VinFast Jual Pabrik di Vietnam dan Lepas Beban Utang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah berani dari Hanoi. VinFast menjual pabrik utama mereka di Vietnam guna beralih ke model bisnis yang lebih ramping, namun langkah ini memicu kekhawatiran investor terkait tata kelola dan konflik kepentingan di grup Vingroup. Dok: Istimewa.

Langkah berani dari Hanoi. VinFast menjual pabrik utama mereka di Vietnam guna beralih ke model bisnis yang lebih ramping, namun langkah ini memicu kekhawatiran investor terkait tata kelola dan konflik kepentingan di grup Vingroup. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – VinFast Auto memutuskan untuk merombak total struktur operasional mereka. Perusahaan kendaraan listrik asal Vietnam ini menjual unit bisnis manufaktur utamanya senilai $506 juta. Langkah ini menandai transisi besar perusahaan menuju model bisnis yang lebih ramping.

Perusahaan mengungkap kesepakatan tersebut minggu lalu. Selanjutnya, sekelompok investor baru akan mengambil alih bisnis manufaktur tersebut sekaligus menanggung beban utang sebesar $6,9 miliar. Oleh karena itu, VinFast kini dapat memfokuskan sumber daya mereka pada riset dan pengembangan produk.

Mengapa VinFast Mengubah Arah?

Biaya manufaktur menjadi beban terbesar bagi produsen mobil listrik ini. Tahun lalu, biaya operasional pabrik menyumbang kerugian sebesar $3,9 miliar bagi VinFast. Bahkan, perusahaan belum mencetak laba sejak berdiri pada 2017.

Dengan demikian, manajemen memutuskan untuk mengalihkan beban operasional tersebut. Vingroup menegaskan bahwa langkah ini akan membuat VinFast menjadi perusahaan yang hampir bebas utang. Selain itu, fokus pada riset dan pengembangan menjadi kunci agar mereka tetap kompetitif di pasar global yang ketat.

Baca Juga :  Legislatif Setujui Pemakzulan Lai Ching-te, Petisi Online Tembus 8 Juta

Kritik Investor Terhadap Tata Kelola

Namun, rencana ini memicu respons negatif dari pelaku pasar. Harga saham VinFast merosot sekitar 12 persen sejak pengumuman kesepakatan pada 12 Mei lalu. Sebab, investor mempertanyakan kompleksitas transaksi tersebut.

Beberapa analis menyoroti peran Pham Nhat Vuong dalam kesepakatan ini. Dalam hal ini, miliarder tersebut bertindak sebagai pembeli sekaligus penjual aset. Selain itu, muncul nama Nguyen Hoai Nam yang menjadi pengendali kelompok investor baru. Nam sendiri memiliki rekam jejak sebagai anggota dewan di unit ritel Vingroup. Oleh karena itu, struktur ini menimbulkan kesan adanya konflik kepentingan.

Masa Depan Manufaktur: Foxconn dan Kemitraan Ketiga

VinFast tetap mempertahankan pabrik perakitan mereka di Indonesia dan India. Perusahaan juga memegang hak paten atas generasi terbaru mobil listrik mereka. Dengan demikian, mereka tetap memegang kendali atas teknologi inti kendaraan.

Baca Juga :  Ditolak Negara Arab, Trump Coret Tony Blair dari Dewan Perdamaian Gaza

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analis industri otomotif, Felipe Munoz, menilai keputusan outsourcing ini sangat masuk akal bagi perusahaan EV berskala kecil. Meskipun demikian, muncul spekulasi mengenai pihak lain yang siap menjadi mitra manufaktur baru. Pada 2021, Foxconn sempat menyatakan ketertarikan untuk bekerja sama dengan lini produksi VinFast. Namun, pihak Vingroup menegaskan hingga saat ini belum ada pembicaraan lanjutan mengenai penjualan fasilitas produksi mereka kepada Foxconn atau pihak lain.

Ujian Kepercayaan bagi Vingroup

Langkah drastis ini menjadi ujian besar bagi kredibilitas Pham Nhat Vuong di mata investor global. Singkatnya, efisiensi keuangan yang tercipta dari penjualan pabrik harus mampu mengimbangi keraguan pasar mengenai tata kelola perusahaan.

Dengan demikian, masyarakat industri kini memantau apakah VinFast benar-benar mampu bertransformasi menjadi perusahaan riset berteknologi tinggi. Jika gagal, langkah ini justru berisiko merusak kepercayaan pasar yang telah mereka bangun dengan susah payah selama hampir satu dekade.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Direktur Intelijen Nasional
AS dan Iran Masih Berselisih Soal Nuklir dan Selat Hormuz
TNI Kirim 744 Pasukan Perdamaian ke Lebanon, Lanjutkan Misi PBB
Bareskrim Polri Limpahkan Dua Kasus Narkoba dan Vape Etomidate ke Kejaksaan
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Jakarta Hujan Ringan – Bogor Berpotensi Diguyur Petir
Tanker Minyak Jepang Berhasil Tembus Blokade Selat Hormuz
Novak Djokovic dan Ambisi Terakhir di Roland Garros 2026
KKB Papua Bunuh 10 Pendulang Emas di Pegunungan Bintang, Korban Diduga Bertambah

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:03 WIB

Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Direktur Intelijen Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:52 WIB

AS dan Iran Masih Berselisih Soal Nuklir dan Selat Hormuz

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:53 WIB

TNI Kirim 744 Pasukan Perdamaian ke Lebanon, Lanjutkan Misi PBB

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:49 WIB

VinFast Jual Pabrik di Vietnam dan Lepas Beban Utang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:22 WIB

Bareskrim Polri Limpahkan Dua Kasus Narkoba dan Vape Etomidate ke Kejaksaan

Berita Terbaru

Reshuffle kabinet berlanjut. Tulsi Gabbard resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Intelijen Nasional (DNI) di tengah spekulasi tekanan Gedung Putih dan isu kesehatan keluarga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Direktur Intelijen Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:03 WIB

Amerika Serikat dan Iran tetap mempertahankan posisi berseberangan terkait isu nuklir dan akses Selat Hormuz. Sementara itu, diplomasi internasional melalui Pakistan dan Qatar terus berupaya mencari jalan keluar dari krisis energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS dan Iran Masih Berselisih Soal Nuklir dan Selat Hormuz

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:52 WIB

Langkah berani dari Hanoi. VinFast menjual pabrik utama mereka di Vietnam guna beralih ke model bisnis yang lebih ramping, namun langkah ini memicu kekhawatiran investor terkait tata kelola dan konflik kepentingan di grup Vingroup. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

VinFast Jual Pabrik di Vietnam dan Lepas Beban Utang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:49 WIB