Komisi VI DPR Setujui 4 Perjanjian Dagang, Mendag Bidik Pasar Ekspor Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI membahas pengesahan empat perjanjian perdagangan internasional. (Posnews/Kemendag)

Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI membahas pengesahan empat perjanjian perdagangan internasional. (Posnews/Kemendag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Indonesia bersiap memperluas pasar ekspor dan memperkuat posisi di tengah persaingan perdagangan global.

Komisi VI DPR RI menyetujui pengesahan empat perjanjian perdagangan internasional yang dinilai strategis bagi kepentingan ekonomi nasional.

Persetujuan itu diambil dalam rapat kerja bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, pemerintah akan menindaklanjuti pengesahan keempat perjanjian tersebut melalui Peraturan Presiden.

Mendag Budi Santoso menilai langkah ini penting agar perjanjian perdagangan yang telah selesai dirundingkan segera memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.

“Di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia perlu terus memperluas akses pasar ekspor. Perjanjian perdagangan menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk Indonesia,” ujar Budi Santoso.

4 Perjanjian Dagang Buka Peluang Ekspor

Empat perjanjian yang mendapat persetujuan tersebut meliputi:

  • Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia-EAEU FTA);
  • Second Protocol to Amend the ASEAN Trade in Goods Agreement (Second Protocol ATIGA);
  • ACFTA 3.0 Upgrade Protocol dengan Tiongkok; dan
  • ASEAN Framework for Sustainable and Resilient Food Agreement (AFSRFA).
Baca Juga :  Dampak Fatal Tabrakan Kereta di Bekasi, Daftar KA Dibatalkan 27–28 April 2026

Pemerintah menilai keempat perjanjian tersebut dapat memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Indonesia-EAEU FTA Bidik Pasar 5 Negara

Melalui Indonesia-EAEU FTA, produk Indonesia berpeluang memperluas pasar ke lima negara anggota EAEU, yakni Rusia, Belarus, Kazakstan, Armenia, dan Kirgistan.

Kesepakatan ini juga membuka peluang bagi Indonesia memanfaatkan EAEU sebagai pintu masuk menuju kawasan Asia Tengah, Asia Barat, dan Eropa Timur.

Berdasarkan kajian pemerintah, perjanjian tersebut berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia ke kawasan EAEU hingga sekitar USD2,87 miliar–USD2,89 miliar.

Produk yang berpeluang meraih manfaat antara lain sawit dan turunannya, karet, kopi, produk perikanan, tekstil, alas kaki, furnitur, mesin, peralatan listrik, serta produk kayu.

ATIGA Diperbarui, UMKM Didorong Naik Kelas

Sementara itu, Second Protocol ATIGA memperbarui aturan perdagangan barang ASEAN yang telah berlaku sejak 2010.

Pembaruan ini meningkatkan komitmen liberalisasi perdagangan ASEAN menjadi 98,76 persen. Selain itu, protokol tersebut memperkuat fasilitasi perdagangan dan kepastian usaha di kawasan.

Pemerintah juga memasukkan kerja sama ekonomi dan teknis serta penguatan UMKM sebagai bidang kerja sama baru.

Dengan demikian, pelaku usaha kecil dan menengah diharapkan semakin mampu memanfaatkan pasar ASEAN.

ACFTA 3.0 Perkuat Perdagangan Indonesia-Tiongkok

Indonesia juga akan memperkuat kerja sama perdagangan dengan Tiongkok melalui ACFTA 3.0 Upgrade Protocol.

Kesepakatan ini tidak mengubah komitmen akses pasar yang telah berlaku. Namun, kerja sama baru diperkuat dalam bidang ekonomi digital, ekonomi hijau, fasilitasi perdagangan, standar teknis, dan konektivitas rantai pasok.

Baca Juga :  Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian

Nilai perdagangan Indonesia dan Tiongkok juga terus menjadi perhatian. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD154,6 miliar.

Karena itu, pemerintah menilai penguatan kerja sama melalui ACFTA 3.0 dapat membuka peluang perdagangan yang lebih modern dan berkelanjutan.

AFSRFA Perkuat Keamanan Pangan ASEAN

Di sektor pangan, AFSRFA akan memperkuat koordinasi kebijakan keamanan pangan di kawasan ASEAN.

Kerangka ini mencakup standar, persyaratan, mekanisme penerapan, hingga koordinasi keamanan pangan sepanjang rantai pasok.

Pemerintah memperkirakan implementasi AFSRFA dapat meningkatkan neraca perdagangan sektor pangan Indonesia sebesar USD634,83 juta serta menghasilkan manfaat ekonomi nasional atau welfare gain sebesar USD252,17 juta.

Mendag: Perjanjian Dagang Harus Segera Dirasakan

Budi menegaskan, pemerintah tidak ingin perjanjian perdagangan hanya berhenti sebagai dokumen kerja sama.

Sebaliknya, seluruh kesepakatan harus segera diimplementasikan agar manfaatnya dirasakan eksportir, pelaku UMKM, industri, dan masyarakat.

“Perjanjian perdagangan yang telah selesai dirundingkan harus segera diimplementasikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat,” tegasnya.

Dengan persetujuan Komisi VI DPR RI, pemerintah kini akan melanjutkan proses pengesahan melalui Peraturan Presiden.

Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu baru bagi produk Indonesia untuk menembus lebih banyak pasar dunia, memperkuat rantai pasok global, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026
Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang
TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi
Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai
Pasar Ekspor Asia-Pasifik Terbuka Lebar, Ini Strategi UMKM Indonesia
Berawal dari Pohon Lontar, Tarunira Buka Peluang Baru Petani Bali dan Rote
Ekspor Baja Indonesia Hadapi Tarif 50 Persen di Eropa, Apa Strategi Pemerintah?
Lowongan Kerja Gudang Garam 2026, Teknisi Mesin dan Administrasi untuk D3-S1

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:50 WIB

TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Pasar Ekspor Asia-Pasifik Terbuka Lebar, Ini Strategi UMKM Indonesia

Berita Terbaru

Attack Shark resmi merilis mouse gaming R5 Turbo dari bahan carbon fiber berbobot 43 gram dengan sensor PixArt 60.000 DPI dan polling rate 8.000 Hz. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Attack Shark Rilis Mouse Gaming Carbon Fiber R5 Turbo

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:58 WIB

Nintendo meluncurkan revisi Switch 2 di Eropa dengan baterai mudah lepas. Simak pembongkaran komponen layar LCD, motherboard, dan RAM. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nintendo Rilis Switch 2 di Eropa dengan Baterai Mudah Lepas

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:56 WIB

Square Enix mengonfirmasi Hard Mode pada Final Fantasy VII Revelation langsung terbuka sejak awal permainan dengan mekanisme baru. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pengembang Final Fantasy VII Pastikan Hard Mode Terbuka

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:42 WIB