Kebijakan Keras Donald Trump Targetkan Pengungsi

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Analisis media mengungkap arah baru kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump yang kontroversial. Sebab, kebijakan pengetatan perbatasan tersebut menyasar warga dari negara-negara korban bencana krisis iklim.

Target Keras pada Negara Rentan Iklim

Lembaga Notre Dame Global Adaptation Initiative merilis data mengenai kerentanan wilayah terhadap krisis iklim global. Sementara itu, Trump membatasi atau menghentikan izin masuk bagi warga dari 39 negara asing.

Hasil analisis menunjukkan sebanyak 22 negara masuk dalam kategori wilayah paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Sebagai contoh, pemerintah AS memblokir penuh kedatangan imigran dari Chad, Niger, Sudan, Somalia, dan Sierra Leone.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Negara-negara Afrika tersebut saat ini berada di bawah ancaman kekeringan ekstrem dan badai pasir yang hebat. Akibatnya, bencana alam memaksa jutaan keluarga mengungsi untuk menyelamatkan diri dari ancaman kelaparan.

Profesor Danielle Wood dari Universitas Notre Dame memberikan kritik keras terhadap kebijakan perbatasan Amerika Serikat ini. Ia menilai kebijakan baru ini telah menutup harapan hidup bagi masyarakat yang paling menderita di bumi.

Baca Juga :  Rekor Dunia K-pop: Ekspor Album Tembus US$120 Juta di Kuartal I 2026

Dampak Buruk Badai dan Penghapusan Status TPS

Bencana alam ekstrem seperti badai tropis, banjir, dan kekeringan memicu gelombang migrasi internasional secara masif. Sebagai contoh, Badai Mitch menghancurkan ribuan rumah dan merenggut nyawa 7.000 warga di Honduras pada tahun 1998.

Pemerintah AS masa lalu merespons tragedi tersebut dengan memberikan Status Perlindungan Sementara (TPS) kepada para korban. Namun, pemerintahan Trump saat ini berupaya keras untuk menghapus izin tinggal sementara tersebut secara sepihak.

Langkah pembatalan TPS ini menyasar para pengungsi asal Honduras, Suriah, El Salvador, Haiti, dan sembilan negara lainnya. Oleh sebab itu, Mahkamah Agung AS kini tengah meninjau gugatan hukum atas pembatalan izin tinggal tersebut.

Pakar memproyeksikan pencabutan izin tinggal ini akan memicu aksi deportasi massal terhadap puluhan ribu imigran resmi. Dengan demikian, para pengungsi menghadapi risiko besar jika harus kembali ke tanah air mereka yang hancur.

Krisis Kemanusiaan Global dan Pemotongan Bantuan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bencana alam ekstrem telah memaksa 250 juta orang mengungsi dalam dekade terakhir. Selain itu, krisis iklim global memicu terjadinya 70.000 kasus perpindahan penduduk baru setiap harinya.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Waspada Hujan dan Angin Kencang

Mayoritas pengungsi tersebut berpindah secara internal di dalam batas wilayah kedaulatan negara mereka sendiri. Namun, sebagian kecil pengungsi harus menyeberang perbatasan luar negeri untuk mencari suaka dari ancaman kekerasan berikutnya.

Jocelyn Perry dari Refugees International menjelaskan kaitan erat antara kegagalan panen dan konflik bersenjata regional. Menurutnya, kekeringan panjang merusak ketahanan pangan serta memicu perebutan sumber daya air yang terbatas antara kelompok warga.

Amerika Serikat memegang rekor sebagai penghasil emisi karbon kumulatif terbesar sepanjang sejarah peradaban modern. Sebaliknya, Presiden Trump menyebut isu perubahan iklim sebagai sebuah kebohongan besar tanpa dasar ilmiah yang kuat.

Trump justru memotong dana bantuan USAID secara masif setelah mendapatkan saran efisiensi anggaran dari Elon Musk. Akibatnya, pemangkasan dana medis ini berisiko menewaskan 4,5 juta anak-anak di Afrika dalam lima tahun ke depan.

Pada akhirnya, dunia internasional menuntut tanggung jawab moral Amerika Serikat sebagai penyumbang polusi terbesar di bumi. Namun, penutupan jalur pengungsian legal ini membuktikan hilangnya rasa kemanusiaan dalam kebijakan luar negeri Washington.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru

Retroid meluncurkan handheld retro Pocket Duo dan Pocket Duo Lite berlayar ganda. Konsol clamshell ini sanggup mengeksekusi emulasi 3DS mulai harga $149. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Retroid Pocket Duo Resmi Diperkenalkan, Hadirkan Dua Layar

Minggu, 13 Sep 2026 - 11:31 WIB

Philips meluncurkan monitor gaming ultrawide Evnia 34M2C5601QA 34 inci 200Hz. Monitor ini mengusung KVM switch, USB-C 90W, dan AI Ambiglow seharga £299.99. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Philips Luncurkan Monitor Gaming Ultrawide Evnia 34M2C5601QA

Minggu, 13 Sep 2026 - 10:36 WIB

Valve meluncurkan pembaruan Steam Beta untuk Big Picture Mode. Pembaruan ini menghadirkan fitur Big Art Mode, screensaver retro, dan peningkatan performa controller. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Steam Big Picture Mode Dapatkan Pembaruan Tampilan Big Art

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:29 WIB