JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta meminta warga Ibu Kota meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah DKI Jakarta.
Suhu udara tinggi berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan serius, mulai dari Dehidrasi hingga Heatstroke yang dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan paparan panas berlebih dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan seperti dehidrasi, Heat Exhaustion, hingga heatstroke.
Kondisi tersebut terjadi ketika tubuh kehilangan cairan secara cepat akibat suhu lingkungan yang tinggi.
Selain itu, Ani menegaskan cuaca panas juga dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan lain, seperti pusing, kram otot, hingga gangguan pada sistem kardiovaskular dan pernapasan.
Bahkan, suhu yang terlalu tinggi juga berpotensi menyebabkan iritasi kulit serta menurunkan daya tahan tubuh.
Pekerja Lapangan hingga Lansia Jadi Kelompok Rentan
Dinkes DKI Jakarta juga mengingatkan bahwa beberapa kelompok masyarakat memiliki risiko lebih tinggi terdampak panas ekstrem.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kelompok tersebut meliputi pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, serta lansia yang kondisi tubuhnya lebih sensitif terhadap perubahan suhu.
Karena itu, pemerintah daerah meminta warga Jakarta segera melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Salah satu langkah utama adalah memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi dan tidak menunggu rasa haus untuk minum.
Selain menjaga asupan cairan, warga juga disarankan mengenakan pakaian ringan dan longgar saat beraktivitas di luar ruangan.
Penggunaan topi atau payung juga penting untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.
Di sisi lain, masyarakat diminta membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama saat siang hari ketika suhu udara mencapai titik tertinggi.
Langkah ini penting untuk mencegah kelelahan akibat panas.
Jaga Suhu Ruangan Tetap Sejuk
Dinkes DKI Jakarta meminta warga menjaga suhu ruangan tetap sejuk dengan menggunakan AC atau kipas angin agar tubuh tetap nyaman.
Dinkes juga mengimbau masyarakat mengurangi makanan tinggi garam serta minuman berkafein seperti kopi dan teh karena dapat mempercepat dehidrasi.
Khusus kelompok rentan, aktivitas luar ruangan sebaiknya diminimalkan atau dilakukan dengan perlindungan tambahan.
Pemprov DKI Jakarta berharap warga lebih waspada terhadap dampak cuaca panas dan memahami langkah pencegahan demi menjaga kesehatan. (red)
Editor : Hadwan





















