Santap Kepiting Berujung Maut, 1 Tewas dan 4 Dirawat di RS ODSK Minsel

Senin, 20 April 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

MINAHASA, POSNEWS.CO.ID – Insiden tragis mengguncang warga Sulawesi Utara. Sebanyak lima warga di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) diduga keracunan usai menyantap kepiting.

Satu orang, Alief Julian Ruru (24), meninggal dunia, sementara empat lainnya masih berjuang menjalani perawatan intensif.

Kapolsek Tenga, Iptu Jusuf Kambey, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut seluruh korban mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi kepiting.

“Lima warga diduga keracunan setelah makan kepiting. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya masih dirawat,” tegasnya, Senin (20/4/2026).

Santap Kepiting Berujung Petaka

Peristiwa memilukan ini terjadi di Desa Tawaang, Kecamatan Tenga. Para korban diketahui mengonsumsi kepiting pada Jumat (17/4), tanpa menyadari bahaya yang mengintai.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Buka Pelatihan Khusus PNS Polri: Siapkan Mental dan Skill Jelang Pensiun

Korban tewas, Alief, diketahui merupakan kerabat sekaligus tetangga dari empat korban lainnya, yakni Jeremmy Tilaar, Glen Tilaar, Vivi Lau, dan Siren Patirany.

Keempatnya kini dirawat di RS ODSK Manado dalam kondisi masih dipantau tim medis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berawal dari Mencari Ikan di Pantai

Insiden ini bermula saat Alief bersama rekannya pergi mencari ikan di Pantai Desa Tawaang pada Kamis (16/4) sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat itu, korban menemukan kepiting dan membawanya pulang.

Tanpa curiga, kepiting tersebut kemudian dimasak dan disantap bersama. Namun, tak lama setelah mengonsumsi, para korban mulai merasakan gejala keracunan yang berujung fatal.

Baca Juga :  FIFA Rilis Maskot Piala Dunia 2026: Clutch, Zayu, dan Maple Jadi Simbol Tuan Rumah

“Korban mengambil kepiting di pantai lalu dibawa pulang untuk dimasak,” jelas Jusuf.

Polisi Selidiki Penyebab, Warga Diminta Waspada

Saat ini, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti keracunan, termasuk kemungkinan adanya kandungan racun berbahaya pada kepiting yang dikonsumsi.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama saat mengonsumsi hasil laut yang belum diketahui keamanannya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa konsumsi makanan laut tanpa pengetahuan yang cukup bisa berujung maut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejahatan Jalanan Mengganas, HP Turis Jerman Dirampas di Pasar Baru
Tawuran Berujung Mengerikan, Remaja Disiram Air Keras hingga Buta Sebelah
Kasus Intoleransi Marak, Hashim Desak Polisi dan Kejaksaan Bertindak Tegas
Update Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok Berpotensi Hujan dan Petir
Jejak KKB Yahukimo Diburu, 133 Anak Panah hingga Senapan Angin Disita
Pembunuhan Ketua Golkar Maluku di Bandara Terungkap, Ini Kronologinya
Tragis! Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam Usai Tiba dari Jakarta
Hati-hati! Jual atau Pinjamkan Rekening Tetap Bisa Dipidana

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 09:54 WIB

Kejahatan Jalanan Mengganas, HP Turis Jerman Dirampas di Pasar Baru

Senin, 20 April 2026 - 09:37 WIB

Tawuran Berujung Mengerikan, Remaja Disiram Air Keras hingga Buta Sebelah

Senin, 20 April 2026 - 08:42 WIB

Santap Kepiting Berujung Maut, 1 Tewas dan 4 Dirawat di RS ODSK Minsel

Senin, 20 April 2026 - 08:30 WIB

Kasus Intoleransi Marak, Hashim Desak Polisi dan Kejaksaan Bertindak Tegas

Senin, 20 April 2026 - 06:41 WIB

Update Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok Berpotensi Hujan dan Petir

Berita Terbaru