Pesta Sabu di Pinggir Rel Tanah Abang Digerebek, 9 Orang Diciduk Polisi

Minggu, 26 April 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menggerebek lokasi pesta sabu di pinggir rel kereta Kebon Melati Tanah Abang dan mengamankan sembilan pelaku beserta barang bukti alat hisap dan narkotika. (Posnews/Ist)

Polisi menggerebek lokasi pesta sabu di pinggir rel kereta Kebon Melati Tanah Abang dan mengamankan sembilan pelaku beserta barang bukti alat hisap dan narkotika. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Penggerebekan pesta sabu di bantaran rel kereta api, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, bikin geger warga.

Polisi meringkus sembilan orang yang tengah asyik mengonsumsi narkotika di lokasi tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, mengungkapkan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba di sekitar rel.

Menindaklanjuti laporan itu, tim opsnal langsung bergerak ke lokasi pada Jumat (24/4/2026) sore.

Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati sekelompok orang sedang berkumpul. Dua di antaranya tertangkap tangan tengah mengisap sabu.

Baca Juga :  Cak Imin Luncurkan Call Center 158 untuk Lapor Kerusakan Infrastruktur Pesantren

Tanpa perlawanan, seluruh pelaku langsung diamankan. “Kami bergerak cepat setelah menerima informasi. Ini bagian dari komitmen memberantas narkotika,” ujar Reynold, Minggu (26/4/2026).

Dari penggerebekan itu, polisi menyita satu paket sabu seberat 0,18 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan puluhan alat hisap, cangklong, korek api modifikasi, serta beberapa unit telepon genggam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Wisnu Setiyawan Kuncoro, menambahkan hasil tes urine menunjukkan delapan orang positif menggunakan sabu.

Baca Juga :  Sopir Bunuh Anak Majikan di Pondok Pinang, Korban Tewas Digorok di Depan Orangtua

Saat ini, penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku.

Polisi juga menduga lokasi tersebut kerap dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika.

Sejumlah orang lain yang sempat melarikan diri saat penggerebekan kini masih dalam pengejaran.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Layanan darurat 110 dapat dimanfaatkan untuk melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Dibongkar, 220 Kg Ganja Disita Polisi
Kepergok Curi Motor, Pria Diikat dan Dihajar Warga Hingga Bonyok di Jakbar
Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump
Buronan KKB TJ Dibekuk, Sempat Dilumpuhkan Saat Melawan Petugas
Raja Charles Kunjungi Washington di Tengah Krisis Hubungan AS-Inggris
20 Remaja Hendak Tawuran di Cilangkap Depok Diciduk Polisi, 10 Celurit Disita
Peltu TNI Dikeroyok di Depok Usai Tegur Ibu Kasar ke Anak – 2 Pelaku Ditangkap
386 Tawanan Ukraina dan Rusia Kembali ke Rumah Lewat Mediasi AS-UEA

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 20:23 WIB

Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Dibongkar, 220 Kg Ganja Disita Polisi

Minggu, 26 April 2026 - 19:50 WIB

Kepergok Curi Motor, Pria Diikat dan Dihajar Warga Hingga Bonyok di Jakbar

Minggu, 26 April 2026 - 17:13 WIB

Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump

Minggu, 26 April 2026 - 16:32 WIB

Buronan KKB TJ Dibekuk, Sempat Dilumpuhkan Saat Melawan Petugas

Minggu, 26 April 2026 - 16:05 WIB

Raja Charles Kunjungi Washington di Tengah Krisis Hubungan AS-Inggris

Berita Terbaru

Supremasi hukum di perbatasan. Pengadilan banding federal membatalkan penangguhan akses suaka oleh Presiden Donald Trump, menegaskan bahwa kekuasaan eksekutif tidak dapat melampaui undang-undang imigrasi yang ditetapkan oleh Kongres di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:13 WIB