Krisis Kepemimpinan Inggris: Kekalahan Bersejarah di Gorton dan Denton Ancam Posisi Keir Starmer

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Inggris dalam siaga

Inggris dalam siaga "Severe". Essa Suleiman menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan dalam persidangan perdana di London, sementara pemerintah menaikkan status ancaman teror menyusul serangan yang menargetkan komunitas Yahudi. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Keir Starmer kini menghadapi ultimatum dari internal partainya sendiri. Ia harus segera mengubah arah kebijakan atau menghadapi tantangan kepemimpinan dalam hitungan bulan setelah Partai Hijau mempermalukan Partai Buruh melalui kemenangan bersejarah di Gorton dan Denton.

Hannah Spencer, seorang tukang ledeng lokal dan anggota dewan dari Partai Hijau, resmi menjadi anggota parlemen (MP) kelima partainya pada hari Jumat. Selanjutnya, ia berhasil menjungkirbalikkan mayoritas 13.000 suara Partai Buruh dari pemilihan umum sebelumnya. Matt Goodwin dari Reform UK menempati posisi kedua, mengungguli kandidat Partai Buruh, Angeliki Stogia.

Kekalahan di Benteng Satu Abad

Skala kekalahan ini sangat memukul mental para menteri dan anggota parlemen Partai Buruh. Wilayah Gorton dan Denton telah setia memilih perwakilan Partai Buruh selama hampir satu abad. Bahkan, hingga hari pemungutan suara, pimpinan partai masih meyakini mereka akan menang dengan mudah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemenangan Spencer segera memicu keputusasaan baru di Downing Street. Tokoh senior Partai Buruh, Angela Rayner, secara terbuka menyebut hasil ini sebagai “peringatan keras” (wake-up call) bagi pemerintah. Para menteri yang biasanya setia pun mengakui bahwa lonjakan suara Partai Hijau di bawah kepemimpinan Zack Polanski memaksa Starmer untuk segera menangani eksodus pemilih dari sayap progresif.

Baca Juga :  Pesantren Kilat Ramadan 2026, Polres Metro Depok Bina Remaja Pelaku Tawuran

Reaksi Starmer: Menuding “Ekstremisme”

Meskipun mendapatkan tekanan hebat, Keir Starmer tampak enggan untuk segera melunak. Melalui surat kepada para anggota parlemennya, Starmer justru menyerang Partai Hijau sebagai kelompok “ekstrem” sayap kiri yang setara dengan Reform UK di sayap kanan.

Starmer berargumen bahwa kesuksesan Partai Hijau dalam pemilu sela ini tidak akan bisa terulang dalam pemilihan umum nasional. Namun demikian, para strategi senior Partai Buruh merasa ngeri dengan retorika tersebut. “Rakyat berpaling dari kita dalam jumlah besar dan ia menyebut mereka ekstremis? Tidak ada yang percaya Partai Hijau adalah kelompok ekstremis,” ujar seorang pakar strategi partai dengan nada kesal.

Isu Migrasi dan Pemblokiran Andy Burnham

Salah satu poin kemarahan internal adalah kebijakan pemerintah yang memperketat aturan status menetap (settled status) bagi migran. Pemerintah mewajibkan migran menunggu selama sepuluh tahun, naik dua kali lipat dari aturan sebelumnya yang hanya lima tahun.

Baca Juga :  Tragedi di Sukamakmur, Pekerja Tertimpa Tembok Saat Gali Fondasi

“Antidote untuk perpecahan adalah persatuan, namun Anda harus sungguh-sungguh,” tegas salah satu anggota parlemen. Selain itu, penghinaan terhadap Starmer semakin terasa karena Downing Street sebelumnya memblokir Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, untuk mencalonkan diri dalam pemilu sela tersebut. Banyak pihak percaya popularitas lokal Burnham seharusnya bisa menyelamatkan kursi Partai Buruh di sana.

Bayang-Bayang Pemilu Mei 2026

Masa depan Starmer kini bergantung sepenuhnya pada hasil pemilu parlemen di Skotlandia dan Wales serta pemilihan dewan di Inggris pada Mei mendatang. Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan potensi bencana bagi Partai Buruh di Skotlandia.

Data riset menunjukkan Partai Buruh berisiko jatuh ke peringkat keempat, di belakang SNP, Reform UK, dan bahkan Partai Hijau Skotlandia. Alhasil, satu anggota parlemen dari faksi kiri memperingatkan bahwa proses pelengseran Starmer akan berjalan lebih cepat. “Saya pikir tidak ada lagi yang bisa menyelamatkannya jika hasil Mei nanti tetap buruk,” ujarnya. Saat ini, faksi kiri Partai Buruh mulai merapatkan barisan guna mencari alternatif kepemimpinan yang mampu merangkul kembali basis massa yang kecewa.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB