapur Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, dapur Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – DPP PDI Perjuangan (PDIP) menerbitkan surat edaran internal yang melarang seluruh kadernya terlibat dalam bisnis Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk mengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Melalui surat tersebut, PDIP langsung merespons polemik dugaan komersialisasi MBG yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Politikus PDIP, Guntur Romli, membenarkan penerbitan surat itu. Ia menegaskan, partai sejak awal tidak pernah memberi ruang bagi kader untuk mengambil keuntungan pribadi dari program pemerintah yang menyasar masyarakat luas.

β€œBetul, surat itu untuk internal partai. Kami tegaskan sejak awal, partai tidak pernah mengizinkan adanya kepentingan orang per orang untuk ikut terlibat dalam bisnis MBG,” ujar Guntur kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga :  BGN Tegur Kepala SPPG Banyuwangi, Wajib Cek Sekolah Penerima MBG Langsung

PDIP Tegas Tolak Komersialisasi MBG

Lebih lanjut, Guntur menegaskan PDIP menolak segala bentuk komersialisasi program kerakyatan. Menurut dia, pemerintah merancang MBG untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, sehingga tidak boleh berubah menjadi ladang bisnis.

β€œMBG adalah program pemerintah untuk rakyat. Dalam pelaksanaannya tidak boleh ada komersialisasi atas program kerakyatan tersebut,” tegasnya.

Pemerintah sendiri menjadikan MBG sebagai salah satu agenda strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan memperbaiki kualitas gizi melalui distribusi makanan bergizi yang terstandar dan terkontrol.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jawab Pernyataan BGN

Selain itu, PDIP juga menerbitkan surat tersebut untuk menjawab pernyataan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati, yang sebelumnya menyebut seluruh partai politik memiliki dapur MBG atau SPPG.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Kacau, FWK Sebut Bom Waktu Bagi Pendidikan Indonesia

Guntur langsung membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan PDIP justru melarang kader dan anggota partai terlibat dalam bisnis dapur MBG.

β€œSurat itu sekaligus menjawab tuduhan bahwa semua kader partai politik punya dapur MBG. Dengan surat ini, partai melarang keterlibatan anggota dan kader PDI Perjuangan dalam bisnis MBG,” pungkasnya.

PDIP menegaskan komitmennya menjaga integritas kader dan memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap murni untuk rakyat tanpa intervensi bisnis. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gianyar Temukan Kepala Manusia di Muara Sungai Wos, Diduga Korban Mutilasi
KPK Sita Rp5,19 Miliar dari Safe House, 6 Tersangka Korupsi Impor Bea Cukai Ditetapkan
Deklarasi Perang Terbuka: Pakistan Bombardir Markas Taliban di Afghanistan
Misi Damai Abu Dhabi: Trump Tekan Ukraina Selesaikan Perang dalam Satu Bulan
Buron Narkoba Koh Erwin Dibekuk Bareskrim Polri di Perairan Asahan, Nyaris Lolos ke Malaysia
Budaya Over-Sharing di Media Sosial: Ketika Privasi Menjadi Komoditas Publik
Mengapa Kita Percaya Hoaks? Menakar Efek Jarum Hipodermik
Perang Ekonomi: AS Sasar Armada Bayangan Iran

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:40 WIB

Warga Gianyar Temukan Kepala Manusia di Muara Sungai Wos, Diduga Korban Mutilasi

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:13 WIB

KPK Sita Rp5,19 Miliar dari Safe House, 6 Tersangka Korupsi Impor Bea Cukai Ditetapkan

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:45 WIB

Deklarasi Perang Terbuka: Pakistan Bombardir Markas Taliban di Afghanistan

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:38 WIB

Polemik MBG Memanas, PDIP Pastikan Tak Ada Kader Main Proyek Dapur Gizi

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:32 WIB

Misi Damai Abu Dhabi: Trump Tekan Ukraina Selesaikan Perang dalam Satu Bulan

Berita Terbaru