JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi brutal komplotan yang mengaku sebagai debt collector pecah di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (3/3) sekitar pukul 05.10 WIB.
Mereka diduga merampas sepeda motor sekaligus menganiaya seorang pengendara di tengah jalan.
Korban saat itu melaju ke arah Tangerang. Namun tiba-tiba empat pria yang mengendarai dua sepeda motor memepet dan menghentikannya di depan sebuah pabrik kaleng.
Setelah itu, pelaku langsung menarik kunci motor dan menuduh korban menunggak cicilan.
Korban membantah tudingan tersebut. Ia mengaku baru membayar cicilan pada 28 Februari lalu.
Meski begitu, pelaku tetap mengintimidasi, memukul, lalu mendorong korban ke kali di sisi jalan.
Akibatnya, komplotan tersebut membawa kabur sepeda motor, tas, ponsel, dompet, KTP, kartu identitas kerja, hingga uang tunai milik korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, memastikan pihaknya menyelidiki kasus dugaan perampasan dan penganiayaan tersebut.
Namun hingga kini korban belum membuat laporan resmi.
“Kami dalami informasinya. Sampai saat ini korban belum melapor ke Polsek Kalideres,” ujarnya, Rabu (4/3).
Merespons maraknya aksi premanisme berkedok “mata elang” di kawasan Daan Mogot, polisi langsung meningkatkan patroli rutin, khususnya di jalur rawan.
Edukasi untuk Warga
Masyarakat perlu memahami, penarikan kendaraan oleh perusahaan pembiayaan wajib mengikuti prosedur hukum dan tidak boleh disertai kekerasan. Jika mengalami intimidasi atau perampasan di jalan, segera:
- Catat ciri pelaku dan kendaraan.
- Hindari perlawanan yang membahayakan diri.
- Laporkan ke kantor polisi terdekat atau layanan 110.
Polisi menegaskan tidak akan memberi ruang bagi aksi premanisme yang meresahkan warga Jakarta Barat. (red)
Editor : Hadwan





















