BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Awal dan Lebih Kering, Puncak Agustus

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Indonesia Masuk Kemarau Ekstrem.
(Posnews/Ist)

Ilustrasi, Indonesia Masuk Kemarau Ekstrem. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih cepat, berlangsung lebih lama, dan lebih kering dari kondisi normal.

Karena itu, pemerintah daerah dan masyarakat diminta segera menyiapkan langkah antisipasi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan pihaknya rutin merilis prediksi iklim untuk mendukung sektor pertanian, sumber daya air, energi, hingga kebencanaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemarau Mulai April 2026

BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia mulai masuk musim kemarau pada April–Juni 2026.

  • April 2026: 114 zona musim (16,3%) mulai kemarau
  • Mei 2026: 184 zona musim (26,3%) menyusul
  • Juni 2026: 163 zona musim (23,3%) terdampak
Baca Juga :  Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut

Kemarau akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, lalu bergerak ke barat hingga mencakup sebagian besar Indonesia.

Jika dibandingkan rata-rata klimatologis 1991–2020, sebanyak 325 zona musim (46,5%) mengalami kemarau lebih awal dari biasanya.

Lebih Kering dari Normal

Tak hanya lebih cepat, kemarau 2026 juga diprediksi lebih kering. BMKG memperkirakan 451 zona musim (46,5%) mengalami curah hujan kategori bawah normal.

Artinya, banyak daerah berpotensi menghadapi kekeringan lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Puncak Kemarau Agustus 2026

BMKG memproyeksikan puncak kemarau terjadi pada Agustus 2026 di 429 zona musim (61,4%). Bahkan, 410 zona musim (58,7%) diprediksi mencapai puncak lebih awal dari normal.

Baca Juga :  Demo Hardiknas, Pengendara Hindari Kawasan Monas dan DPR, Polisi Kerahkan 3.545 Personel

Selain itu, durasi kemarau juga lebih panjang. Sebanyak 400 zona musim (57,2%) akan mengalami musim kering lebih lama dari rata-rata.

“Musim kemarau 2026 diperkirakan lebih panjang dari normal,” tegas Teuku.

Dengan kondisi ini, sektor pertanian, perikanan, dan pengelolaan air bersih harus bersiap. Pemerintah daerah perlu memperkuat cadangan air, mempercepat program irigasi, serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.

BMKG berharap prediksi musim kemarau 2026 ini menjadi acuan mitigasi agar dampak kekeringan bisa ditekan sejak dini. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut
Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra
Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang
BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu
KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas
Anwar Abbas Minta Kasus Abah Setu Tetap Diproses Polisi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 06:21 WIB

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Sabtu, 12 September 2026 - 06:31 WIB

Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Jumat, 11 September 2026 - 17:24 WIB

Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang

Berita Terbaru