PARIS, POSNEWS.CO.ID – Sejarah komunikasi jarak jauh berhutang besar pada seorang rohaniwan sekaligus fisikawan asal Prancis, Jean-Antoine Nollet. Pada pertengahan abad ke-18, Nollet berhasil mendemonstrasikan sifat dasar listrik yang menjadi kunci teknologi informasi modern.
Eksperimen paling fenomenal terjadi pada tahun 1746. Saat itu, Nollet mengumpulkan sekitar dua ratus biksu untuk membentuk lingkaran raksasa dengan keliling mencapai 1,6 kilometer. Ia menghubungkan para peserta tersebut menggunakan potongan kawat besi yang panjang.
Reaksi Serentak di Jalur Satu Mil
Nollet kemudian melepaskan muatan listrik dari baterai toples Leyden (Leyden jars) melalui rantai manusia tersebut. Hasilnya mengejutkan. Ia mengamati bahwa setiap orang bereaksi terhadap sengatan listrik pada waktu yang hampir bersamaan.
Oleh karena itu, eksperimen ini membuktikan secara visual bahwa kecepatan rambat listrik sangatlah tinggi. Nollet menyadari bahwa fenomena ini memiliki potensi besar sebagai alat pemberi sinyal jarak jauh. Namun demikian, ia juga menyadari bahwa dunia memerlukan sistem deteksi yang lebih manusiawi daripada sekadar kejutan fisik.
Penemuan Elektroskop Pertama
Dua tahun pasca-eksperimen tersebut, tepatnya pada 1748, Nollet terus melakukan inovasi. Ia berhasil menemukan salah satu elektrometer pertama di dunia, yang publik kenal sebagai elektroskop.
Secara teknis, alat ini bekerja dengan mendeteksi keberadaan muatan listrik melalui prinsip daya tarik dan tolak elektrostatik. Selanjutnya, penemuan ini memungkinkan para ilmuwan untuk mulai mengukur listrik secara lebih objektif. Langkah awal Nollet di Prancis ini menjadi pintu pembuka bagi pengembangan telegraf elektrik yang akan mengubah wajah peradaban manusia satu abad kemudian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















