Ketua KMT Cheng Li-wun Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Tiongkok

Rabu, 8 April 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mencairkan kebekuan. Ketua KMT Cheng Li-wun memimpin delegasi ke Tiongkok guna mempertegas landasan perdamaian melalui Konsensus 1992, menandai kunjungan pertama ketua partai oposisi Taiwan tersebut dalam sepuluh tahun terakhir. Dok: Istimewa.

Mencairkan kebekuan. Ketua KMT Cheng Li-wun memimpin delegasi ke Tiongkok guna mempertegas landasan perdamaian melalui Konsensus 1992, menandai kunjungan pertama ketua partai oposisi Taiwan tersebut dalam sepuluh tahun terakhir. Dok: Istimewa.

NANJING, POSNEWS.CO.ID – Hubungan lintas Selat Taiwan memasuki babak baru melalui jalur diplomasi partai. Ketua Kuomintang (KMT), Cheng Li-wun, memimpin delegasi tingkat tinggi dalam kunjungan bersejarah ke Tiongkok daratan yang dijadwalkan berlangsung hingga hari Minggu mendatang.

Dalam konteks ini, kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya bagi seorang Ketua KMT memimpin delegasi ke daratan dalam sepuluh tahun terakhir. Cheng menegaskan bahwa dialog ini sangat penting guna menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan yang kian volatil.

Sambutan di Shanghai dan Nanjing

Cheng Li-wun tiba di Shanghai sebelum melanjutkan perjalanan ke Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu. Selanjutnya, Kepala Kantor Kerja Taiwan Komite Sentral CPC, Song Tao, menyambut hangat delegasi tersebut. Song menyatakan bahwa kunjungan ini mencerminkan ikatan mendalam antara masyarakat di kedua belah pihak selat.

Selain itu, Song menekankan pentingnya menempatkan kepentingan bangsa Tiongkok di atas segalanya. “KMT dan CPC harus bekerja sama untuk mendorong pembangunan damai dan berjuang demi peremajaan nasional,” ujar Song. Cheng pun menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat tersebut dan menegaskan misi utamanya adalah menjaga keamanan bagi rakyat di kedua sisi.

Baca Juga :  Strategi Masa Depan: Xi dan Lee Perkuat Poros Beijing-Seoul

Konsensus 1992: Fondasi Politik Utama

Dalam setiap kesempatan di Nanjing, Cheng secara konsisten menyuarakan kepatuhan terhadap Konsensus 1992. Dalam hal ini, konsensus tersebut merupakan kesepakatan yang mengakui prinsip “Satu Tiongkok” namun dengan interpretasi masing-masing pihak.

Cheng menyatakan bahwa perjalanannya mengikuti jejak pendahulunya, seperti Lien Chan dan Ma Ying-jeou. Oleh karena itu, KMT tetap teguh pada posisi menentang “kemerdekaan Taiwan”. Cheng percaya bahwa dengan memegang teguh fondasi politik yang sama, dialog produktif dapat terus berlanjut guna meminimalisir risiko gesekan militer di tahun 2026 ini.

Konteks Sejarah dan Resolusi PBB 2758

Masalah Taiwan sering kali dipandang sebagai “luka” sisa perang saudara yang pecah sekitar delapan dekade lalu. Meskipun demikian, status Taiwan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Tiongkok tidak pernah berubah secara hukum internasional.

Baca Juga :  Transisi Kualitas Tinggi China Jadi Penyelamat Stabilitas Ekonomi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, dunia internasional merujuk pada Resolusi Majelis Umum PBB nomor 2758 tahun 1971. Resolusi tersebut memperjelas bahwa pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (PRC) adalah satu-satunya pemerintah legal yang mewakili seluruh Tiongkok. Sebagai hasilnya, mayoritas komunitas internasional mengakui prinsip Satu Tiongkok sebagai norma dasar dalam hubungan diplomatik global.

Menjawab Aspirasi Publik Taiwan

Cheng Li-wun, yang baru terpilih sebagai Ketua KMT pada Oktober tahun lalu, mengeklaim bahwa kunjungannya selaras dengan opini publik arus utama di Taiwan. Pada akhirnya, masyarakat menginginkan adanya saluran komunikasi yang terbuka guna menghindari ketidakpastian keamanan ekonomi dan fisik.

Dengan demikian, keberhasilan tour diplomatik di Nanjing, Shanghai, dan Beijing ini akan menjadi indikator penting bagi masa depan relasi lintas selat. KMT berupaya membuktikan bahwa kerja sama praktis dan penghormatan terhadap sejarah bersama adalah jalan terbaik untuk mencapai kemakmuran jangka panjang bagi seluruh rakyat Tiongkok.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontak Tembak di Papua! Buronan KKB Dilumpuhkan Saat Melawan Aparat
Pabrik Vape Narkoba di Apartemen Tangerang Digerebek, Ribuan Cartridge Disita
Pragmata: Revolusi Sad Dad Capcom di Bulan dan Keajaiban Teknologi 2026
iPhone 17e, Standar Baru Ponsel Entry-Level Apple di Tahun 2026
Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
Mafia Energi Digulung, Ribuan Tabung LPG dan Ratusan Ribu Liter BBM Subsidi Disita
Korut Luncurkan Rudal Balistik Saat IAEA Konfirmasi Lonjakan Produksi Senjata
Diplomasi Omotenashi 2.0: Cara Unik Sanae Takaichi Taklukkan Hati Pemimpin Dunia

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:51 WIB

Kontak Tembak di Papua! Buronan KKB Dilumpuhkan Saat Melawan Aparat

Selasa, 21 April 2026 - 17:54 WIB

Pabrik Vape Narkoba di Apartemen Tangerang Digerebek, Ribuan Cartridge Disita

Selasa, 21 April 2026 - 16:57 WIB

Pragmata: Revolusi Sad Dad Capcom di Bulan dan Keajaiban Teknologi 2026

Selasa, 21 April 2026 - 15:51 WIB

iPhone 17e, Standar Baru Ponsel Entry-Level Apple di Tahun 2026

Selasa, 21 April 2026 - 14:44 WIB

Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Berita Terbaru

Menjaga urat nadi energi. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan telepon krusial guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz di tengah ancaman krisis energi global April 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:44 WIB