Jelang Lebaran 2026, Gubernur Pramono Instruksikan Penertiban Pengemis dan Parkir Liar

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pramono Anung memerintahkan jajaran Satpol PP bergerak cepat menertibkan pengemis, manusia gerobak, hingga juru parkir liar alias “Pak Ogah” di sejumlah ruas jalan Ibu Kota menjelang Idulfitri 2026.

Ia ingin wajah Jakarta tetap tertib dan layak sebagai kota global.

Pramono menegaskan, penertiban harus berjalan tegas namun tetap humanis. Apalagi, pada hari yang sama, Pemprov baru melantik pejabat fungsional Satpol PP yang siap diterjunkan ke lapangan.

“Kami minta Satpol PP bertindak tegas terhadap pengemis di Jakarta. Kondisi ini tidak mencerminkan kota global,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Penertiban Mulai Terlihat Hasil

Pemprov DKI, lanjut Pramono, sudah menggencarkan operasi penertiban, termasuk terhadap manusia gerobak. Hasilnya mulai terlihat.

Kondisi jalanan kini lebih tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Penertiban sudah kami lakukan. Sekarang jalanan jauh lebih rapi,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pendekatan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Pemprov, kata dia, membuka peluang kerja bagi kelompok rentan agar tidak kembali ke jalan.

Baca Juga :  Warisan Dunia di Ujung Tanduk: Antara Pelestarian, Perang, dan Serbuan Turis

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai solusi, Pemprov melonggarkan syarat pendidikan untuk Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), termasuk petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye.

“Kami ingin semua warga Jakarta punya kesempatan bekerja,” tandasnya.

Jam Operasional Lapangan Padel Dibatasi, Maksimal Pukul 20.00 WIB

Di sisi lain, Pramono juga menegaskan aturan tegas terkait operasional lapangan padel di kawasan permukiman. Ia menolak negosiasi dari pemilik usaha yang meminta jam operasional melebihi pukul 20.00 WIB.

“Tidak ada negosiasi. Maksimal jam delapan malam,” tegasnya.

Aturan ini khusus berlaku bagi lapangan padel yang berdiri di tengah permukiman warga. Selain pembatasan jam, Pemprov mewajibkan pemasangan peredam suara guna mencegah gangguan kebisingan.

Wajib PBG dan Izin Teknis, Tanpa Itu Siap Dibongkar

Pramono menegaskan, lapangan padel yang belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) tidak bisa lagi mengurus izin.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Hadiri Natal 2025, Ajak Personel Polri Tingkatkan Pengabdian dan Empati

Bahkan, Pemprov akan menghentikan operasional, membongkar bangunan, hingga mencabut izin usaha jika tetap membandel.

Ke depan, Pemprov DKI tidak lagi mengizinkan pembangunan lapangan padel di kawasan perumahan. Tujuannya jelas: melindungi kenyamanan warga.

Untuk pembangunan baru, pemilik wajib mengantongi izin teknis awal dari Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta sebelum membangun.

Kebijakan ini menjadi filter agar pembangunan fasilitas olahraga tidak sembarangan.

Selain itu, Pemprov melarang keras pembangunan lapangan padel di atas aset milik Pemda DKI Jakarta maupun di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Dengan langkah tegas ini, Pramono memastikan penataan kota berjalan konsisten. Ia ingin Jakarta tetap tertib, nyaman, dan berdaya saing global tanpa mengorbankan hak hidup warganya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Negara Beriklim Dingin Cenderung Lebih Kaya?
Skandal Pasar Modal Rp14,5 Triliun, OJK Jerat Beneficial Owner dan Eks Direktur Sekuritas
Rumput Langka Inggris Kembali dari Kepunahan Berkat Dedikasi Philip Smith
Bareskrim Polri Gerebek Home Industry Kosmetik Berbahaya, Produksi di Cirebon Sejak 2022
Elbridge Colby Tegaskan AS Tidak Terlibat Kematian Khamenei
Krisis Mediterania Timur: Inggris, Prancis, dan Yunani Kerahkan Pasukan Udara Guna Lindungi Siprus
Donald Trump Ancam Putus Total Hubungan Dagang dengan Spanyol
Trump Sebut Starmer Bukan Winston Churchill Terkait Serangan Iran

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:00 WIB

Mengapa Negara Beriklim Dingin Cenderung Lebih Kaya?

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:47 WIB

Skandal Pasar Modal Rp14,5 Triliun, OJK Jerat Beneficial Owner dan Eks Direktur Sekuritas

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:30 WIB

Rumput Langka Inggris Kembali dari Kepunahan Berkat Dedikasi Philip Smith

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:10 WIB

Bareskrim Polri Gerebek Home Industry Kosmetik Berbahaya, Produksi di Cirebon Sejak 2022

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:00 WIB

Elbridge Colby Tegaskan AS Tidak Terlibat Kematian Khamenei

Berita Terbaru

Misteri ekonomi di balik garis lintang. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa

INTERNASIONAL

Mengapa Negara Beriklim Dingin Cenderung Lebih Kaya?

Rabu, 4 Mar 2026 - 18:00 WIB

Dualisme Washington. Kepala kebijakan Pentagon mencoba membatasi lingkup kampanye militer AS terhadap Iran di tengah retorika agresif Presiden Donald Trump mengenai perubahan rezim. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Elbridge Colby Tegaskan AS Tidak Terlibat Kematian Khamenei

Rabu, 4 Mar 2026 - 17:00 WIB