Puluhan Ribu Warga Lepas Kepergian Ali Khamenei

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lautan duka di Teheran. Puluhan ribu warga memadati kompleks Mosalla Teheran guna memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Dok: Istimewa.

Lautan duka di Teheran. Puluhan ribu warga memadati kompleks Mosalla Teheran guna memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Puluhan ribu warga Teheran memenuhi kompleks ibadah luar ruangan. Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ali Khamenei.

Lautan Manusia di Imam Khomeini Grand Mosalla

Masyarakat mengenakan pakaian hitam dan membawa bendera nasional. Mereka memadati lapangan utama Imam Khomeini Grand Mosalla Teheran.

Khamenei memimpin Republik Islam Iran selama 37 tahun. Kini, warga juga membawa gambar sang penerus, Mojtaba Khamenei.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasana duka yang sangat mendalam menyelimuti seluruh arena.

Baca Juga :  Darurat Perlindungan Anak di Inggris: Polisi Tangkap 1.000 Tersangka Pedofil Setiap Bulan

Korban Serangan Udara Februari Lalu

Serangan udara Amerika Serikat dan Israel menewaskan Khamenei. Peristiwa maut tersebut berkecamuk pada akhir Februari lalu.

Gempuran bom juga menewaskan beberapa anggota keluarga Khamenei. Petugas menaruh lima peti jenazah di atas panggung.

Satu peti berukuran kecil membawa jasad cucunya yang berumur 14 bulan.

Pihak militer Iran bersumpah akan membalas dendam kematian pemimpin mereka. Teriakan anti-Amerika menggema keras di seluruh penjuru kompleks.

Gencatan Senjata dan Konflik Regional

Perang maut tersebut menghancurkan banyak infrastruktur penting Iran. Lebih dari 3.000 warga tewas akibat ribuan serangan udara.

Iran membalas dengan menggempur pangkalan militer Amerika Serikat. Militer Iran juga memblokade lalu lintas Selat Hormuz.

Baca Juga :  Zelenskyy Klaim 90% Tuntutan Terpenuhi, Kremlin Meredam

Kedua pihak akhirnya menyepakati gencatan senjata pada Juni. Penundaan pemakaman ini terjadi demi menghindari risiko serangan musuh.

Kini situasi keamanan berangsur membaik pasca-kesepakatan damai sementara.

Rencana Prosesi dan Pemakaman Akhir

Pemerintah menyiapkan mobilisasi massa besar-besaran selama sepekan. Petugas akan membawa jenazah menuju kota suci Qom.

Prosesi berlanjut ke kota suci Najaf dan Karbala di Irak. Para pemimpin faksi Syiah regional akan menghadiri upacara tersebut.

Keluarga akan mengebumikan jasad Khamenei di kota Mashhad. Masyarakat akan melepas kepergian sang pemimpin pada hari Kamis.

Pemerintah menyediakan transportasi gratis bagi jutaan peziarah nasional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir
Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS
Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia
Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei
Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer
Langkah Mulus Andy Burnham: Kantongi Dukungan 80 Persen
Militer AS: Gencatan Senjata Selat Hormuz Runtuh
Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:00 WIB

Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer

Berita Terbaru