Lee Jae Myung dan Sanae Takaichi Perkuat Aliansi di Andong

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Simbol persahabatan baru. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menjamu PM Jepang Sanae Takaichi di kota bersejarah Andong untuk mempererat kerja sama keamanan energi dan rantai pasok regional di tengah gejolak Timur Tengah. Dok: (AP Photo/Ahn Young-joon, Pool)

Simbol persahabatan baru. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menjamu PM Jepang Sanae Takaichi di kota bersejarah Andong untuk mempererat kerja sama keamanan energi dan rantai pasok regional di tengah gejolak Timur Tengah. Dok: (AP Photo/Ahn Young-joon, Pool)

ANDONG, POSNEWS.CO.ID – Pemimpin Korea Selatan dan Jepang bertemu di Andong pada Selasa (12/5/2026). Pertemuan ini menjadi pertemuan keempat mereka dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Oleh karena itu, kedua pihak menegaskan kembali urgensi kerja sama strategis di tengah berbagai tantangan global yang muncul.

Presiden Lee Jae Myung menjamu Perdana Menteri Sanae Takaichi di kota kelahirannya tersebut. Andong merupakan situs warisan dunia UNESCO yang terkenal dengan desa rakyat tradisionalnya. Selain itu, pertemuan ini melanjutkan tradisi unik setelah sebelumnya mereka bertemu di Nara, kampung halaman Takaichi, pada Januari lalu.

Memperdalam Ikatan Melalui Pertukaran Sejarah

Kedua pemimpin sepakat bahwa pertukaran kunjungan ke kampung halaman masing-masing merupakan hal yang sangat bermakna. Dalam hal ini, langkah tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah bagi pemimpin yang sedang menjabat di kedua negara.

“Sejarah pertukaran yang sangat berarti ini terjadi hanya dalam waktu empat bulan,” ujar Presiden Lee dalam konferensi pers bersama. Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan kedalaman ikatan persahabatan yang kini terjalin antara Korea dan Jepang.

Fokus Utama: Stabilitas Energi dan Mineral

Sementara itu, Presiden Lee menyoroti kebutuhan mendesak akan kerja sama bilateral. Ia menyebut ketidakstabilan rantai pasok dan pasar energi sebagai ancaman nyata akibat perang di Timur Tengah.

PM Takaichi memberikan pandangan serupa. Selanjutnya, mereka mengeksplorasi rencana stabilisasi pasokan energi serta mineral kritis. Keduanya bahkan menjajaki kemungkinan pengaturan pertukaran (swap arrangement) untuk minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Sinergi Regional dan Keamanan Trilateral

Kedua pemimpin juga membahas pentingnya kerja sama trilateral. Mereka menekankan keterlibatan Seoul, Tokyo, dan Washington sebagai jangkar keamanan kawasan. Dengan demikian, aliansi ini menjadi sangat vital bagi stabilitas keamanan di Asia Timur.

Baca Juga :  IMF Optimis: Pertumbuhan China 2025-2026 Direvisi Naik

Pakar dari Asan Institute for Policy Studies, Choi Eunmi, menilai hubungan Seoul-Tokyo saat ini berjalan sangat positif. “Kedua negara lebih berfokus pada kerja sama daripada isu-isu yang memicu perdebatan,” ujarnya. Ia meyakini bahwa hubungan yang negatif tidak akan menguntungkan siapa pun di kawasan ini.

Menghadapi Geopolitik Era Trump

Dinamika hubungan kedua negara telah berubah drastis sejak tahun 2023. Oleh sebab itu, Lee dan Takaichi berkomitmen untuk terus bergerak melampaui sengketa sejarah masa lalu. Mereka memprioritaskan tantangan modern seperti persaingan strategis AS-China, kerentanan rantai pasok, serta arsenal nuklir Korea Utara.

Singkatnya, kedua pemimpin menyadari bahwa mereka harus bertindak lebih erat dari sebelumnya. Kebijakan “America First” dari Donald Trump serta dampak ekonomi perang Iran memaksa Korea Selatan dan Jepang untuk mempererat kemandirian kawasan. Maka dari itu, pertemuan di Andong ini menjadi benteng penting bagi stabilitas kedua bangsa di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA
Aiptu Sumaryanto Gugur saat Operasi Narkoba di Katingan, Jenazah Ditemukan di Sungai
Wapres AS JD Vance Harapkan Perubahan Struktural dari PM Baru
Puluhan Ribu Warga Lepas Kepergian Ali Khamenei
Donald Trump Telepon Putin 90 Menit Tawarkan Solusi
Grand Final Abang None Jakarta Pusat 2026 Digelar 23 Juli, Ini Misi 15 Pasang Finalis
Sabu 5 Kg Digagalkan di Bakauheni, Oknum Brimob dan TNI AL Ditangkap

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:37 WIB

TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:26 WIB

Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:02 WIB

Aiptu Sumaryanto Gugur saat Operasi Narkoba di Katingan, Jenazah Ditemukan di Sungai

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

Wapres AS JD Vance Harapkan Perubahan Struktural dari PM Baru

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:30 WIB

Puluhan Ribu Warga Lepas Kepergian Ali Khamenei

Berita Terbaru

Transisi kepemimpinan di Downing Street. Wakil Presiden AS JD Vance menyoroti kerapuhan politik Inggris pasca-mundurnya Keir Starmer dan berharap suksesor baru mampu membawa perubahan besar. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wapres AS JD Vance Harapkan Perubahan Struktural dari PM Baru

Minggu, 5 Jul 2026 - 13:00 WIB

Lautan duka di Teheran. Puluhan ribu warga memadati kompleks Mosalla Teheran guna memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Puluhan Ribu Warga Lepas Kepergian Ali Khamenei

Minggu, 5 Jul 2026 - 12:30 WIB