NANJING, POSNEWS.CO.ID – Hubungan lintas Selat Taiwan memasuki babak baru melalui jalur diplomasi partai. Ketua Kuomintang (KMT), Cheng Li-wun, memimpin delegasi tingkat tinggi dalam kunjungan bersejarah ke Tiongkok daratan yang dijadwalkan berlangsung hingga hari Minggu mendatang.
Dalam konteks ini, kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya bagi seorang Ketua KMT memimpin delegasi ke daratan dalam sepuluh tahun terakhir. Cheng menegaskan bahwa dialog ini sangat penting guna menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan yang kian volatil.
Sambutan di Shanghai dan Nanjing
Cheng Li-wun tiba di Shanghai sebelum melanjutkan perjalanan ke Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu. Selanjutnya, Kepala Kantor Kerja Taiwan Komite Sentral CPC, Song Tao, menyambut hangat delegasi tersebut. Song menyatakan bahwa kunjungan ini mencerminkan ikatan mendalam antara masyarakat di kedua belah pihak selat.
Selain itu, Song menekankan pentingnya menempatkan kepentingan bangsa Tiongkok di atas segalanya. “KMT dan CPC harus bekerja sama untuk mendorong pembangunan damai dan berjuang demi peremajaan nasional,” ujar Song. Cheng pun menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat tersebut dan menegaskan misi utamanya adalah menjaga keamanan bagi rakyat di kedua sisi.
Konsensus 1992: Fondasi Politik Utama
Dalam setiap kesempatan di Nanjing, Cheng secara konsisten menyuarakan kepatuhan terhadap Konsensus 1992. Dalam hal ini, konsensus tersebut merupakan kesepakatan yang mengakui prinsip “Satu Tiongkok” namun dengan interpretasi masing-masing pihak.
Cheng menyatakan bahwa perjalanannya mengikuti jejak pendahulunya, seperti Lien Chan dan Ma Ying-jeou. Oleh karena itu, KMT tetap teguh pada posisi menentang “kemerdekaan Taiwan”. Cheng percaya bahwa dengan memegang teguh fondasi politik yang sama, dialog produktif dapat terus berlanjut guna meminimalisir risiko gesekan militer di tahun 2026 ini.
Konteks Sejarah dan Resolusi PBB 2758
Masalah Taiwan sering kali dipandang sebagai “luka” sisa perang saudara yang pecah sekitar delapan dekade lalu. Meskipun demikian, status Taiwan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Tiongkok tidak pernah berubah secara hukum internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, dunia internasional merujuk pada Resolusi Majelis Umum PBB nomor 2758 tahun 1971. Resolusi tersebut memperjelas bahwa pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (PRC) adalah satu-satunya pemerintah legal yang mewakili seluruh Tiongkok. Sebagai hasilnya, mayoritas komunitas internasional mengakui prinsip Satu Tiongkok sebagai norma dasar dalam hubungan diplomatik global.
Menjawab Aspirasi Publik Taiwan
Cheng Li-wun, yang baru terpilih sebagai Ketua KMT pada Oktober tahun lalu, mengeklaim bahwa kunjungannya selaras dengan opini publik arus utama di Taiwan. Pada akhirnya, masyarakat menginginkan adanya saluran komunikasi yang terbuka guna menghindari ketidakpastian keamanan ekonomi dan fisik.
Dengan demikian, keberhasilan tour diplomatik di Nanjing, Shanghai, dan Beijing ini akan menjadi indikator penting bagi masa depan relasi lintas selat. KMT berupaya membuktikan bahwa kerja sama praktis dan penghormatan terhadap sejarah bersama adalah jalan terbaik untuk mencapai kemakmuran jangka panjang bagi seluruh rakyat Tiongkok.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















