Israel Resmi Umumkan Pendudukan Lebanon Selatan sebagai Zona Keamanan

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan udara Israel menewaskan sepuluh warga sipil termasuk tenaga medis di Lebanon Selatan, sementara Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap pejabat tinggi keamanan Lebanon. Dok: Istimewa.

Serangan udara Israel menewaskan sepuluh warga sipil termasuk tenaga medis di Lebanon Selatan, sementara Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap pejabat tinggi keamanan Lebanon. Dok: Istimewa.

TEL AVIV, POSNEWS.CO.ID – Militer Israel bersiap melakukan pendudukan permanen di wilayah selatan Lebanon. Menteri Pertahanan Israel Katz mengonfirmasi bahwa pasukan pertahanan akan menguasai seluruh area hingga Sungai Litani, yang terletak sekitar 30 kilometer di utara perbatasan.

Dalam konteks ini, pengumuman tersebut menandai pertama kalinya Israel secara terbuka mengeklaim niat untuk menyita wilayah yang mencakup hampir sepuluh persen luas negara Lebanon. Israel Katz menegaskan bahwa tentara akan mengendalikan seluruh jembatan yang tersisa dan menetapkan “zona keamanan” murni di wilayah tersebut.

Hezbollah: Ancaman Eksistensial bagi Negara

Hezbollah merespons pengumuman tersebut dengan ancaman perlawanan sengit. Kelompok yang mendapat dukungan Iran ini menyebut rencana pendudukan Israel sebagai ancaman eksistensial bagi kedaulatan negara Lebanon. Oleh karena itu, faksi bersenjata tersebut bersumpah akan terus bertempur guna mencegah tentara Israel menetap di selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak memiliki pilihan selain menghadapi agresi ini dan mempertahankan tanah kami,” tegas perwakilan senior Hezbollah, Hassan Fadlallah. Konflik ini bermula sejak 2 Maret lalu, saat serangan lintas batas menyeret Lebanon ke dalam pusaran perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Baca Juga :  Generasi Z dan Tantangan Jadi Warga Dunia di Era Global

Peringatan PBB dan Dampak Infrastruktur Sipil

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam atas retorika pendudukan tersebut. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyebut langkah ini sebagai hal terakhir yang ingin masyarakat dunia lihat. Bahkan, PBB memperingatkan bahwa penghancuran infrastruktur sipil secara sistematis melanggar hukum internasional.

Sejak 13 Maret, militer Israel telah menghancurkan lima jembatan utama di Sungai Litani. Mereka juga meratakan bangunan di desa-desa perbatasan dengan alasan menciptakan penyangga pertahanan. Akibatnya, akses logistik dan evakuasi bagi warga sipil di wilayah selatan kini hampir terputus sepenuhnya.

Tragedi Kemanusiaan: 1.070 Nyawa Melayang

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan angka kematian yang terus membengkak. Serangan udara Israel telah menewaskan sedikitnya 1.070 orang. Data tersebut mencakup lebih dari 120 anak-anak, 80 wanita, dan 40 petugas medis. Selain itu, lebih dari satu juta orang kini terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Di sisi lain, seorang wanita di Israel utara tewas akibat tembakan rudal dari arah Lebanon pada hari Selasa. Serangan udara Israel juga menghantam sebuah apartemen di tenggara Beirut, menewaskan seorang bocah perempuan berusia tiga tahun. Kehancuran ini memicu kemarahan warga sipil yang merasa terjepit di antara kepentingan militer dan keselamatan keluarga mereka.

Baca Juga :  Pagar Digital Australia: Larangan Konten Dewasa Picu Lonjakan Penggunaan VPN

Kejutan Diplomatik: Lebanon Usir Duta Besar Iran

Situasi politik di Beirut mengalami perubahan radikal pada Selasa sore. Pemerintah Lebanon secara resmi menyatakan Duta Besar Iran sebagai persona non grata. Otoritas memberikan tenggat waktu hingga hari Minggu bagi utusan Teheran tersebut untuk meninggalkan negara.

Langkah ini menyusul perintah pemulangan puluhan warga negara Iran lainnya, termasuk staf diplomatik, sepanjang bulan ini. Meskipun demikian, Beirut menegaskan bahwa tindakan ini bukan merupakan pemutusan hubungan diplomatik total. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, memuji keputusan tersebut sebagai langkah berani. Sebaliknya, Hezbollah mengecam keras kebijakan pemerintah Lebanon yang dianggap memojokkan sekutu utama mereka di tengah agresi asing.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB