Eksperimen Listrik Nollet: Dari Rantai Manusia 1,6 KM hingga Penemuan Elektroskop

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kecepatan kilat. Fisikawan Jean-Antoine Nollet membuktikan kecepatan rambat listrik melalui eksperimen unik yang melibatkan ratusan biksu, meletakkan fondasi bagi komunikasi jarak jauh masa depan. Dok: Istimewa.

Kecepatan kilat. Fisikawan Jean-Antoine Nollet membuktikan kecepatan rambat listrik melalui eksperimen unik yang melibatkan ratusan biksu, meletakkan fondasi bagi komunikasi jarak jauh masa depan. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Sejarah komunikasi jarak jauh berhutang besar pada seorang rohaniwan sekaligus fisikawan asal Prancis, Jean-Antoine Nollet. Pada pertengahan abad ke-18, Nollet berhasil mendemonstrasikan sifat dasar listrik yang menjadi kunci teknologi informasi modern.

Eksperimen paling fenomenal terjadi pada tahun 1746. Saat itu, Nollet mengumpulkan sekitar dua ratus biksu untuk membentuk lingkaran raksasa dengan keliling mencapai 1,6 kilometer. Ia menghubungkan para peserta tersebut menggunakan potongan kawat besi yang panjang.

Reaksi Serentak di Jalur Satu Mil

Nollet kemudian melepaskan muatan listrik dari baterai toples Leyden (Leyden jars) melalui rantai manusia tersebut. Hasilnya mengejutkan. Ia mengamati bahwa setiap orang bereaksi terhadap sengatan listrik pada waktu yang hampir bersamaan.

Baca Juga :  Kapolres Bima Kota Terseret Aliran Dana Narkoba, Mabes Polri Gas Pidana dan Etik

Oleh karena itu, eksperimen ini membuktikan secara visual bahwa kecepatan rambat listrik sangatlah tinggi. Nollet menyadari bahwa fenomena ini memiliki potensi besar sebagai alat pemberi sinyal jarak jauh. Namun demikian, ia juga menyadari bahwa dunia memerlukan sistem deteksi yang lebih manusiawi daripada sekadar kejutan fisik.

Penemuan Elektroskop Pertama

Dua tahun pasca-eksperimen tersebut, tepatnya pada 1748, Nollet terus melakukan inovasi. Ia berhasil menemukan salah satu elektrometer pertama di dunia, yang publik kenal sebagai elektroskop.

Baca Juga :  Pemotor Tewas Tertabrak Truk di Jalan HOS Cokroaminoto Tangerang, Gegara Jalan Rusak

Secara teknis, alat ini bekerja dengan mendeteksi keberadaan muatan listrik melalui prinsip daya tarik dan tolak elektrostatik. Selanjutnya, penemuan ini memungkinkan para ilmuwan untuk mulai mengukur listrik secara lebih objektif. Langkah awal Nollet di Prancis ini menjadi pintu pembuka bagi pengembangan telegraf elektrik yang akan mengubah wajah peradaban manusia satu abad kemudian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu
Modus Tanya Alamat Berujung Pembacokan, Pelaku Begal Dibekuk
Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Phishing Tools, Kerugian Tembus Rp350 Miliar
Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar
Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika
Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut
Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan
Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:53 WIB

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu

Rabu, 22 April 2026 - 19:45 WIB

Modus Tanya Alamat Berujung Pembacokan, Pelaku Begal Dibekuk

Rabu, 22 April 2026 - 19:28 WIB

Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Phishing Tools, Kerugian Tembus Rp350 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 19:10 WIB

Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar

Rabu, 22 April 2026 - 18:46 WIB

Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika

Berita Terbaru

Ilustrasi, Demokrasi di bawah ancaman. Revisi daftar pemilih yang kontroversial di Benggala Barat mengakibatkan penghapusan masif hak pilih minoritas, memicu tuduhan manipulasi sistemik dan kegagalan algoritma AI dalam mengenali identitas warga tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu

Rabu, 22 Apr 2026 - 19:53 WIB