Banyak Perusahaan Mulai Batasi Penggunaan AI

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menepis pemborosan teknologi. Berbagai korporasi global mulai mengurangi penggunaan kecerdasan buatan akibat lonjakan tagihan token yang tidak sebanding dengan produktivitas. Dok: Istimewa.

Menepis pemborosan teknologi. Berbagai korporasi global mulai mengurangi penggunaan kecerdasan buatan akibat lonjakan tagihan token yang tidak sebanding dengan produktivitas. Dok: Istimewa.

SAN FRANCISCO, POSNEWS.CO.ID – Banyak perusahaan kini mulai meninjau ulang penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kerja mereka. Hal ini terjadi karena biaya operasional teknologi canggih ini mulai membengkak secara drastis di luar perkiraan awal.

Sebelumnya, perusahaan pengembang AI sengaja mematok harga sangat murah untuk menarik minat pelanggan global secara masif. Analis menyebut masa ini sebagai era kecerdasan bersubsidi dari para pemodal ventura.

Tagihan Token Melambung Akibat Agen Pintar

Namun, era subsidi murah tersebut kini resmi berakhir karena para pengembang AI harus segera mencetak keuntungan bersih. Apalagi, dua raksasa teknologi seperti OpenAI dan Anthropic kini bersiap melakukan penawaran saham perdana (IPO).

Sementara itu, biaya operasional semakin meroket setelah perusahaan mulai mengadopsi teknologi agen pintar (AI agents). Berbeda dengan obrolan biasa, agen pintar ini bekerja secara aktif menyelesaikan tugas kompleks secara mandiri.

Akibatnya, satu tugas sederhana dapat mengaktifkan belasan agen pintar secara simultan di latar belakang sistem. Proses komputasi berantai ini membakar token dalam jumlah fantastis hingga memicu tagihan yang luar biasa mahal.

Fenomena Tokenmaxxing dan Evaluasi Produktivitas

Beberapa korporasi bahkan melakukan pemborosan penggunaan token secara berlebihan atau akrab dengan istilah tokenmaxxing. Sebagai contoh, beberapa analis menemukan kasus biaya sewa token bulanan melampaui gaji bulanan staf manusia.

Oleh sebab itu, perusahaan besar mulai mengambil langkah penertiban internal secara ketat demi menghentikan pemborosan tersebut. Kepala Teknologi Meta, Andrew Bosworth, melarang keras karyawannya menggunakan perangkat AI hanya untuk sekadar terlihat produktif.

Baca Juga :  Kim Jong Un Labeli Korea Selatan Musuh Utama dan Perkuat Nuklir Tanpa Batas

Di sisi lain, Direktur Operasional Uber juga menyoroti efisiensi investasi teknologi baru ini di depan publik. Ia menilai belanja modal raksasa untuk AI belum memberikan dampak peningkatan produktivitas yang nyata bagi perusahaan.

Strategi Penghematan dan Model Mini

Untuk menyiasati lonjakan biaya, banyak korporasi kini beralih menggunakan model kecerdasan buatan terbuka (open-source). Dengan demikian, mereka dapat mengunduh dan menjalankan model tersebut secara gratis tanpa perlu menyewa server mahal.

Selain itu, perusahaan juga mulai menggunakan model mini khusus yang bekerja spesifik untuk industri tertentu. Model mini ini menawarkan harga sewa yang jauh lebih bersahabat bagi anggaran keuangan korporasi.

Sebagai perbandingan, sewa model raksasa membutuhkan biaya hingga 15 dolar AS per satu juta token. Sebaliknya, perusahaan hanya perlu membayar sekitar 5 sen dolar AS jika menggunakan model mini berdaya rendah.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB