Epicureanisme: Menemukan Ketenangan Jiwa Melalui Kesenangan

Rabu, 1 April 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bumi bukan milik kita sendiri. Di tengah krisis iklim yang kian ekstrem, perspektif Post-Humanisme mengajak kita menanggalkan kesombongan sebagai

Ilustrasi, Bumi bukan milik kita sendiri. Di tengah krisis iklim yang kian ekstrem, perspektif Post-Humanisme mengajak kita menanggalkan kesombongan sebagai "raja alam" dan mulai belajar hidup berdampingan dengan entitas non-manusia. Dok: Istimewa.

SAMOS, POSNEWS.CO.ID – Di tengah dunia yang terobsesi dengan akumulasi harta dan status sosial, suara dari masa lalu kembali bergema. Epicurus, filsuf dari Samos, menawarkan jalan alternatif menuju kebahagiaan yang jauh lebih tenang. Dalam konteks ini, Epicureanisme bukan tentang pesta pora, melainkan tentang pencarian kedamaian batin di tengah ketidakpastian dunia tahun 2026.

Langkah pertama dalam memahami Epicurus adalah meluruskan definisi “kesenangan”. Oleh karena itu, kita harus membedah mengapa kesenangan yang bijak justru membutuhkan kesederhanaan, bukan kemewahan yang berlebihan.

Meluruskan Miskonsepsi: Ataraxia vs Hura-hura

Banyak orang secara keliru menganggap penganut Epicureanisme sebagai pemuja kenikmatan indrawi yang liar. Namun, Epicurus justru mendefinisikan kesenangan sebagai kondisi tiadanya penderitaan dalam tubuh (Aponia) dan gangguan dalam jiwa (Ataraxia). Bahkan, ia berpendapat bahwa makan roti dan air putih sudah cukup memberikan kesenangan maksimal jika tubuh tidak lagi merasa lapar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam hal ini, Epicurus membagi keinginan menjadi tiga kategori:

  1. Alami dan Perlu: Seperti makanan, tempat berteduh, dan persahabatan.
  2. Alami tapi Tidak Perlu: Seperti makanan mewah atau seks.
  3. Sia-sia dan Kosong: Seperti ambisi kekuasaan, kekayaan tanpa batas, atau keabadian nama.
Baca Juga :  Kapal Selam Domestik Taiwan Narwhal Sukses Uji Tembak Torpedo

Sebagai hasilnya, kebahagiaan sejati dapat kita capai dengan memuaskan kategori pertama dan meminimalkan ketergantungan pada kategori lainnya. Dengan cara ini, kita tidak akan pernah kecewa oleh fluktuasi nasib.

Peran Persahabatan dan Pengetahuan

Epicurus mendirikan “The Garden” (Kebun), sebuah komunitas inklusif di mana budak dan perempuan diperbolehkan belajar filsafat secara setara. Terlebih lagi, ia menegaskan bahwa persahabatan adalah kontribusi terbesar yang pernah filsafat berikan untuk kehidupan yang bahagia. Sahabat memberikan rasa aman emosional yang tidak dapat uang beli.

Selain itu, peran pengetahuan sangat vital untuk menghalau ketakutan. Epicurus mendorong pengikutnya untuk mempelajari sains dan hukum alam. Secara simultan, dengan memahami bahwa alam semesta bekerja berdasarkan mekanisme atom, manusia dapat membebaskan diri dari ketakutan akan campur tangan dewa-dewa yang tidak logis. Pengetahuan berfungsi sebagai alat terapi untuk membersihkan pikiran dari takhayul yang merusak ketenangan batin di tahun 2026.

Menghapus Ketakutan akan Kematian

Hambatan terbesar bagi kebahagiaan manusia, menurut Epicurus, adalah ketakutan akan kematian. Oleh sebab itu, ia merumuskan argumen logika yang sangat terkenal: “Maut tidak ada artinya bagi kita.” Logikanya sederhana: selama kita ada, kematian belum datang; dan ketika kematian datang, kita sudah tidak ada lagi.

Baca Juga :  11 ABK Kepri Jadi Tersangka Selundupkan 7,5 Ton Pasir Timah Senilai Rp4,3 Miliar ke Malaysia

Bahkan, ia menegaskan bahwa kematian hanyalah kondisi tidak sadar yang sama seperti sebelum kita lahir. Akibatnya, tidak ada alasan rasional untuk takut pada kondisi setelah mati. Dengan menanggalkan beban ketakutan ini, manusia dapat lebih fokus untuk menikmati momen saat ini (carpe diem). Pada akhirnya, pembebasan mental ini membuat seseorang mampu hidup dengan penuh martabat tanpa harus terus-menerus cemas akan akhir hayatnya.

Kebahagiaan dalam Kesederhanaan

Masa depan kesejahteraan psikologis kita sangat bergantung pada kemampuan untuk mengerem keinginan yang tak terbatas. Pada akhirnya, Epicureanisme mengajarkan bahwa “sedikit sudah cukup bagi mereka yang merasa cukup”.

Dengan demikian, dunia memerlukan lebih banyak individu yang memprioritaskan kualitas hubungan manusia dan kejernihan berpikir di atas kemegahan materi. Di tahun 2026, kembali ke “The Garden” berarti merangkul kehidupan yang lambat, intim, dan bebas dari ambisi beracun. Kesenangan sejati adalah saat kita bisa duduk tenang bersama kawan lama, menghirup udara segar, dan menyadari bahwa kita tidak membutuhkan apa-apa lagi untuk merasa utuh.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB