JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gelombang serangan di Lebanon kembali memakan korban dari pasukan perdamaian Indonesia.
Kali ini, tiga prajurit TNI dilaporkan mengalami luka akibat insiden terbaru yang terjadi di wilayah konflik tersebut.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa laporan tersebut ia terima langsung pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Ia menegaskan bahwa penyebab pasti serangan masih dalam tahap penyelidikan oleh UNIFIL.
“Tadi malam saya menerima laporan tiga prajurit TNI terluka. Penyebabnya masih diinvestigasi, sama seperti dua insiden sebelumnya,” ujar Sugiono di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Desak Dewan Keamanan PBB Gelar Sidang Darurat
Menanggapi eskalasi serangan, pemerintah Indonesia langsung mengambil langkah tegas.
Melalui Perwakilan Tetap RI di New York, Indonesia resmi meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar rapat darurat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak butuh waktu lama, permintaan tersebut langsung mendapat dukungan dari Prancis sebagai penholder isu Lebanon di Dewan Keamanan.
Sugiono menegaskan, dalam rapat tersebut Indonesia menyampaikan dua sikap utama. Pertama, mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.
Kedua, mendesak investigasi menyeluruh untuk mengungkap pelaku dan motif serangan.
Serangan ke Pasukan Perdamaian Tak Bisa Ditoleransi
Lebih lanjut, Sugiono menekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat dibenarkan.
Ia mengingatkan bahwa pasukan di bawah misi Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki mandat menjaga stabilitas, bukan untuk berperang.
“They are peacekeeping, not peacemaking. Mereka dilatih untuk menjaga perdamaian, bukan menciptakan perang,” tegasnya.
Selain itu, Indonesia juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pasukan penjaga perdamaian, khususnya dalam misi UNIFIL.
Oleh karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh prajurit, termasuk kontingen Indonesia, mendapatkan perlindungan maksimal saat menjalankan tugas di wilayah konflik.
“Kami ingin pasukan perdamaian kita tetap sehat dan selamat dalam menjalankan mandat,” lanjut Sugiono.
Tiga Prajurit Gugur dalam Tugas Perdamaian
Di tengah situasi ini, pemerintah Indonesia juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik bangsa dalam misi UNIFIL.
Ketiga pahlawan tersebut adalah:
- Zulmi Aditya Iskandar
- Muhammad Nur Ichwan
- Farizal Rhomadon
Sugiono menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami berduka sedalam-dalamnya. Semoga para kusuma bangsa ini mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga diberi kekuatan serta kesabaran,” tutupnya. (red)
Editor : Hadwan



















