Aksi Kekerasan OPM/KKB di Yahukimo Mengerikan, 3 Warga Sipil Tewas

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: Aparat keamanan melakukan pengamanan dan penanganan aksi kekerasan yang menewaskan tiga warga sipil di Yahukimo, Papua Pegunungan.
(Posnews/Humas Polri)

Dok: Aparat keamanan melakukan pengamanan dan penanganan aksi kekerasan yang menewaskan tiga warga sipil di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Posnews/Humas Polri)

JAYAPURA, POSNEWS.CO.ID – Aksi kekerasan kembali menebar duka di Papua Pegunungan.

Tiga warga sipil tewas dalam insiden yang diduga dilakukan kelompok bersenjata OPM/KKB pimpinan Kopitua Heluka di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (20/7/2026). Tiga korban terdiri dari pasangan suami istri, Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga kini, aparat masih mendalami identitas lengkap para korban dan kronologi penyerangan.

Koops TNI Habema juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut dan mengejar kelompok bersenjata yang diduga terlibat.

Tiga Warga Sipil Tewas dalam Aksi Kekerasan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban.

Baca Juga :  Heboh di Tambora! Lansia 65 Tahun Ditangkap Polisi, Modusnya Pura-Pura Tertabrak Mobil

Ia menegaskan, tidak ada alasan yang membenarkan aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan,” kata Wirya, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, aparat keamanan akan terus mengambil langkah penegakan hukum secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai aturan yang berlaku.

Koops TNI Habema juga memastikan perlindungan terhadap masyarakat menjadi prioritas utama di tengah situasi keamanan yang masih rawan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan.

Aparat Kejar Kelompok Bersenjata

Selain melakukan penyelidikan, aparat memperkuat koordinasi untuk mencegah aksi kekerasan susulan.

Aparat juga terus menelusuri keberadaan kelompok bersenjata yang diduga berada di balik serangan tersebut.

Baca Juga :  BEM SI Tunda Demo Jakarta Hari Ini, Lanjut Selasa 2 September 2025

Koops TNI Habema menegaskan bahwa keamanan masyarakat menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan kehidupan di Papua.

Sebab, situasi yang aman memungkinkan anak-anak bersekolah, pelayanan kesehatan berjalan, aktivitas ekonomi tumbuh, dan masyarakat membangun masa depan.

Karena itu, aparat mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat juga diminta memperkuat persaudaraan dan menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta terus memperkuat semangat persaudaraan demi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” pungkas Wirya.

Aksi kekerasan yang kembali menewaskan warga sipil tersebut menambah panjang catatan konflik bersenjata di Papua.

Aparat harus mengungkap pelaku hingga tuntas dan memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa ancaman kekerasan.**

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Ledakan Rumah Medan: Korban Terakhir Ditemukan, 3 Orang Tewas
Brigpol Fredi Lukas Awes Tewas Diserang OTK di Yahukimo, Pelaku Diburu
Emas Rp90 Juta Dicuri, Pasutri di Ubud Gunakan Uangnya Operasi Plastik
Detik-Detik Ledakan Gas Runtuhkan Bangunan di Medan, 1 Tewas 2 Tertimbun
Kronologi Pengusaha Jakarta Tembak Sekuriti dan WNA di Bar Canggu Bali
Kebakaran Kandang Ayam di Tulungagung, 3.100 Ekor Mati Terpanggang
Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, 18 Orang Masih Dicari Tim SAR
Penembak Brutal di Canggu Ditangkap! H Dicegat Saat Tiba di Soekarno-Hatta

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:05 WIB

Aksi Kekerasan OPM/KKB di Yahukimo Mengerikan, 3 Warga Sipil Tewas

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:40 WIB

Tragedi Ledakan Rumah Medan: Korban Terakhir Ditemukan, 3 Orang Tewas

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:26 WIB

Brigpol Fredi Lukas Awes Tewas Diserang OTK di Yahukimo, Pelaku Diburu

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:27 WIB

Emas Rp90 Juta Dicuri, Pasutri di Ubud Gunakan Uangnya Operasi Plastik

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:20 WIB

Detik-Detik Ledakan Gas Runtuhkan Bangunan di Medan, 1 Tewas 2 Tertimbun

Berita Terbaru